Menjadi Seorang Pelatih ala Sir Alex Ferguson

Editor Bolanet | 5 November 2011 06:00
Menjadi Seorang Pelatih ala Sir Alex Ferguson

Bola.net -


Sir Alex Ferguson merupakan salah satu pelatih kawakan dalam sejarah dunia sepakbola. Dia telah memegang rekor sebagai pelatih yang menangani satu klub paling lama di kancah Liga Premier. Pelatih yang juga dikenal dengan nama akrab Fergie ini telah melatih Manchester United sejak tahun 1986.

Sebagai seorang pelatih, Fergie telah kenyang pengalaman dalam merasakan berbagai gelar juara di kompetisi sepakbola mulai dari gelar juara Liga Champions, Liga Premier, Piala FA, Piala Carling,dan berbagai gelar lainnya. Penghargaan sebagai pelatih terbaik juga sering ia terima. Prestasinya dan sumbangsihnya terhadap persepakbolaan Inggris ini membuat Kerajaan Inggris memberikan gelar kehormatan kepada dirinya.

Fergie sendiri juga mendapatkan kesempatan berharga dari UEFA untuk menjadi ketua dari perkumpulan para pelatih UEFA. Perkumpulan ini merupakan proyek dari UEFA untuk menyediakan pelayanan teknis untuk pelatihan para pelatih baru. UEFA sendiri pernah melakukan wawancara dengan Sir Alex Ferguson tentang pengalamannya sebagai seorang pelatih. Berikut ini petikan dari wawancara tersebut:

1. Menurut Anda, kualitas apa yang diperlukan seorang pelatih untuk bisa mencapai tingkatan tertinggi?

Pengalaman telah mengajarkan pada diri saya bahwa observasi adalah hal yang paling vital. Observasi penting untuk menjaga kualitas tetap tinggi dan Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan pada sesi latihan.
Berikutnya adalah keteguhan hati. Menjadi seorang pelatih tidaklah mudah. Ketika tim Anda kalah, bagaimana Anda bereaksi akan sangat mempengaruhi pemain Anda.
Imajinasi juga penting bagi seorang pelatih. Bayangkanlah apa tujuan Anda lalu salurkan kepada para pemain hingga mereka dapat mewujudkannya menjadi kenyataan.
Yang berikutnya adalah komunikasi. Jangan jadi orang yang terlalu banyak bicara. Buatlah mudah, singkat, dan benar-benar penting bagi pemain Anda.

2. Bagaimana Anda berkembang menjadi seorang pelatih?

Pada umur 23 tahun saya ingin belajar segala hal tentang sepakbola maka saya memutuskan untuk masuk ke sekolah kepelatihan di Skotlandia. Saya berhasil mendapatkan lisensi kepelatihan saya di sekolah tersebut. Fokus saya awalnya bukan untuk menjadi seorang pelatih namun saya ingin tetap eksis di dunia sepakbola dengan kapasitas tersendiri. Saya ingin siap untuk hal itu sehingga saya membaca semua buku kepelatihan. Saya bukannya ingin meniru sistem mereka namun saya lapar akan pengetahuan.

3. Apa nasehat Anda untuk para pelatih muda?

Bersiaplah untuk mengorbankan banyak hal karena menjadi seorang pelatih berarti harus bisa mengorbankan hari Anda.
Menjadi seorang pelatih bukan berarti Anda terus mengurusi tim Anda tapi perlu juga perlu mengamati perkembangan lawan.
Pelatih yang baik adalah seseorang yang mampu bekerja dengan bahagia dan memiliki hasrat untuk maju.
Poin terakhir adalah Anda harus berani untuk melangkah. Saya sendiri melangkah dari tempat paling dasar lalu membangun jalan menuju ke atas.

4. Masalah terbesar apa yang sering dihadapi para pelatih?

Ego dari para pemain adalah masalah terbesar dari setiap tim. Jangan biarkan pemain Anda mengendalikan sesi latihan. Disiplin yang tinggi harus diterapkan baik di dalam maupun luar lapangan.
Pihak manajemen klub kadang juga akan menjadi beban. Kemungkinan akan muncul beberapa petinggi yang mengharuskan Anda meraih gelar setiap saat. Pesan saya adalah fokus ke pekerjaan Anda saja, tidak usah memusingkan urusan politik dalam klub, perhatikanlah para pemain Anda karena mereka adalah senjata utama Anda.

5. Bagaimana pendapat Anda tentang sumbangsih teknologi bagi seorang pelatih?

Saya menggunakan banyak peralatan berteknologi tinggi karena memang penting bagi kami untuk mengamati calon lawan kami. Jaman dulu kami harus memakai catatan di kertas namun kini teknologi video memungkinkan kami mengamati lawan kami dengan lebih cepat.

6. Apakah Anda setuju seorang pelatih sukses memerlukan banyak staf juga?

Anda tidak dapat melakukan semuanya seorang diri dalam sebuah klub besar. Semakin Anda dewasa maka Anda akan belajar lebih baik untuk mendelegasikan orang. Contohnya adalah di pembinaan para pemain muda. Saya memilih orang-orang terbaik untuk membina mereka. Saya sadar saya tak bisa selalu menerapkan apa yang bertahun-tahun lalu saya terapkan.

7. Menurut Anda selain Anda, siapakah pelatih yang patut dijadikan panutan?

Saya sangat menyukai seorang pelatih yang mampu bertahan untuk waktu yang lama dan bisa sukses dengan klub yang berbeda-beda. Ia berani menghadapi tantangan baru. Pelatih seperti inilah yang harus kita tiru dan kagumi karena menjadi seorang pelatih tidaklah mudah.
Marcello Lippi, Fabio Capello, Rafael Benitez, Jose Mourinho, Marco Van Basten, dan Frank Rijkaard adalah contoh pelatih-pelatih hebat yang patut ditiru.

8. Apakah profesi menjadi seorang pelatih bisa menjanjikan masa depan yang baik?

Menjadi seorang pelatih sebenarnya baik sebaik yang kita harapkan. Selalu ada proses perubahan dalam setiap pertandingan yang membantu seseorang untuk berkembang.
Hal yang mungkin membebani adalah tuntutan yang berlebihan dari pihak klub dan fans. Tidak baik jika seorang pelatih dikeluarkan setelah timnya mengalami beberapa kekalahan. Perkembangan sebuah tim merupakan sebuah proses yang memerlukan waktu. Diperlukan kesabaran pada diri manajemen klub, penggemar, dan pelatih.

9. Sebagai seorang ketua kehormatan dari Perkumpulan Pelatih UEFA, apakah Anda punya pesan untuk para pelatih pemula?

Teruslah belajar.Minat akan pengetahuan sangatlah penting dan tidak boleh hilang dari diri kita. Berusahalah untuk tetap tekun dan gigih. Semua pelatih pernah mengalami hari buruk. Saya juga pernah mengalaminya namun saya bangkit kembali.
Anda harus bisa menangani kekalahan. Para pemain belum tentu bisa merasakan hal yang sama. Oleh karena itu seorang pelatih harus bisa mengatasi situasi itu.
Kadang seorang pelatih merasa sendiri padahal banyak pelatih lain yang juga mengalami hal yang sama. Sangat penting untuk tetap menjalin hubungan dengan pelatih lain karena kita semua berada di dunia yang sama. (kpl/bola)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE