Kisah-Kisah Perpisahan Van Gaal, Mundur Atau Dipecat?

Aga Deta | 29 Desember 2015 09:15
Kisah-Kisah Perpisahan Van Gaal, Mundur Atau Dipecat?
Louis van Gaal (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Posisi Louis Van Gaal di Manchester United sedang tidak aman. Pria asal Belanda itu terancam dipecat setelah tidak mampu membawa timnya menang dalam delapan laga beruntun di semua ajang kompetisi.

Yang terbaru, Setan Merah hanya sanggup bermain imbang tanpa gol kala menjamu di Old Trafford. Sebelum itu bahkan United menelan empat kekalahan secara beruntun.

Advertisement

Bila tidak segera memperbaiki timnya bukan tidak mungkin Van Gaal akan segera meninggalkan kota Manchester. Namun, bukan kali pertama Van Gaal harus angkat kaki dari sebuah tim, baik secara sukarela atau dipaksa oleh manajemen.

Seperti apa kisah-kisah di balik perpisahan Van Gaal dengan klub-klub sebelumnya? Berikut selengkapnya.

1 dari 7 halaman

Ajax Amsterdam

Ajax Amsterdam

Karir kepelatihan Van Gaal berawal dari Ajax Amsterdam. Ia naik pangkat menjadi pelatih kepala di tahun 1991 setelah sebelumnya bekerja sebagai asisten pelatih.

Selama tujuh tahun berada di Amsterdam Arena, Van Gaal berhasil membawa Ajax memenangkan banyak gelar seperti tiga gelar Eredivisie secara beruntun, satu Liga Champions, satu Piala UEFA dan satu Piala Super Eropa dengan hanya mengandalkan pemain muda.

Van Gaal meninggalkan Ajax setelah kontraknya berakhir di tahun 1997. Ia pergi dari Ajax dengan reputasi yang cukup bagus.
2 dari 7 halaman

Barcelona

Barcelona

Setelah meraih kesuksesan bersama Ajax, Van Gaal datang ke Barcelona untuk pertama kalinya di tahun 1997 guna mengambil kursi kepelatihan dari tangan Bobby Robson. Van Gaal cukup sukses memberikan gelar kepada Barca dengan memenangkan dua titel La Liga dan satu Copa del Rey.

Meski meraih kesuksesan, namun kebersamaan Van Gaal di klub Catalan tidak berlangsung lama karena kerap tidak akur dengan media. Filosofi yang ia terapkan di Barcelona dianggap tak sesuai dan bertentangan dengan budaya sepakbola di sana.

Selain itu hubungan Van Gaal dengan para pemainnya seperti Rivaldo juga tidak harmonis. Pria asal Belanda itu akhirnya mengundurkan diri dari Barcelona pada 20 Mei 2000 setelah kalah dalam perburuan gelar La Liga dari Deportivo La Coruna.
3 dari 7 halaman

Timnas Belanda

Timnas Belanda

Setelah hengkang dari Barcelona, Louis van Gaal memutuskan menerima tawaran menangani Timnas Belanda. Vasn Gaal diberi tugas berat untuk membawa skuat Oranje lolos ke Piala Dunia 2002 lalu.

Namun yang terjadi justru Belanda tidak menjalani babak kualifikasi dengan maksimal karena banyaknya pemain yang cedera. Akibatnya Oranje tidak berhasil lolos karena poin yang mereka kumpulkan tidak mencukupi untuk berangkat ke Korea dan Jepang.

Ini merupakan kegagalan pertama Belanda lolos ke Piala Dunia sejak tahun 1986 lalu. Van Gaal akhirnya mengundurkan diri pada 31 Januari 2002 dan posisinya kemudian digantikan oleh Dick Advocaat.
4 dari 7 halaman

Barcelona

Barcelona

Louis Van Gaal kembali ke Barcelona di awal musim 2002/03 dengan kontrak berdurasi tiga musim. Namun pada periode keduanya di klub asal Catalan menemui kesulitan lantaran performa tim tidak begitu konsisten.

Barcelona ketika itu berhasil menyamai rekornya di Champions League dengan 10 kali kemenangan beruntun. Meski demikian, mereka justru terpuruk ketika bermain di La Liga. Bahkan dalam 11 laga awalnya di musim tersebut, Barcelona hanya mampu mengemas empat kali menang, tiga kali seri dan tiga kali kalah.

Van Gaal akhirnya dipecat pada Januari 2003 setelah Barcelona berada di peringkat 12 dan hanya tiga poin dari zona degradasi.
5 dari 7 halaman

AZ Alkmaar

AZ Alkmaar

Van Gaal sempat kembali ke Ajax Amsterdam pada tahun 2004 lalu sebagai Direktur Teknik, namun ia lantas mengundurkan diri karena mengalami konflik internal dengan Ronald Koeman.

Van Gaal kemudian mengambil alih kursi kepelatihan di AZ Almaark pada Januari 2005. Van Gaal langsung mampu mendongkrak performa klubnya dengan torehan runner-up Eredivisie pada musim 2005/06 dan finish ketiga di musim 2006/07.

Van Gaal akhirnya berhasil mengantarkan AZ menjadi juara Eredivisie di musim 2008/09 dengan tidak terkalahkan dalam 28 pertandingan yang melewati rekor klub pada musim 1980-81. Ia kemudian meninggalkan Belanda dan memulai petualangan baru di Jeman.
6 dari 7 halaman

Bayern Munchen

Bayern Munchen

Louis van Gaal ditunjuk menjadi pelatih Bayern Munchen pada 1 Juli 2009. Di musim pertamanya, ia langsung sukses menjuarai Bundesliga serta gelar DFB Pokal. Dan bahkan Bayern nyaris memenangkan treble andai tidak kalah dalam partai final Liga Champions melawan Inter Milan besutan Jose Mourinho.

Di musim berikutnya, Bayern tak mampu mempertahankan performa cemerlangnya seperti sebelumnya sehingga membuat kiprah pelatih asal Belanda itu di Jerman terhenti. Bayern mengumumkan mengakhiri kontrak Van Gaal pada 10 April 2011 setelah tak mampu menembus tiga besar di Bundesliga.
7 dari 7 halaman

Timnas Belanda

Timnas Belanda

Van Gaal memutuskan kembali ke Timnas Belanda pada 6 Juli 2012. Dalam periode keduanya menangani Oranje ternyata berjalan sukses.

Robin van Persie dkk berhasil lolos ke Piala Dunia 2014 di Brasil dan mampu menembus babak semifinal. Bahkan dalam perebutan tempat ketiga mereka mampu mengalahkan tuan rumah Brasil dengan skor telak 3-0. Kebersamaan Van Gaal dengan Timnas Belanda berakhir setelah ia menerima tawaran untuk menjadi manajer Manchester United pada awal musim 2014-15.

LATEST UPDATE