Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus

Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Gelandang Juventus, Khephren Thuram saat konferensi pers jelang lawan Benfica di Liga Champions. (c) dok.JuventusFC

Bola.net - Bergabung dengan Juventus bukan sekadar perpindahan klub bagi Khephren Thuram. Bagi gelandang asal Prancis ini, mengenakan seragam Bianconeri adalah titik balik pendewasaan mentalitasnya sebagai pesepak bola profesional.

Thuram mengakui adanya perubahan drastis dalam cara pandangnya terhadap sepak bola sejak mendarat di Turin pada 2024. Ia bukan lagi sekadar pemuda yang datang untuk berlatih dan pulang tanpa beban.

Kini, di bawah asuhan Luciano Spalletti, ia bertransformasi menjadi pemain yang lebih detail dan lapar kemenangan.

Pernyataan ini dilontarkannya dalam konferensi pers jelang laga krusial Liga Champions melawan Benfica, yang kini diasuh Jose Mourinho. Thuram menegaskan bahwa dirinya siap memberikan segalanya demi lambang klub di dada.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

1 dari 4 halaman

Evolusi Mentalitas di Turin

Evolusi Mentalitas di Turin

Pemain Juventus, Khephren Thuram, beraksi dalam laga Piala Dunia Antarklub melawan Wydad AC, Minggu, 22 Juni 2025. (c) AP Photo/Chris Szagola

Thuram tidak menampik bahwa lingkungan di Juventus memaksanya untuk tumbuh lebih cepat. Standar tinggi klub membuatnya menyadari bahwa bakat saja tidak cukup untuk bertahan di level tertinggi.

Ia mengenang masa-masa awalnya yang masih "hijau". Namun kini, setiap detik dalam rutinitas hariannya didedikasikan untuk menjadi lebih kuat.

"Saya sudah banyak berubah. Sebelum datang ke Juve, saya jauh lebih muda, saya datang untuk berlatih dan tidak memikirkan banyak hal lain," kenang Thuram jujur.

Rutinitasnya kini berubah total menjadi gaya hidup seorang atlet elit.

"Sekarang saya menyadari bahwa setiap hari itu penting, setiap video, setiap momen, semua yang Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu Anda menjadi lebih kuat," tegasnya.

"Ini cara hidup yang berbeda, memberikan segalanya untuk menjadi lebih kuat," imbuh putra legenda Lilian Thuram tersebut.

Pertandingan Selanjutnya
UEFA Champions League UEFA Champions League | 22 Januari 2026
Juventus Juventus
03:00 WIB
Benfica Benfica
2 dari 4 halaman

Sentuhan Tangan Dingin Spalletti

Kedatangan Luciano Spalletti di kursi pelatih juga membawa dimensi baru dalam permainan Thuram. Sang allenatore menuntut kontribusi lebih nyata dari sekadar mengalirkan bola di lini tengah.

Staf pelatih terus mendorongnya untuk lebih berani masuk ke kotak penalti lawan. Mereka ingin Thuram menjadi ancaman nyata dalam urusan mencetak gol.

"Cara bermain saya sedikit berubah. Pelatih dan staf membantu saya memahami bahwa saya bisa mencetak gol dan menjadi pemain penting bagi tim," ujar Thuram menjelaskan peran barunya.

3 dari 4 halaman

Bangkit Usai Tergelincir Lawan Cagliari

Juventus baru saja menelan pil pahit usai kalah mengejutkan 0-1 dari Cagliari di Serie A. Thuram, yang menyaksikan laga tersebut dari bangku cadangan, menolak untuk panik.

Ia melihat timnya tetap memiliki fondasi permainan yang solid meski hasil akhir tidak berpihak. Fokusnya kini telah beralih sepenuhnya ke laga berikutnya.

"Saya melihat dari bangku cadangan bahwa kami adalah tim kuat yang menciptakan banyak peluang," analisisnya tenang.

"Setelah setiap pertandingan, kami selalu memikirkan pertandingan berikutnya," tambah Thuram.

4 dari 4 halaman

Mimpi Piala Dunia dan Partai Krusial

Menatap laga melawan Benfica, Thuram tahu betul tidak ada kata lain selain kemenangan. Ini adalah mentalitas dasar yang tertanam di Juventus.

"Ini pertandingan penting, dan di Juventus, Anda selalu bermain untuk menang. Pertandingan besok sangat penting bagi saya," tegasnya.

Sementara itu, terkait peluangnya menembus skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026 musim panas nanti, Thuram memilih merendah. Ia sadar bahwa panggilan negara hanya akan datang jika ia tampil konsisten di level klub.

"Saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkan Piala Dunia. Apa yang Anda lakukan sekarang lebih penting," katanya bijak.

Ia menutup sesi wawancara dengan memuji dua rekannya, Fabio Miretti dan Vasilije Adzic, yang dinilainya sebagai pekerja keras yang tahu cara mengembangkan diri tanpa perlu banyak nasihat.

"Penting untuk berkembang sebagai pemain dan bersama tim ini, memenangkan lebih banyak pertandingan, baru kemudian tim nasional akan melihat," pungkasnya.