Ketika Penghematan Jadi Keharusan di Eropa

Editor Bolanet | 4 Agustus 2010 08:22
Ketika Penghematan Jadi Keharusan di Eropa
Klub asuhan Guardiola terlilit utang 442 juta Euro (c)zimbio

Bola.net - Siapa yang saat ini masih meragukan efek krisis ekonomi global pada tim sepak bola sepak bola dunia, rasanya hanya perlu melihat buktinya pada sepinya bursa transfer di Eropa sekarang ini. Jumlah menakjubkan musim panas lalu, ketika Real Madrid memecahkan rekor transfer dunia dua kali, telah menjadi peringatan bagaimana klub-klub sekarang berhadapan dengan utang yang makin menumpuk dan masa depan yang tidak pasti. Barcelona, saat ini dibebani dengan rekor utang 442 juta euro dan pada awal Juli lalu mereka telah mengambil pinjaman 155 juta euro untuk mengatasi masalah cash-flow mereka. Mereka memulai musim panas ini dengan mendatangkan striker Spanyol, David Villa, dari Valencia yang dililit utang sekitar 40 juta euro, tapi pembelian itu harus mereka imbangi dengan penjualan Yaya Toure dan Dmitryo Chygrynskiy, serta melepaskan Thierry Henry. Audit eksternal dari Deloitte mengungkapkan kalau juara La Liga itu membukukan kerugian 77,1 Euro musim lalu, menjadi yang pertama bagi mereka dalam tujuh tahun. Ini membuat para pejabat klub berjuang untuk menenangkan pendukung mereka yang mulai khawatir. "Angka-angka yang ditunjukkan oleh mantan dewan tidak mencerminkan yang sebenarnya," kata wakil presiden Barcelona untuk urusan ekonomi, Javier Faus. "Ada masalah secara struktural. Prestasi yang bagus dalam beberapa tahun terakhir belum tercermin dalam kondisi ekonomi." Saingan Barca, Real, tampaknya menciptakan era baru transfer ketika mereka mendatangkan bintang kelas dunia seperti (65 juta euro), Cristiano Ronaldo (93,5 juta Euro) dan Karim Benzema (35 juta Euro yang bisa meningkat jadi 41 juta Euro) ke Stadion Santiago Bernabeu musim panas lalu. Proyek pembangunan kembali itu gagal untuk menghasilkan gelar apapun pada musim 2009-2010, namun pengeluaran mereka di bawah pelatih baru Jose Mourinho di musim panas ini nampaknya jauh berbeda dibandingkan tahun lalu. Di Italia, baik juara Eropa Inter Milan dan tetangganya AC Milan belum melakukan penambahan yang signifikan. menjadi satu-satunya tim besar Serie A yang lebih dari 10 juta euro untuk membeli pemain. Klub raksasa Jerman, Bayern Munich, belum melakukan pembelian sejak meraih gelar double musim lalu. Sementara transfer terbesar sampai saat ini di Prancis tercatat dilakukan oleh Marseille untuk mendatangkan Cesar Azpilicueta dari Osasuna dengan transfer sebesar 9,5 juta Euro. "Ini realitas ekonomi, banyak klub yang menderita," kata pelatih Marseille Didier Deschamps. Satu tim yang masih dengan mudah menggelontorkan uangnya adalah Manchester City, yang didukung oleh kekayaan pribadi besar pemilik mereka, Sheikh Mansour bin Zayed bin Sultan Al Nahyan. Sejak mengambil alih klub tersebut pada bulan Agustus 2008, konglomerat dari Abu Dhabi tersebut telah menghabiskan 284 juta pounds (339 juta Euro) hanya untuk membeli pemain. Pengeluaran itu terus bertambah beberapa pekan terakhir, dengan bintang-bintang Piala Dunia seperti Toure, Jerome Boateng, Aleksandar Kolarov, dan David Silva semua tiba di Eastlands. Dengan kekuatan keuangan City itu membuat harga pemain yang diketahui secara publik mereka minati menjadi naik drastis. Tetapi dengan kekuatan itu pelatih Roberto Mancini yakin saingan mereka pasti akan takut. "Apakah mereka takut? Saya pikir begitu. Pada saat ini hanya Manchester City yang membeli pemain," katanya. "Tapi itu normal karena Manchester City ingin berkembang. Tim besar-besar lain seperti Manchester United, Tottenham, Chelsea, Arsenal dan Liverpool telah menghabiskan banyak dana beberapa tahun terakhir, tetapi sekarang City yang melakukannya." Begitu cepatnya proses bergabungnya pemain bintan ke skuad City, meskipun mereka gagal lolos ke Liga Champions, sangat kontras dengan transaksi transfer dari para pesaing mereka. Sang juara bertahan, , belum memperkuat skuad mereka. Sementara penggemar Liverpool dan United masih menunggu pembelian besar yang selalu dianggap sebagai tanda keseriusan klubnya. United tidak pernah lagi melakukan pembelian besar sejak memecahkan rekor transfer mereka untuk pembelian penyerang Bulgaria, Dimitar Berbatov, dari Tottenham dengan transfer sebesar 30,2 juta pounds (45,3 juta Euro) pada bulan September 2008. Utang klub di bawah kepemilikan keluarga Glazer telah naik ke jumlah 716,5 juta pounds (858 juta Euro). Klub di seluruh Eropa berusaha mengekang pengeluaran mereka untuk bersiap menyambut diberlakukannya peraturan dalam persiapan untuk memperkenalkan peraturan baru UEFA, financial fair play, pada tahun 2012, yang meminta semua klub Eropa untuk mencapai BEP. Presiden UEFA Michel Platini bertekad untuk membalikkan gelombang peningkatan utang dan dengan klub-klub yang sudah merasa terjepit, transfer mega dollar nampaknya segera akan menjadi sejarah. (afp/cax)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE