Kartini dari Lapangan Hijau Sepakbola Indonesia
Asad Arifin | 21 April 2016 17:54
Bola.net - Bola.net - Tanggal 21 April selalu mendapatkan tempat khusus di Indonesia. Hampir setiap tahunnya, selalu diadakan berbagai macam seremonial untuk mengenang jasa R.A Kartini. Oleh karena itu, tanggal 21 April biasa disebut sebagai hari Kartini.
Lantas, siapakah Kartini itu? Secara singkat dapat dijelaskan bahwa Kartini adalah salah satu putri terbaik bangsa Indonesia. Di tengah segala keterbatasan, dan juga tentangan zaman, putri kelahiran Jepara ini menjadi pelopor gerakan emansipasi.
Salah satu pokok ide perjuangan Kartini adalah mengajak para perempuan untuk berpikir maju, berpendidikan, memiliki daya saing dan tidak terbelenggu oleh bias gender. Dalam prakteknya, ide tersebut hingga kini masih sering dipraktekkan oleh para perempuan di Indonesia.
Tak terkecuali di bidang sepakbola, olahraga yang sangat erat kaitannya dengan dominasi kaum maskulin. Sudah banyak perempuan yang tidak hanya berkaitan, namun juga berkecimpung secara langsung di dunia sepakbola.
Adinda Pricilia

Saat media di Inggris gencar mengabarkan pesona kecantikan Eva Carneiro, fisioterapis cantik Chelsea, hal yang nyaris sama juga terjadi di Indonesia.
Fenomena tersebut menimpa Adinda Pricilia yang pada tahun 2015 lalu menjadi fisioterapis bagi klub Pelita Bandung Raya (Sekarang Madura United). Kecantikan sosok yang biasa disapa Cia tersebut menjadi oase bagi sepakbola Indonesia.
Sebagai fisioterapis, Cia nampak tidak canggung saat harus beraksi di lapangan. Ia tampak tenang saat harus berlari ke tengah lapangan untuk memberikan perawatan ketika ada pemain yang cedera. Demikian pula saat ia harus berbagi tempat dengan para pemain di bangku cadangan.
Kini, Cia memang sudah tidak lagi tercatat sebagai fisioterapis klub. Bersama beberapa rekannya, Cia mendirikan klinik yang secara khusus diperuntukkan untuk penanganan cedera atlet.
Azizah Alvionita
Nama Azizah Alvionita memang belum populer bagi para pecinta sepakbola Indonesia. Ia juga memilih jalur yang tidak biasa dalam karirnya di dunia sepakbola.
Azizah adalah salah satu wasit yang dimiliki oleh Indonesia.
Namanya memang tidak sohor seperti Oki Dwi Putra atau Thoriq Al Kathiri. Namun, prestasi Azizah tidak perlu diragukan lagi. Dara berusia 22 tahun ini adalah wasit yang sudah memiliki lisensi nasional.
Perempuan berdarah Minang ini sudah mengantongi lisensi C 1 Nasional. Lisensi tersebut memungkinkannya memimpin pertandingan di Divisi Utama.
Ratu Tisha

Nama Ratu Tisha Destria belakangan mencuat seiring dengan segera bergulirnya Indonesia Soccer Championsip (ISC). Ratu Tisha merupakan salah satu petinggi dari PT Gelora Trisula Semesta, operator dari ISC.
Namun, sejatinya Ratu Tisha bukan sosok yang baru di dunia sepakbola. Namanya mulai diperhitungkan kala ia menjadi mendirikan lembaga statistik yang secara khusus digunakan untuk mengukur performa tim maupun pemain secara individu.
Salah satu tim yang kemudian memanfaatkan jasa lembaga statistik yang didirikannya adalah timnas U-19 yang menjadi jawara AFF Cup tahun 2013 yang lalu.
Tak hanya itu, Ratu Tisha juga pernah belajar tentang sepakbola dalam Program FIFA Master-International Master in Management, Law, and Humanities of Sports.
Fortunella Levyana

Sebelum nama Adinda Pricilia mencuat sebagai fisioterapis cantik di Pelita Bandung Raya (kini Madura United), publik sudah lebih dulu mengenal sosok Fortunella Levyana sebagai fisioterapis di PBR.
Nella, sapaan Fortunella Levyana, berkontribusi dalam kelolosan PBR hingga babak semifinal Indonesia Super League (ISL) pada tahun 2014 yang lalu.
Pada awal tahun 2016 ini, Nella sempat bergabung dengan Persib Bandung untuk menjadi fisioterapis. Namun, belakangan dara berusia 24 tahun ini urung menjadi bagian dari klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
Indah Kurnia

