Kasus Diego dan Pembelajaran Untuk Kita
Editor Bolanet | 13 November 2012 17:02
Bola.net - Oleh: A.A. Ariwibowo
Kasus pemukulan yang melibatkan penggawa Timnas Indonesia, Diego Michiels menjadi perbincangan banyak orang. Mulai dari manajemen Timnas hingga masyarakat ramai membicarakan pacar Nikita Willy tersebut. Pertanyaannya sama, masih layakkah nama Diego tercantum dalam skuad Timnas untuk Piala AFF 2012. Dan pelajaran apa yang dapat diambil dari kasus tersebut untuk kita, pecinta bola.
Kasus ini terjadi pada Kamis (08/11) dini hari. Diego Michiels yang saat itu menghadiri perayaan ulang tahun rekannya diduga terlibat pengeroyokan kepada Mef Paripurna di parkiran Basement 2, Senayan City, Jakarta Pusat. Akibat perbuatannya itu, Diego dinilai telah melanggar pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman lima tahun.
Ini bentuk penganiayaan ringan karena kedua belah pihak sama-sama mabuk. Diego kita butuhkan untuk Piala AFF. Kami juga tak menyepelekan hukum, tetapi kami juga berharap penahanannya ditunda untuk kepentingan AFF, kata Limbong, Jumat (09/11).
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar juga mengatakan telah berbicara dengan Diego dan pemain yang berposisi sebagai bek itu telah mengakui kesalahannya.
Diego sudah berbicara dengan saya. Dia mengaku memang salah telah keluar malam. Karena itu, saya beri sanksi dalam bentuk pemotongan uang saku harian sebesar Rp 500.000. Nanti, uang itu akan kita sumbangkan, ungkap Nil seusai memimpin latihan timnas di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis petang.
Menilik dua komentar dari dua orang yang memiliki kepentingan di Timnas ini, dua argumen tersebut sama-sama merujuk kepada motif kehendak seseorang ketika melakukan tindakan secara mandiri dan bertanggung jawab.
Artinya, seluruh tindakan hanya dianggap punya moralitas keolahragaan, bila merujuk dan mengacu kepada apa yang seseorang niatkan, apa yang seseorang maksudkan. Benarkah?
Soalnya, apa yang DM niatkan dan maksudkan, nyatanya Mef Paripurna sebagai korban mengalami luka di mata, kepala, dan bagian lain di tubuhnya. Ada sejumlah bukti yang sudah ditemukan berupa rekaman kamera CCTV dan hasil visum terhadap Mef.
Di hadapan nilai keolahragaan yang menjunjung nilai disiplin dan sportivitas, aksi mengeroyok kemudian mencederai seseorang adalah perilaku buruk.
Sebagai atlet, bertindak indispliner dan melakukan pengeroyokan yang jauh dari nilai sportivitas, membuktikan bahwa ia mengingkari kewajiban setiap manusia untuk manjauhi perilaku buruk, dan wajib memupuk perilaku terpuji.
Dalam kasus Diego Michiels tersebut, perilaku pengeroyokan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Pengeroyokan yang mengakibatkan seseorang mengalami cedera dapat dibaca sebagai perilaku seseorang yang paham betul membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Apalagi status Diego sebagai pemain sepak bola profesional yang seharusnya menjunjung sportivitas dan disiplin atlet.
Manakala kasus DM terus bergulir, pelajaran apa yang dapat dipetik oleh publik pecinta bola?
Publik dapat belajar apa itu sikap menahan diri (la temperanza), keteguhan hati (la fortezza), dan kemampuan membedakan apa yang baik dan apa yang buruk (prudenza). Ketiga hal itu dikemukakan oleh ahli pendidikan Komensky sebagaima dikutip oleh Doni Koesoema dalam buku Pendidikan Karakter.
La temperanza, kemampuan untuk mengaktualisasikan dan memuaskan dorongan keinginan dalam diri secara seimbang melalui cara-cara yang tepat. Tahu kapan harus berbicara, tahu kapan harus diam. Bukankah pepatah Latin menyatakan, kebaikan senantiasa berada di tengah-tengah (bene stat in medio).
La fortezza, kemampuan untuk mengalahkan diri sendiri, tahan menanggung kesulitan, mampu optimis di setiap waktu, dan mampu menahan rasa amarah. Pertimbangan rasio menjadi panglima dari tindakan seseorang, bukan justu pertimbang senang tidak senang.
La prudenza, kemampuan untuk mengetahui secara saksama dampak-dampak dari hasil suatu perbuatan. Mampu menilai segala sesuatu merupakan dasar setiap keutamaan.
Pembelajaran dari kasus yang menimpa Diego ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita. Setiap perbuatan buruk adalah perbuatan buruk. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kurang Sabar! Ini Masalah Utama Real Madrid Saat Kalah dari Mallorca
Liga Spanyol 5 April 2026, 11:30
-
Real Madrid Tumbang di Mallorca, Arbeloa Beberkan Masalah Timnya
Liga Spanyol 5 April 2026, 10:16
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 5 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 10:01
-
Real Madrid Kalah dari Mallorca, La Liga Sudah Lepas dari Tangan!
Liga Spanyol 5 April 2026, 09:45
-
Nonton Live Streaming Final Four Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 5 April 2026
Voli 5 April 2026, 08:56
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 5 April 2026, 08:46
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 5 April 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13








