Kekalahan di Piala Dunia Berbuntut Hukuman

Editor Bolanet | 1 Juli 2010 16:52
Kekalahan di Piala Dunia Berbuntut Hukuman
Pemain Korut, Jong Tae-Se, dan rekan-rekannya terancam mendapat hukuman (c)afp

Bola.net - Para pemain Korea Utara terancam untuk dipekerjakan di tambang batu bara, sementara Nigeria dilarang bermain di kompetisi internasional selama dua tahun. Timnas Inggris mungkin lebih beruntung karena kekalahan mereka hanya menjadi sasaran kecaman oleh media massa. Setibanya di kampung halaman, tim Korut yang berjuluk pasukan Chollima tersebut digambarkan bagaikan pasukan bermuka batu, yang bisa menjadi pertanda buruk seperti diungkapkan mantan pelatih nasional Moon Ki-Nam, setelah dipermalukan oleh Portugal dengan skor 7-0. Yang memperburuk keadaan adalah mereka menjadi sorotan di negara komunis tersebut setelah menampilkan permainan cemerlang saat kalah 2-1 dari juara lima kali Brazil di laga pembuka. "Pemain dan pelatih dihadiahi rumah besar jika mereka menang," kata Moon yang meninggalkan negaranya pada 2004. "Namun jika kalah mereka akan dikirim untuk bekerja di tambang batu bara," tambahnya. Ada banyak legenda diceritakan turun temurun mengenai perlakuan terhadap tim sepak bola yang gagal di negara-negara di bawah rezim yang keras. Almarhum Uday Hussein, anak lelaki mantan pemimpin Irak Saddam Hussein mempunyai cara tersendiri untuk menghukum pemain Irak yang gagal memenangi kompetisi. Hukuman yang paling sering diberikan termasuk cambuk dengan kabel listrik atau dipaksa mandi di got. Nigeria sementara itu tersingkir dari Piala Dunia dan berada di posisi paling bawah dalam Grup dengan hanya satu poin dari tiga laga. Mereka kalah dari Argentina dan Yunani serta seri dengan Korsel. Pada Rabu, Presiden Nigeria Goodluck Jonathan melarang timnas mengikuti kompetisi internasional selama dua tahun menyusul penampilan buruk mereka di Afrika Selatan. Tersingkirnya Prancis dari putaran pertama mendorong Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Jean-Pierre Escalettes untuk mundur. Escalettes dan pelatih Raymond Domenech juga dipanggil untuk menjelaskan kekalahan mereka di hadapan parlemen Prancis. Hukuman dan kompensasi bisa datang dalam berbagai bentuk. Yang paling parah adalah nasib pemain Kolombia Andres Escobar yang membuat gol bunuh diri pada Piala Dunia 1994 saat melawan Amerika Serikat. Tim Amerika Selatan tersebut akhirnya bertekuk lutut pada AS dan harus tersingkir di putaran pertama. Sekembalinya di kampung halaman, Escobar ditembak mati oleh pembunuh bayaran yang disewa anggota geng karena bek Kolombia tersebut dianggap menjadi penyebab mereka kalah taruhan. (ant/bola)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE