Fakta dan Data Pekan Terakhir Serie A

Editor Bolanet | 18 Mei 2010 20:00
Fakta dan Data Pekan Terakhir Serie A
Lega Calcio Serie A

Bola.net -

Oleh: Ronny Wicaksono

Inter Milan sukses mengakhiri musim kompetisi 2009-2010 dengan menjadi jawara Serie A tepat di pertandingan pamungkas, mengakhiri kejar mengejar dengan AS Roma di beberapa pekan terakhir. Namun di pekan terakhir kemarin, Serie A juga banyak menghadirkan fakta menarik, pun sejumlah rekor yang terpecahkan. Berikut data dan fakta yang mewarnai giornata ke-38 Serie A: - Inter Milan menggenggam scudetto mereka yang ke-18 atau kali kelima secara beruntun - rangkaian yang hanya disamai oleh dan di era 1930-an. - Di antara semua skuad Inter musim ini, ada beberapa pemain yang turut mengecap sukses merebut kelima gelar scudetto tersebut. Mereka adalah Esteban Cambiasso, Ivan Cordoba, Julio Cesar, Marco Materazzi, Pierluigi Orlandoni, Walter Samuel, Dejan Stankovic, Francesco Toldo dan kapten Javier Zanetti.

Jose Mourinho merayakan kemenangan dengan para penggawa Inter (c)GettyImages
- Pelatih Nerazzurri, Jose Mourinho saat ini telah memenangkan enam gelar juara Liga, masing-masing dua kali: bersama di Portugal, di Inggris dan Inter Milan di Italia. - La Beneamata membuktikan diri menjadi tim paling subur dengan mencetak total 75 gol. Selain itu mereka juga menjadi tim yang memiliki pertahanan terbaik dengan hanya menderita kebobolan 35 gol. Diego Milito menyumbang 22 gol untuk Inter di Serie A, dan menambah catatan gol yang ia cetak menjadi 46. - AS Roma hanya menderita sekali kekalahan dalam 28 pertandingan Serie A mereka, yakni ketika dipermalukan 2-1 di Olimpico 25 April silam. Dari catatan tersebut, Giallorossi sukses membukukan 21 kemenangan. - Duet striker Roma, Mirko Vucinic dan Francesco Totti membuktikan diri sebagai pemain dengan kerja sama paling menentukan: dengan gol yang mereka cetak, Roma berhasil mengamankan total 39 poin.

Vucinic membuktikan diri sebagai salah satu penyerang terpenting Serie A (c)GettyImages
- Gelandang Roma, Daniele De Rossi mencetak rekor pribadi baru untuknya dengan melesakkan tujuh gol dalam satu musim. - menyamai rekor buruk mereka sepanjang masa dengan kekalahan ke-15 mereka musim ini serta kebobolan hingga 56 gol, sama dengan catatan buruk yang mereka dapatkan di musim 1962-1962. - Bianconeri hanya memenangkan satu dari 12 laga tandang mereka ke San Siro di pentas Serie A, yakni pada tanggal 6 Mei 2005 saat mereka berhasil menang dengan skor 1-0, sementara di pertemuan lain menghasilkan tujuh hasil imbang dan empat kekalahan. - Juventus tak pernah kalah dari AC Milan dua kali dalam semusim. Terakhir mereka kalah dari Rossoneri adalah di musim 1990-1991, ketika itu mereka tumbang 2-0 dan 3-0. Musim ini mereka dua kali ditekuk Milan dengan skor identik, 3-0! - Playmaker AC Milan, yang di pertandingan terakhir kompetisi kemarin mencetak dua gol ke gawang Juve menambah catatan golnya menjadi 12, empat gol lebih banyak dari musim pertamanya di Serie A.

