Kilas Balik Piala Dunia 2006 Jerman
Gia Yuda Pradana | 2 Juni 2018 08:00
Bola.net - Bola.net - Tuan rumah: Jerman
Juara: Italia (Gelar ke-4)
Runner-up: Prancis
Top Scorer: Miroslav Klose (Jerman) - 5 gol
Skor tertinggi: Argentina 6-0 Serbia (Grup C), Jerman 4-2 Kosta Rika (Grup A)
Total gol: 147
Total penonton: 3.359.439
Pesimisme mengiringi langkah Italia menuju putaran utama Piala Dunia 2006 di Jerman. Penyebabnya adalah skandal Calciopoli yang mengguncang persepakbolaan mereka. Namun sinisme publik dan semua keraguan itu justru menjadi salah satu sumber motivasi Azzurri untuk titel mereka yang keempat.
Dilatih Marcello Lippi, dikapteni Fabio Cannavaro, Italia menaklukkan dunia di tengah prahara.
ITALIA MENAKLUKKAN DUNIA
Kemenangan 2-0 atas tim debutan Ghana di laga pertama menjadi fondasi yang ideal. Keinginan untuk membungkam semua kritikan dan cacian rupanya membuat ikatan di skuat Italia terjalin makin kuat. Itu pula yang membuat mereka bisa finis sebagai juara Grup E, setelah imbang 1-1 lawan Amerika Serikat dan menang 2-0 atas Republik Ceko, yang waktu itu begitu diunggulkan karena diperkuat pemain-pemain top semacam Petr Cech, Tomas Rosicky hingga kapten Pavel Nedved.
Selama berpuluh-puluh tahun, kesuksesan Italia selalu dibangun dengan pertahanan yang kuat. Namun Lippi di turnamen ini juga memfokuskan pada skema serangan timnya. Francesco Totti diplot sebagai pendukung duet penyerang yang komposisinya kerap dirotasi, bergantian antara Luca Toni, Alberto Gilardino, Alessandro Del Piero, Filippo Inzaghi dan Vincenzo Iaquinta. Selain itu, dua full-back ofensif pada diri Gianluca Zambrotta dan Fabio Grosso pun memberi dimensi berbeda pada permainan Italia.
Berbahaya saat menyerang, Italia nyaris tak goyah sekalipun saat bertahan. Dikomandoi Cannavaro, barisan belakang Italia benar-benar sulit ditembus oleh lawan. Bahkan satu-satunya gol yang menggetarkan gawang mereka di fase grup pun tercipta gara-gara bunuh diri Cristian Zaccardo.
Italia kemudian melewati hadangan Australia lewat penalti Totti di menit-menit akhir babak 16 besar. Satu gol Zambrotta dan doppietta Toni kontra Ukraina lalu membawa Italia berhadapan dengan Jerman di semifinal.
Berstatus tuan rumah, juga mencetak 11 gol untuk sampai ke empat besar, membuat Jerman sangat diunggulkan. Die Mannschaft begitu difavoritkan lolos ke final. Namun Italia membungkam publik Signal Iduna Park 2-0 lewat gol-gol Grosso dari assist jenius Pirlo dan Del Piero dari assist brilian Gilardino saat extra time.
Dalam partai final melawan Prancis di Berlin, Italia sukses menuntaskan pekerjaan mereka dan mengakhiri turnamen ini dengan manis. Diwarnai insiden kartu merah Zinedine Zidane untuk tandukannya terhadap Marco Materazzi, Italia menundukkan Prancis lewat adu penalti. Azzurri pun berdiri di puncak tertinggi.
BEBERAPA FAKTA PIALA DUNIA 2006
- Tak ada satupun pemain dari skuat Italia yang mencetak lebih dari dua gol. Namun Italia jadi tim kedua setelah Prancis pada 1982 dengan sepuluh pencetak gol berbeda dalam satu edisi Piala Dunia. Sepuluh pencetak gol Italia itu adalah Pirlo, Iaquinta, Gilardino, Materazzi, Inzaghi, Totti, Zambrotta, Toni, Grosso dan Del Piero.
- Piala Dunia 2006 menyajikan jumlah gol bunuh diri terbanyak dengan empat gol, atau sama dengan yang tercipta pada 1954 dan 1988.
- Untuk pertama kalinya dalam sejarah, gol pertama dan terakhir dicetak oleh bek. Philipp Lahm membuka keunggulan Jerman dalam partai pembuka lawan Kosta Rika, sedangkan Marco Materazzi mencetak gol terakhir Italia di final.
- Laga pembuka yang dimenangi Jerman dengan skor 4-2 atas Kosta Rika menjadi laga pembuka Piala Dunia dengan jumlah gol terbanyak.
- Swiss, yang dikandaskan Ukraina di babak 16 besar, tercatat sebagai tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia tanpa kebobolan satu gol pun.
- Marcus Allback (Swedia) mencetak gol ke-2000 dalam sejarah Piala Dunia, yakni ketika menahan imbang Inggris dengan skor 2-2 di Grup B.
- Turnamen ini diwarnai 345 kartu kuning dan 28 kartu merah, memecahkan rekor yang sebelumnya tercipta di Piala Dunia 1998. Wasit Valentin Ivanov (Rusia) mengeluarkan 16 kartu kuning dan empat kartu merah di babak 16 besar antar Portugal melawan Belanda, dalam laga panas yang kemudian dikenal sebagai Battle of Nuremberg.
- Wasit Graham Poll (Inggris) melakukan blunder fatal, yakni mengganjar Josip Simunic (Kroasia) tiga kartu kuning dalam laga melawan Australia.
Juara: Italia
Runner-up: Prancis
Peringkat 3: Jerman
Peringkat 4: Portugal
Golden Ball: Zinedine Zidane (Prancis)
Golden Boot: Miroslav Klose (Jerman)
Best Young Player : Lukas Podolski (Jerman)
Fair Play Award: Spanyol, Brasil
Yashin Award: Gianluigi Buffon (Italia)
Most Entertaining Team: Portugal.
All-Star Team
Kiper: Gianluigi Buffon (Italia), Jens Lehmann (Jerman), Ricardo (Portugal).
Belakang: Roberto Ayala (Argentina), John Terry (Inggris), Lilian Thuram (Prancis), Philipp Lahm (Jerman), Fabio Cannavaro (Italia), Gianluca Zambrotta (Italia), Ricardo Carvalho (Portugal).
Tengah: Ze Roberto (Brasil), Patrick Vieira (Prancis), Zinedine Zidane (Prancis), Michael Ballack (Jerman), Andrea Pirlo (Italia), Gennaro Gattuso (Italia), Luis Figo (Portugal), Maniche (Portugal)
Depan: Hernan Crespo (Argentina), Thierry Henry (Prancis), Miroslav Klose (Jerman), Francesco Totti (Italia), Luca Toni (Italia).
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
UEFA Peringatkan Gianni Infantino soal Rencana Penjualan Aset Piala Dunia FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:04
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
LATEST UPDATE
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Liverpool demi Inter Milan
Liga Italia 6 September 2026, 21:30
-
Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 21:15
-
Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:04
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:01
-
Link Streaming Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 20:00
-
Federico Dimarco Diragukan Tampil saat Inter Milan Hadapi Real Madrid
Liga Champions 6 September 2026, 19:14
-
Link Streaming Valencia vs Barcelona, 6 September 2026
Liga Spanyol 6 September 2026, 19:00
-
Link Streaming Everton vs Manchester United, Minggu 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 18:30
-
Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:45
-
Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:30
-
Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
Bola Indonesia 6 September 2026, 17:28
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




