Kumpulan Momen Rasial di Sepakbola Eropa (Bagian I)
Editor Bolanet | 28 Maret 2013 18:00
Bola.net - Kasus pelecehan bernuansa rasis di dunia persepakbolaan Eropa rasanya sudah menjadi barang baru lagi. Sejumlah kasus klasik serupa tampaknya menjadi penyebabnya.
Di era baru sepakbola masa kini, hal-hal berbau rasisme memang terus dipersempit ruang geraknya. Tak hanya kecaman dari berbagai pihak, namun hukuman dari otoritas sepakbola tertinggi pun sudah diupayakan, demi menendang rasisme dari lapangan hijau.
Dan untuk mengetahui kejadian-kejadian rasisme sepakbola di masa lampau, berikut sebagian kumpulan momen rasial di persepakbolaan Eropa. (comp/atg)
Football Language?

Pelaku: Fritz Korbach
Korban: Bryan Roy dan Romario, PSV Eindhoven
Mantan pelatih timnas Belanda, Fritz Korbach menerima banyak kecaman pada kisaran tahun 1991, setelah menyebut dua orang pemain dengan panggilan rasial. Bryan Roy ia sebut 'nigger', sementara Romario dipanggilnya 'coffee bean from PSV'.
Korbach sempat membantah tuduhan, dengan menganggap sebutan itu hanyalah semacam bahasa dalam kamus sepakbola. Namun akhirnya ia tetap dihukum satu kali larangan mendampingi timnya, oleh federasi sepakbola Belanda.
Last Dance

Pelaku: Pengunjung Klub Malam di Dortmund
Korban: Julio Cesar, Borussia Dortmund
Penting untuk diingat bagi masyarakat Eropa, bahwa ketika kejadian rasisme terjadi di lapangan, maka bisa dipastikan kejadian serupa juga akan terjadi di lingkungan sekitar. Hal itulah yang menimpa salah seorang pemain Borussia Dortmund, Julio Cesar.
Terjadi pada kisaran tahun 1994, ketika Cesar memutuskan untuk menghabiskan malamnya di sebuah klub malam. Ironisnya, Cesar dilarang masuk ke klub di Dortmund tersebut, dengan alasan perbedaan warna kulit.
Kick It Out

Pelaku: Suporter klub Everton
Korban: John Barnes, Liverpool
Kita kerap menyaksikan tindakan rasial yang menyebalkan di lapangan hijau. Dan suporter Inggris tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Kendati tak seheboh duel El Clasico, namun Derby Merseyside pada tahun 1987 disinyalir sebagai ajang pelecehan yang ditujukan pada perbedaan ras manusia.
Benar saja, pada pertandingan yang berlangsung di Anfield Stadium, John Barnes menjadi sasaran pelemparan pisang oleh para suporter The Toffees. Tak hanya itu, mereka juga meneriakkan yel-yel 'Everton are white' sepanjang laga. Tak kalah kreatif, Barnes menendang pisang ke luar lapangan dengan menggunakan tumitnya. Hmm, mengutip pesan yang kerap diucapkan Barnes, Stay classy!
Mending Fences

Pelaku: Stuart Pearce
Korban: Paul Ince, Manchester United
Eks bek kiri Nottingham Forest yang saat ini menjabat di staf kepelatihan tim junior Inggris, Stuart Pearce menjadi 'terdakwa' dalam kasus pelecehan rasial kepada mantan rekan setimnya di skuad The Three Lions, Paul Ince. Insiden berlangsung pada laga Premiership di Old Trafford, (17/12/94).
Namun berbeda dengan kejadian lainnya, Pearce menunjukkan penyesalan mendalam atas insiden tersebut. Usai kejadian, keduanya berteman baik di luar lapangan. Keduanya juga bersaing dalam turnamen golf, yang ditujukan untuk kegiatan donasi. Dan tak semua kejadian buruk harus berakhir lebih buruk.
The Benchmark

Pelaku: Steve Harkness
Korban: Stan Collymore, Aston Villa
Lagi-lagi Inggris menjadi arena pelecehan rasisme, di mana laga Premier League antara Aston Villa dan Liverpool tengah berlangsung di Villa Park, (28/2/98).
Yang patut disayangkan adalah ketika Steve Harkness melayangkan ejekan kepada Stan Collymore di sepanjang laga, tiap kali keduanya terlibat duel. Usai pertandingan, Collymore mengaku sangat jijik dengan perilaku Harkness di sepanjang 90 menit, sementara sang lawan membantah tuduhan tersebut.
Mic'd Up

Pelaku: Ron Atkinson
Korban: Marcel Desailly, Chelsea
Kasus yang cukup unik ini dilakukan oleh salah seorang komentator sepakbola ITV, Ron Atkinson. Sebelum melontarkan ucapkan bersifat rasial, ia lupa mematikan mikrofon yang digunakannya. Tak pelak, sejumlah kata-kata yang ditujukannya kepada Marcel Desailly pun turut dikonsumsi secara massal. Insiden berlangsung, pada laga Liga Champions antara AS Monaco kontra Chelsea.
Dalam kata-katanya, Atkinson menyebut Desailly sebagai 'seorang berkulit hitam yang sangat malas di sekolah'. Usai kejadian, Atkinson pun mendapat kecaman dari berbagai pihak. Meski menunjukkan penyesalan, namun ia tetap membantah dengan berkomentar, saya seorang idiot, tetapi bukan seorang yang rasis. Tak lama berselang, ia mengundurkan diri sebagai komentator.
The Lions Make History

Pelaku: Suporter klub Millwall
Korban: Djimi Traore, Liverpool
Tindak pelecehan yang dilakukan kelompok suporter Millwall ini sekaligus mencatat sejarah baru bagi persepakbolaan Inggris. Pasalnya, akibat kejadian ini, Millwall menjadi klub pertama yang secara resmi didenda oleh FA, karena tindakan rasis para suporternya.
Insiden tersebut dilakukan para pendukung The Lions kepada pemain Liverpool, Djimi Traore. Hmm, dalam hal ini, sesuatu yang datang pertama kali jelas menjadi yang paling buruk.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liga Spanyol 26 Maret 2024, 09:28

-
LALIGA Tingkatkan Level Perang vs Rasisme
Liga Spanyol 18 Maret 2024, 13:48
-
Belajar dari La Liga: Pemberantasan Rasisme itu Butuh Aksi Konkret, Bukan Slogan Kosong
Liga Spanyol 10 Desember 2023, 19:27
LATEST UPDATE
-
Gak Masuk Akal! Luis Diaz Sebagus Itu Kok Dilepas Liverpool
Liga Inggris 1 Mei 2026, 22:29
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persis 2 Mei 2026
Bola Indonesia 1 Mei 2026, 21:12
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs PSBS 2 Mei 2026
Bola Indonesia 1 Mei 2026, 20:27
-
Kata Pochettino, Kejatuhan Tottenham Sungguh 'Menyedihkan'
Liga Inggris 1 Mei 2026, 19:45
-
AC Milan Siap Jual Fofana, Dua Klub Inggris Sudah Antre
Liga Italia 1 Mei 2026, 18:48
-
Laga PSG 5-4 Bayern Adalah Mimpi Buruk Bagi Diego Simeone!
Liga Champions 1 Mei 2026, 18:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20