Ronaldinho bermain prima di laga terakhir Milan (c)GettyImages
Luca Antonini menandai penampilan yang ke-100 di pentas Serie A dengan gol keempat sepanjang karirnya. - Meski kalah dari Sampdoria di laga pamungkas, mengakhiri musim ini dengan 59 poin, catatan rekor baru sejak sistem tiga poin untuk kemenangan diperkenalkan di musim 1994-1995. - Partenopei yang dibungkam Sampdoria 1-0 di laga terakhir, menambah penjang rekor mereka tak pernah menang di Genoa dalam ajang Serie A sejak 29 September 1996, sebelumnya mereka hanya bisa meraih satu hasil imbang dan tiga kali kalah. - , dan menutup kompetisi dengan rekor tak terkalahkan di kandang. Il Samp juga pernah melakukannya dua kali yakni di musim 1960-1961 dan 1989-1990. - Striker , Giampaolo Pazzini mencetak 19 gol musim ini dan itu melampaui rekor pribadinya, dan total 58 gol telah ia bukukan di kompetisi papan atas Italia.

Pazzini, makin tajam di laga-laga terakhir Sampdoria (c)GettyImages
- sebelumnya tak pernah berhasil menggenggam 65 poin di Serie A sebagaimana mereka bukukan musim ini, sementara torehan 59 gol mereka menyamai rekor yang dicetak musim 1950-1951. - Musim ini, mencatat rekor terburuk baru untuk klub dengan 21 kekalahan yang mereka derita serta 67 gol yang bersarang di gawang mereka dalam satu musim Serie A. - juga menembus rekor terendah yang baru dengan 21 kekalahan, tujuh di antaranya diderita di kandang, menyamai kiprah terburuk mereka di Serie B pada musim 1932-1933 dan Serie A pada musim 1948-1949. - tak pernah sebelumnya mengemas 45 poin dalam satu musim di papan atas. Penyerang baru mereka, Maxi Lopez mencatat rekor impresif dengan raihan 11 gol sejak gabung Gli Elefanti di bulan Januari, dengan tujuh di antaranya dicetak dalam enam laga terakhir. - Dengan meraih 50 poin musim ini, menciptakan rekor baru untuk klub mereka di Serie A. Meski demikian, 48 gol yang mereka bukukan musim ini hanya selisi hsatu gol saja dengan torehan terbaik mereka di musim 1995-1996. - mengakhiri kompetisi musim ini dengan memenangkan empat dari enam laga terakhir mereka, termasuk kemenangan atas Udinese di partai terakhir. Pelatih Biancoceleste, Edy Reja menandai kemenangannya yang ke-300 dalam 802 laga profesional sebagai pelatih, sementara sisanya berakhir dengan 246 hasil imbang dan 256 kekalahan. - Penyerang , Antonio Di Natale menahbiskan diri menjadi pencetal gol terbanyak Serie A atau Capocannoniere dengan 29 gol, total sudah 102 gol ia cetak di ajang Serie A. Catatan ini lebih baik dua gol dari pencetak gol terbanyak Udinese sebelumnya yakni Oliver Bierhoff di tahun 1997-1998.

Tambahan satu gol di laga pamungkas, Di Natale genggam pencetak gol terbanyak musim ini (c)GettyImages
- Udinese tak pernah mengecap kekalahan sejak dilibas 4-1, 28 Maret silam. Mereka menorehkan tiga kali kemenangan sementara lainnya lebih banyak imbang. - hanya memungut tiga hasil imbang dalam tujuh pertandingan terakhir mereka dan mereka tak pernah menaklukkan Bari di kandangnya pada kompetisi papan atas sejak menang 1-0 di 8 Februari 1998, diikuti dengan satu hasil imbang dan tiga kekalahan. - memang hanya meraih enam hasil imbang dan delapan kekalahan dalam 14 pertandingan terakhir, namun dengan 56 gol dan 37 di antaranya dicetak di kandang, mereka mencapai dua rekor baru untuk klub di kompetisi papan atas. - menembus rekor baru klub dengan kekalahan ke-23 musim ini. Dalam 19 partai sejak putaran kedua, mereka hanya meraih total delapan poin. Kekalahan dari tuan rumah juga menegaskan jika Amaranto tak pernah menang di Tardini, dengan lima kali mereka mengecap kekalahan. (bola/row)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE