Kilas Balik Piala Dunia 2014 Brasil
Richard Andreas | 6 Juni 2018 08:00
Bola.net - Bola.net - Kilas Balik Piala Dunia 2014 Brasil
Tuan Rumah: Brasil
Runner up: Argentina
Top skorer: James Rodriguez
Skor tertinggi: Brasil 1-7 Jerman
Total gol: 171
Total penonton: 3.386.810
Piala Dunia 2014 Brasil mungkin adalah satu-satunya edisi Piala Dunia yang tidak begitu diinginkan oleh penduduk Brasil. Betapa tidak, sebagai negara dengan koleksi trofi Piala Dunia terbanyak (5), Brasil justru dipermalukan saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
Adapun Piala Dunia ini memang selalu dijanjikan sebagai sesuatu yang spesial. Dan ternyata memang demikian yang terjadi, para penonton dijamin tidak kecewa, kecuali penduduk Brasil pastinya. Terlepas dari itu, Piala Dunia ini sungguh lengkap dengan memberikan sajian yang menggairahkan, mengecewakan dan hujan gol kepada penonton.
Kejutan pertama Piala Dunia ini dimulai dari fase grup, saat sang juara bertahan, Spanyol, harus tersingkir sejak awal. Mereka kalah dari Belanda (yang mereka kalahkan di final edisi sebelumnya) dan Chile. Pelatih Vicente del Bosque pun tak bisa bersembunyi dan mengakui kesalahannya: Salahkan semuanya kepada kami, kata Del Bosque.
Selain Spanyol, yang tak kalah mengejutkan adalah penampilan Kosta Rika yang moncer di Grup D. Betapa tidak, Kosta Rika berhasil memulangkan Italia dan Inggris, yang notabene merupakan mantan juara dunia. Grup D juga menyuguhkan satu hiburan unik lagi, yakni saat Luis Suarez menggigit Giorgio Chiellini, yang juga membuat Suarez dihukum sembilan pertandingan dan empat bulan.
Setelah fase grup dilewati, peta kekuatan tim mulai terlihat di babak 16 besar. Di antaranya adalah Brasil, Prancis, Jerman, Belanda dan Argentina yang semuanya berhasil menembus perempat final. Baik Brasil, Jerman, dan Argentina hanya menang tipis untuk menembus semifinal. Sementara Belanda harus meraih kemenangan melalui adu penalti.
Empat dari lima tim kuat itu berhasil mencapai semifinal, hanya Prancis yang mimpinya harus kandas di tangan Jerman. Di semifinal, Jerman dihadapkan dengan Brasil dan Belanda harus menghadapi Argentina. Partai yang tentu menjanjikan segala yang menarik di dunia sepak bola.
Sesuai dugaan, semifinal berhasil membuat penikmat sepak bola menggeleng heran.
Sebagai tuan rumah dan salah satu negara favorit, tentu skuat Brasil menanggung asa seluruh warga Brasil di pundaknya. Mereka sudah menuntaskan separuh tugas sampai di semifinal. Tapi ternyata di sinilah mimpi buruk mereka dimulai, saat Jerman menghantam mereka dengan skor 7-1 yang paripurna.
Bermain di Stadion Belo Horizonte, Thomas Muller membuka keunggulan Jerman di menit ke-11. Dan sejak saat itu permainan Brasil tak kunjung membaik, Jerman bahkan berhasil unggul lima gol tanpa balas hanya dalam waktu 29 menit, yang bertahan hingga paruh waktu.
Pendukung Brasil yang memenuhi stadion pun terdiam, tertunduk lesu. Andre Schurrle kemudian menambah dua gol di sepertiga akhir babak kedua, sebelum ditutup oleh gol pemanis Oscar di menit ke-90. Brasil harus tersingkir dari Piala Dunia, di rumahnya sendiri, dengan cara yang menyakitkan.
(Kekalahan) ini adalah momen terburuk dalam sejarah karier sepak bola saya dan hari terburuk dalam hidup saya, ungkap Luis Felipe Scolari, pelatih Brasil.
Sementara itu, di partai semifinal lainnya, Argentina kembali beruntung karena menang adu penalti dengan Belanda setelah bermain imbang 0-0 di waktu normal. Di beberapa pertandingan sebelumnya, Argentina hanya mampu menang satu gol dari lawan, kecuali saat mereka mengalahkan Nigeria 3-2 di fase grup.
Kali ini, setelah melalui drama adu penalti yang menegangkan, Argentina pun menatap final dengan harapan tinggi, bersama Lionel Messi sang megabintang.
Bertempat di Rio de Jainero, laga final kali ini pun seperti mengulang Piala Dunia 2010. Kedua tim bermain sama baiknya di waktu normal, bahkan terbilang sangat berhati-hati. Statistik mencatat keduanya melakukan 10 percobaan tembakan, tapi tak ada satu pun yang tepat sasaran.
Menampilkan gaya bermain terbaiknya, Jerman mengontrol penguasaan bola lebih dari separuh persentase. Tapi Argentina sempat menciptakan tiga peluang emas melalui Lionel Messi, Gonzalo Higuain dan Rodrigo Palacio yang masing-masing gagal memanfaatkan kesempatan emas mencetak gol.
Tetap tidak ada gol yang tercipta di waktu normal, pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan. Sebelum waktu normal berakhir, Joachim Loew memutuskan untuk memainkan Mario Gotze dan menarik keluar Miroslav Klose.
Berbeda dengan tiga peluang matang Argentina yang gagal menjadi gol, malam itu Gotze memberi pelajaran berharga pada Argentina soal memaksimalkan peluang. Pemain muda ini berhasil mengonversi sodoran Schurrle menjadi gol di menit ke-113. Peluang itu bahkan hanya setengah matang, tapi Goetze berhasil membuat pendukung Jerman bersorak gembira yang nyaris menerbangkan atap stadion Maracana.
Sisa waktu tujuh menit pun tak cukup bagi Argentina untuk mengejar ketertinggalan. Jerman berhasil meraih gelar juara dunia keempat di tanah Brasil.
Ini adalah perasaan yang luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya, tutur Goetze. Saya hanya mencoba menendang bola dan tidak tahu apa yang benar-benar terjadi. Bagi kami, mimpi telah menjadi nyata.
Panggung Penjaga Gawang
Sebagai salah satu edisi Piala Dunia dengan jumlah gol terbanyak maka dapat diasumsikan bahwa performa penjaga gawang kali ini tidaklah terlalu apik. Tapi sebaliknya, Piala Dunia kali ini justru menjadi salah satu ajang pamer kemampuan penjaga gawang seperti Tim Howard, Keylor Navas, Guillermo Ochoa, Manuel Neuer dan Sergio Romero yang tampil gemilang bagi negaranya masing-masing.
Tim Howard misalnya, saat Amerika dikalahkan Belgia di babak 16 besar, dia menyuguhkan 15 penyelamatan, rekor yang bertahan sejak 1966. Hal yang sama dengan Keylor Navas yang mampu menyelamatkan 21 dari 23 tembakan ke gawang yang dia hadapi, alias 91% penyelamatan.
Data dan Fakta
- 171 gol yang terlahir di Piala Dunia 2014 menyamai rekor tahun 1998 sebagai jumlah gol terbanyak dalam satu edisi turnamen.
- Jerman berhasil mencapai final Piala Dunia untuk yang kedelapan kalinya, terbanyak di antara tim lain di sejarah kompetisi ini.
- Jerman adalah tim Eropa pertama yang menjadi juara di Amerika latin.
- Kemenangan 7-1 Jerman adalah margin terbesar yang pernah terjadi di semifinal Piala Dunia.
- Mario Gotze adalah pemain pertama yang datang dari bangku cadangan dan mencetak gol kemenangan.
- Miroslav Klose berhasil mencetak dua gol di Piala Dunia 2014, yang membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 16 gol.
- Faryd Mondragón menjadi pemain tertua (43 tahun, 3 hari) yang pernah berlaga di Piala Dunia.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Update eFootball 2027: Banyak Fitur Baru yang Menarik, Bisa Bikin Turnamen
Bolatainment 13 Agustus 2026, 16:48
-
Pertandingan Pertama Lionel Messi Setelah Sang Ayah Wafat
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 16:17
-
Ayah Lionel Messi Meninggal, Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Penuh Dukungan
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 10:38
-
Paul Pogba Menuju MLS? Deretan Klub Ini Punya Alasan untuk Merekrutnya
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 09:59
LATEST UPDATE
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
-
Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
Liga Spanyol 6 September 2026, 10:00
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