Nama Indah Kurnia mungkin saat ini lebih dikenal sebagai politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P). Kiprah politik juga mengantarnya untuk menjadi wakil rakyak dan duduk di Senanyan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Namun, Indah Kurnia memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di dunia sepakbola. Ia pernah menjadi manajer bagi klub Persebaya Surabaya yang berkiprah di Liga Indonesia tahun 2006 yang lalu.
Di bawah komando Indah Kurnia, Persebaya kala itu mampu menjadi jawara Liga Indonesia tahun 2006.
Selain Indah Kurnia, tercatat juga pernah ada sosok Ayu Devi Sartika yang menjadi manejer bagi klub Deltras Sidoarjo. Keterlibatan Ayu dalam sepakbola tak lepas dari peran besar yang ayah, Vigit Waluyo.
Caroline Natasha

Kiprah Bali United di sepakbola Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Meskipun tergolong klub baru, Bali United menjadi salah satu klub yang paling konsisten di tengah prahara sepakbola Indonesia.
Representasi Bali United mungkin masih menjadi dominasi sang pelatih, Indra Sjafri. Namun, jangan lupakan juga juga peran penting sosok Caroline Natasha.
Caroline adalah Digital Marketing klub berjuluk Serdadu Tridatu tersebut. Ia adalah sosok di balik terobosan-terobosan yang yang membuat Bali United menjadi klub yang diminati oleh sponsor.
Selain itu, belakangan klub ini juga baru saja meluncurkan website dan toko yang secara khusus menjual segara pernak-pernik resmi yang dikeluarkan oleh klub.
Dwie Apriliani

Tahukah Anda siapa nama kapten Timnas Putri Indonesia? Jika tidak, mungkin itu bukan salah kita.
Sepakbola putri memang belum populer di Indonesia. Meski belum populer, bukan lantas tidak ada. Sebab Timnas Putri Indonesia tak mendapat porsi ekspose cukup besar dari awak media.
Dwie Aprilliani, itulah nama kapten Timnas Putri Indonesia.
Nama lengkapnya adalah Dwie Aprilliani Fitria Murti. Lia, begitu sapaan karibnya, berasal dari Yogjakarta. Ia dipercaya menjadi kapten timnas putri pada ajang Piala AFF pada tahun 2015 yang lalu.
Deliana Fatmawati Kaban

Satu lagi perempuan Indonesia yang memilih berkarir di sepakbola adalah Deliana Fatmawati Kaban.
Bagi Deliana, Kartini merupakan simbol dari kebangkitan para perempuan di Indonesia. Bahkan, dara manis asal Medan itu menganggap Kartini sebagai sosok yang mampu menyetarakan hak antara perempuan dan laki-laki.
Kartini membawa semangat tentang perubahan. Bagi saya yang bisa diambil dari sosok Kartini adalah semangatnya untuk membuat perubahan dalam diri sendiri, ujar Deliana saat dihubungi Bola.net, Kamis (21/4).
Deliana berharap kedepannya akan ada banyak lagi wasit perempuan di sepakbola dan futsal. Deliana sendiri saat ini sudah mengantongi lisensi C2 untuk wasit sepakbola dan lisensi nasional untuk futsal.
Tentunya akan lebih menarik kalau pemainnya perempuan dan wasitnya juga perempuan, Deliana mengakhiri.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Timnas Indonesia vs Nepal: FIFA Womens Match Day 2025, Tayang di Vidio
Tim Nasional 25 November 2025, 12:00
LATEST UPDATE
-
Man of the Match AZ Alkmaar vs Juventus: Randal Kolo Muani
Liga Eropa UEFA 6 November 2026, 05:25
-
Man of the Match AC Milan vs Ferencvaros: Lenny Joseph
Liga Eropa UEFA 6 November 2026, 04:29
-
Hasil AC Milan vs Ferencvaros: 10 Pemain Tim Tamu Bekuk Rossoneri di San Siro!
Liga Eropa UEFA 6 November 2026, 04:19
-
Tempat Menonton AZ vs Juventus di Liga Europa, 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 6 November 2026, 00:35
-
Link Live Streaming AZ vs Juventus di Liga Europa, 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 6 November 2026, 00:05
-
Cristiano Ronaldo Pensiun, Pelatih Portugal Ungkap Permintaan Terakhirnya kepada CR7
Piala Eropa 5 November 2026, 23:44
-
Jose Mourinho Berhasil Pulihkan Performa Jude Bellingham di Real Madrid
Liga Champions 5 November 2026, 23:30
-
Tempat Menonton Milan vs Ferencvaros di Liga Europa, 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 5 November 2026, 23:06
-
Usai Perpanjang Kontrak, Raphinha Tegaskan Ingin Pensiun di Barcelona
Liga Spanyol 5 November 2026, 23:04
-
Juventus Punya Dana 100 Juta Euro, Lima Striker Masuk Daftar Belanja
Liga Italia 5 November 2026, 22:36
-
Link Live Streaming Milan vs Ferencvaros di Liga Europa, 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 5 November 2026, 22:06
-
Cemerlang Lawan AS Roma, Youri Tielemans Dituntut Main Lebih Konsisten di MU
Liga Inggris 5 November 2026, 21:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






