Empat Pertemuan Terakhir Juventus dan Inter Milan

Editor Bolanet | 4 Desember 2009 17:42
Empat Pertemuan Terakhir Juventus dan Inter Milan
Pertandingan Juventus Vs Inter Milan

Bola.net -

Oleh: Chandra Wijaya

Sebagai klub raksasa Italia, Juventus dan Inter Milan tentunya sudah sangat sering bertemu satu sama lain. Seperti yang akan terjadi pada hari Minggu pekan ini (6/12), 2 klub yang bersaing ketat ini akan bertemu kembali dalam pertandingan yang sering dikenal dengan sebutan Derby Italia. Untuk bisa memperkirakan seberapa seru bigmatch yang akan berlangsung, kita bisa melihatnya dari pertemuan-pertemuan sebelumnya antara klub asal Turin dan Milan itu. 1. TIM Trophy, 29 Juli 2008, Juventus Vs Inter 1-0
Vincenzo Iaquinta
Vincenzo Iaquinta, pencetak gol kemenangan Juventus.

Dalam pertandingan kedua di Tim Trophy, menghadapi tuan rumah yang saat itu baru kalah adu penalti lawan AC Milan setelah kedudukan berakhir imbang 2-2. berhasil memenangkan pertandingan ini 1-0 lewat gol di menit ke 26. Vincenzo Iaquinta menyelesaikan dengan bagus umpan panjang dari barisan tengah setelah lolos dari jebakan offside dari pemain Inter Milan. layak meraih kemenangan di pertandingan ini setelah tampil lebih tajam dari , yang masih sedang mencari-cari skema permainan terbaiknya. Starting lineup dari kedua tim: Julio Cesar; Maicon, Burdisso, Materazzi, Maxwell; Zanetti, Vieira, Cambiasso; Balotelli, Adriano, Mancini. Buffon; Zebina, Knezevic, Legrottaglie, Molinaro; Camoranesi, Sissoko, Ekdal, Rossi; Amauri, Del Piero. 2. Liga Italia Seri A, 22 November 2008, Inter Vs Juventus 1-0
Inter dan Juventus
Pemain Inter dan Juventus bersalaman di awal pertandingan.

Di pertandingan yang berlangsung di Stadion San Siro ini, Inter Milan tampil dominan dengan membuat banyak peluang. Yang menjadi kejutan adalah dimainkannya untuk mendampingi Zlatan Ibrahimovic di barisan penyerang . Gol baru tercipta mendekati pertandingan berakhir. Pada menit ke 76 menendang dengan keras dari tepi kotak penalti, yang mana kemudian memantul terkena Sulley Muntari, yang bahkan tidak sadar bola sedang datang ke arahnya. Seluruh pemain bertahan tidak bereaksi karena mengira pemain Ghana itu sudah berada dalam posisi offside. Jose Mourinho merasa puas dengan hasil itu dan mengatakan timnya telah menemukan keseimbangan. "Kami bermain lebih baik dari lawan kami. Dalam pandangan saya, kami memberikan penampilan yang luar biasa dengan penerapan taktis yang bagus dan juga karakter yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan seperti ini,” jelas pelatih asal Portugal itu. "Saya selalu berkata, jika Anda terlalu tegang, Anda tidak akan bisa menang. Dan jika Anda terlalu bingung, juga tidak akan menang. Anda harus menemukan keseimbangan. Sebagai pelatih, saya harus mengatakan tim saya telah bermain fantastis dari awal hingga akhir,” pungkasnya. Pelatih saat itu, Claudio Ranieri, mengakui timnya tidak pantas menang karena mereka tidak menampilkan seluruh kemampuan. "Ini bukan . Memang berhak mendapatkan banyak pujian karena telah menekan kami di semua sisi lapangan. Tetapi kami juga membuat kesalahan-kesalahan dan memberikan bola terlalu mudah,” keluhnya. " seharusnya bisa lebih baik di beberapa serangan baliknya, tetapi kami kemasukan gol dari peluang yang paling lemah dari semua yang ada. Saya harus mengakui bermain lebih baik dan layak menang. Kami berharap bisa kembali ke puncak klasemen, tetapi itu tidak terjadi,” tambahnya. Kemenangan itu langsung menempatkan berada 6 poin di atas dan menduduki peringkat teratas Seri A waktu itu. Susunan Pemain: Inter (4-1-3-2): Julio Cesar; Maicon, Materazzi, Samuel, Maxwell; Cambiasso; Zanetti, Muntari (90’ Vieira), Stankovic (85’ Burdisso); Ibrahimovic, Adriano (83’ Cruz). Kartu Kuning: Materazzi, Samuel. Pelatih: Mourinho. Juventus (4-4-2): Manninger; Grygera, Legrottaglie, Chiellini, Molinaro; Marchionni (69’ Camoranesi), Sissoko, Tiago (3’ Marchisio), Nedved; Del Piero, Amauri (75’ Iaquinta). Kartu Kuning: Amauri, Legrottaglie. Pelatih: Ranieri. Wasit: Rizzoli. 3. Liga Italia Seri A, 18 April 2009, Juventus Vs Inter 1-1
Mario Balotelli
Mario Balotelli, pencetak gol Inter.

saat itu menjamu di Stadion Olimpico, dengan usaha terakhirnya untuk menjaga pertarungan memperebutkan Scudetto tetap terbuka, karena Nerazzurri saat itu telah unggul 10 poin dan kompetisi sudah mendekati masa akhir. Tim Claudio Ranieri bermain dengan formasi 4-4-2 dengan kapten Alessandro Del Piero dan Vincenzo Iaquinta di barisan depan. Sedangkan memakai formasi standar mereka saat itu 4-1-4-1 dengan Luis Figo, Dejan Stankovic, Sulley Muntari dan Mario Balotelli di belakang Zlatan Ibrahimovic. yang tampil lebih tajam di babak kedua memperoleh gol pada menit ke 64. Sulley Muntari mengumpankan bola ke Mario Balotelli lewat serangan balik. Penyerang muda itu menendang secara diagonal yang memperdayai . Ketika nampaknya sudah akan kalah. Zdenek Grygera mencetak gol yang membuat kedudukan kembali imbang di saat injury time. Dia menanduk bola hasil tendangan sudut dari pemain pengganti Sebastian Giovinco, setelah dibiarkan tidak terjaga oleh pemain bertahan . Dan itu di menit ke 91! Pelatih saat itu, Claudio Ranieri, merasa puas dengan hasil itu karena timnya berhasil membuat kedudukan menjadi imbang setelah mereka harus bermain dengan 10 orang setelah mendapatkan kartu merah di menit ke 76. "Saya puas dengan hasil imbang ini. Kami mendapatkannya setelah harus bermain dengan 10 orang dan harus tertinggal gol lebih dulu," katanya pada Sky. "Di babak pertama kami menekan mereka. Sedangkan di babak kedua, kami tidak begitu rapat dan mereka mengejutkan kami dengan gol pembuka,” jelasnya. Pelatih , Jose Mourinho, merasa timnya pantas menang dan meski bermain imbang 1-1 tetapi saat itu dia sudah yakin dalam beberapa minggu lagi timnya akan juara. “Kami suka bermain di stadion dari tim besar dan melihat mereka merayakan hasil imbang seperti suatu kemenangan," katanya pada Apcom. "Meski kami tidak menang malam ini, adalah tim terbaik di liga dan akan menjadi juara dalam beberapa minggu lagi. Tim ini layak menang di pertandingan ini, Kami pulang dengan keunggulan 10 poin, seharusnya bisa 13, tetapi inilah sepak bola,” tambahnya. "Kami sudah menjaga semua pemain penting (Juventus), kami hanya lupa ada . Mungkin kami telah berpikir pertandingan sudah selesai, tetapi tendangan sudut (Sebastian) Giovinco sangat bagus,” katanya menanggapi gol . Dengan hasil itu, hanya membutuhkan 8 poin dari 6 pertandingan berikutnya untuk bisa jadi juara. 4. TIM Trophy, 14 Agustus 2009, Inter Vs Juventus 1-1 (Adu Penalti 5-6) Turnamen tradisional Trofeo Tim dilangsungkan di Pescara antara , dan , yang berhadapan satu sama lain dalam 3 pertandingan berdurasi 45 menit. Sebagai pertandingan pembuka berlangsung pertandingan lawan . Gol pembuka terjadi di menit ke 25, ketika Thiago Motta menangkap dengan baik crossing pantulan dari di dalam kotak penalti dan menuntaskannya dengan lob sempurna untuk membuat kedudukan 1-0 bagi . Pada menit 39, Marco Materazzi memberikan hadiah penalti bagi setelah melanggar dalam kotak penalti. Dia juga terkena kartu merah. menendang dengan keras tetapi kiper Julio Cesar bisa menyelamatkannya dengan baik. Pada menit ke 43, pemain pengganti Nelson Rivas secara tidak langsung memberikan gol bagi . Setelah dia melakukan back-pass yang buruk ke kiper Julio Cesar, yang membuat bisa mencurinya dan membuat kedudukan menjadi imbang 1-1. Pertandingan kemudian ditentukan lewat adu penalti. Seri awal tidak cukup untuk menentukan pemenang setelah semua algojo berhasil menjalankan tugasnya selain () dan Walter Samuel (). Kemudian adu penalti dilanjutkan dengan sistem sudden death. Tendangan Davide Santon berhasil diselamatkan sebelum Nicola Legrottaglie menjaringkan gol kemenangan. Adu Penalti: - Milito (Inter): gol. - Salihamidzic (Juventus): gol. - Balotelli (Inter): gol. - Grygera (Juventus): gol. - Chivu (Inter): gol. - Felipe Melo (Juventus): gol. - Thiago Motta (Inter): gol. - Poulsen (Juventus): membentur tiang. - Samuel (Inter): membentur tiang. Sudden death: - Amauri (Juventus): gol. - Vieira (Inter): gol. - Iaquinta (Juventus): gol. - Santon (Inter): ditangkap kiper. - Legrottaglie (Juventus): gol. Susunan Pemain: Inter (4-3-1-2): Julio Cesar; Santon, Samuel, Materazzi, Chivu; Vieira, Cambiasso, Thiago Motta; Stankovic; Quaresma, Mancini. Pelatih: Mourinho. Juventus (4-3-1-2): Buffon; Grygera, Legrottaglie, Cannavaro, Molinaro; Salihamidzic, Melo, Poulsen; Thiago; Iaquinta, Amauri. Pelatih: Ferrara. (bola/cax)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE