Mengenang Clovis Acosta Fernandes, Pemain ke-12 Brasil di Tujuh Piala Dunia
Gia Yuda Pradana | 20 Maret 2018 16:15
Bola.net - Bola.net - Ada satu orang yang tak pernah absen 'memperkuat' Brasil di setiap Piala Dunia sejak edisi 1990 di Italia. Namun jangan salah. Dia bukanlah kiper, bek, gelandang ataupun penyerang. Dia adalah seorang suporter; seorang suporter yang sangat setia.
Namanya, Clovis Acosta Fernandes.
Hanya sayang, takkan ada Piala Dunia ke-8 untuknya. Pria kelahiran Porto Alegre, Rio Grande do Sul, 1 Oktober 1954 ini telah tutup usia pada 16 September 2015 silam.
Dia meninggal dunia di usia 60 setelah berjuang melawan kanker sembilan tahun lamanya. Dia sudah tiada, tapi sosoknya takkan pernah terlupakan.
Clovis Acosta Fernandes adalah salah satu suporter sepakbola paling terkenal di dunia. Namanya melejit usai Piala Dunia 2014 di Brasil, tanah kelahirannya.
Namun sayangnya, hal itu justru terjadi setelah Brasil mengalami aib paling memalukan sepanjang sejarah persepakbolaan mereka. Selecao dihabisi Jerman 1-7 di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, di babak semifinal.
Setelah peluit panjang, yang terjadi adalah banjir air mata. Para pemain Brasil dan para suporter mereka tak kuasa menahan kesedihan. Clovis Acosta Fernandes termasuk di antaranya.
Kamera menangkap pria sepuh yang dikenal juga sebagai 'Gaucho da Copa' itu sedang memeluk erat replika trofi Piala Dunia dengan mata sembap. Kesedihannya terlihat jelas.
'Saddest man in Brazil', seperti disebut oleh media-media internasional, lalu menyerahkan 'trofi' yang dia pegang kepada seorang suporter Jerman. Seperti dikutip waktu itu, dengan jiwa besar, dia berkata: "Bawalah ke final. Kau tahu kalau ini tidak mudah, tapi kau pantas mendapatkannya. Selamat!"
Clovis Acosta Fernandes, seperti disebukan di awal, adalah seorang suporter yang fanatik dan setia. Dia sudah mengikuti lebih dari 150 pertandingan timnas Brasil di lebih dai 60 negara, di Copa America dan Piala Konfederasi, serta tujuh Piala Dunia.
Semua dimulai pada 1990. Dia memutuskan menjual restorannya dan berangkat ke Italia untuk melihat langsung perjuangan Brasil di pentas akbar Piala Dunia. Sejak itu, Selecao menjadi bagian dari hidupnya. Dia adalah saksi kesuksesan Brasil meraih titel ke-4 di Amerika Serikat 1994, juga kedigdayaan Cafu dan kawan-kawan menjadi raja di Korea-Jepang 2002.
Penampilannya pun khas. Dia identik dengan topi koboi dan kumis tebalnya.
Sebelum Piala Dunia 2014 di Brasil berlangsung, FIFA merilis sebuah dokumenter singkat berjudul 'Meet Brazil's '12th player'. Ya, Clovis Fernandes lah dikisahkan dalam video tersebut.
"Saya pemain ke-12 mereka... Saya yang bersorak, saya yang berteriak... Yakinlah kalau saya akan mengakhiri turnamen ini sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk Brasil."
Hanya sayang, impiannya untuk melihat Brasil menjuarai Piala Dunia di negeri sendiri tak kesampaian. Langkah mereka dihentikan Jerman di semifinal, dan lewat sebuah kekalahan yang sangat memalukan.
Ketika Clovis Fernandes meninggal pada 16 September 2015, dunia ikut berduka. FIFA bahkan turut menyampaikan sebuah tribute, menyebutnya sebagai suporter paling ikonik sepanjang masa.
Football today lost one of its most symbolic all-time supporters. Clóvis Acosta Fernandes, who watched his beloved Brazil at seven FIFA World Cups & in over 60 countries, passed away, aged 60, after a long battle against cancer. Innumerable fans snapped selfies with the good-natured Gaúcho during Brazil 2014, while the sight of him crying during the Seleção’s semi-final defeat was one of the most iconic images of the tournament. We’ll miss you, Clóvis. #RIP #GaúchoDaCopa #Brazil #Brasil #Seleção #SuperFan #Fanatic #Legend #WorldCup
A post shared by FIFA World Cup (@fifaworldcup) on Sep 16, 2015 at 8:17am PDT
Brasil sudah kehilangan salah satu suporter terbaiknya.
Tak ada lagi Clovis Acosta Fernandes dengan penampilan khasnya. Tak ada lagi Clovis Acosta Fernandes dengan replika trofi dalam pelukannya.
Namun sosoknya takkan terlupakan, selamanya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi India vs Brasil 3 Oktober 2026
Amerika Latin 2 Oktober 2026, 18:01
-
Barcelona Selidiki Pola Cedera Raphinha di Timnas Brasil
Liga Spanyol 2 Oktober 2026, 15:47
-
Pemain Bukan Mesin, Raphinha Adalah Korban dari Padatnya Kalender Sepak Bola
Liga Spanyol 1 Oktober 2026, 12:20
-
Nomor 10 Argentina Setelah Lionel Messi Pensiun: Siapa yang Akan Jadi Penerusnya?
Piala Dunia 30 September 2026, 23:45
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





