Mereka Harus Optimal Demi Piala Dunia 2014
Editor Bolanet | 18 November 2013 16:11
Bola.net - Sejumlah pemain kunci gagal bermain optimal di leg pertama play-off Piala Dunia 2014 zona Eropa. Hasilnya, negara mereka masing-masing tak mampu meraih hasil positif. Para pemain itu harus tampil lebih baik pada leg kedua, Rabu (20/11), kalau ingin meloloskan negaranya ke putaran utama di Brasil tahun depan.
Siapa sajakah pemain-pemain tersebut? Berikut ulasannya.
*Data dan statistik via WhoScored. [initial]
Artikel-artikel Menarik Lain Bulan Ini:
Marc Bartra, Dari La Masia Menatap Dunia
Berkuasa di Eropa Dengan 4-3-3
Untuk 6 Hal ini, Cristiano Ronaldo Ungguli Lionel Messi
Apa persamaan Pirlo, Mihajlovic, Del Piero, Zola, Signori, Baggio, Recoba, Totti dan Maradona?
Kilas Balik Masa-masa Keemasan AC Milan
Inter Milan Ditunggu 4 Laga Penting Sebelum Tutup Tahun
Utak-atik Skuat Azzurri Untuk Piala Dunia di Brasil
Sederet Play-off Pilihan Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Franck Ribery - Prancis

Ribery merupakan poros serangan Prancis. Akselerasi sang winger Bayern Munich di sayap kiri adalah sumber bahaya terbesar bagi lawan. Namun, potensi ancaman salah satu kandidat kuat peraih FIFA Ballon d'Or 2013 itu bisa dinetralisir oleh Ukraina pada leg pertama di Kiev beberapa hari lalu.
Meski mencatatkan 8 dribel sukses, man-marking beruntun yang diterapkan oleh pelatih Mykhaylo Fomenko terhadapnya membuat Ribery seolah terkunci.
Ribery jadi pemain yang paling sering dilanggar (10 kali) dan kesulitan keluar dari jerat para marker-nya. Lolos pun, jalur operan maupun tembakannya langsung ditutup oleh pemain lain.
Sejumlah hal yang biasa kita lihat dari seorang Ribery hilang di laga tersebut. Sepanjang 2x45 menit, Ribery bahkan hanya menghasilkan 2 shot (1 on target) dan menciptakan 2 peluang (key pass). Ribery sukses diredam, Ukraina pun menyerang balik barisan belakang Prancis yang cukup rapuh dan mendapatkan dua gol kemenangan.
Saat ini, Prancis tertinggal agregat sementara 0-2. Ganti menjadi tuan rumah leg kedua di Stade de France, Prancis butuh menang minimal tiga gol bersih.
Prancis perlu memperbaiki barisan belakang sekaligus meningkatkan ketajamannya di depan gawang. Jadi, kalau Ribery terkunci lagi dan Prancis kehilangan sosok kreatifnya untuk kali kedua, rasanya sang juara dunia 1998 bakal menangis karena memori kelam gagal lolos ke putaran utama seperti tahun 1994 silam kembali terulang.
Luka Modric - Kroasia

Bukan hasil yang buruk sebenarnya. Namun, melihat perbedaan kualitas tim, seharusnya Kroasia bisa menghabisi Islandia meski tampil di luar rumah.
Di laga tersebut, Modric tampil bagus, tapi itu bukanlah permainan terbaiknya. Modric sebenarnya tidak terlalu mengecewakan. Operan-operan panjangnya ke lini depan tercatat 10 kali menemui sasaran. Dalam membantu pertahanan pun, dia solid bersama Ivan Rakitic. Hanya saja, dua kemampuan lain Modric tidak terlihat. Kemampuan itu adalah menciptakan peluang dan mengancam dari lini kedua meski ditempatkan sebagai gelandang bertahan.
Sepanjang laga, Modric hanya menghasilkan 1 key pass (kalah dari Mario Madzukic, 3) dan 1 shot. Padahal, kreativitas serta forward run-nya sangat dibutuhkan kalau para penyerang Kroasia terperangkap di jalan buntu.
Pada leg kedua di Zagreb, Kroasia pasti akan keluar menyerang demi meraih kemenangan. Modric dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan di lini tengah, tapi dia juga harus lebih meningkatkan rasio key passes dan shots per game-nya. Dengan begitu, kemenangan bisa lebih mudah didapatkan.
Ciprian Marica - Rumania

Marica, 28, merupakan top scorer Rumania di babak kualifikasi dengan torehan lima golnya. Hal itu membuktikan bahwa Marica adalah salah satu ancaman bagi Yunani.
Di Piraeus, Marica tak berkutik. Hanya 1 shot yang dibukukannya. Rumania beruntung. Meski Marica tersendat, kombinasi Gabriel Torje dan Bogdan Stancu sukses memberi mereka satu gol tandang yang berharga. Jika tak ada gol itu, tugas Rumania pada leg kedua di Bucharest pasti akan lebih berat.
Rumania harus menang minimal dua gol bersih untuk menyingkirkan Yunani. Di sini, tenaga Marica sebagai pemain tersubur Rumania bakal sangat dibutuhkan oleh negaranya.
Zlatan Ibrahimovic - Swedia

Portugal hanya menang 1-0 di leg pertama dan masih terbuka lebar peluang bagi Swedia untuk membalikkan keadaan pada leg kedua di Solna.
Di Lisbon, Ronaldo dan Ibrahimovic sama-sama bermain di bawah standar terbaik mereka. Namun, Ronaldo jadi pihak yang tersenyum paling akhir setelah mencetak gol tunggal timnya pada menit 82.
Dalam laga tersebut, Ronaldo hanya mencatatkan 1 shot on target dan sebuah sundulan menerpa mistar dari 7 shot yang dihasilkannya. Namun, Ibrahimovic jauh lebih mengkhawatirkan.
Dipasang sebagai ujung tombak serangan, di mana Swedia bermain dengan mode cukup defensif dan strategi bola-bola panjangnya terbaca oleh barisan belakang Portugal, Ibrahimovic mati kutu karena tak mendapatkan suplai operan yang cukup berarti.
Ibrahimovic bahkan tercatat lebih sering offside (2) daripada melepas shot ke gawang Portugal (1).
Pada leg kedua, Swedia pasti tampil lebih ofensif. Itu cocok dengan karakter permainan Ibrahimovic. Kali ini, Ibrahimovic harus menunjukkan performa optimal dan membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu tukang gedor terbaik di pentas internasional.
Ibrahimovic perlu itu jika dia ingin meloloskan Swedia sekaligus menegaskan ucapannya beberapa waktu lalu bahwa daripada CR7, Piala Dunia lebih membutuhkan seorang Zlatan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 12:33
-
Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 08:15
-
Kisah Harry Kane: Dari Beberapa Kali Jadi Pemain Pinjaman hingga Meraih Ballon d'Or
Bundesliga 27 Oktober 2026, 07:35
-
Kylian Mbappe Runner-up Ballon d'Or 2026, Yamal Peringkat 3, Rodri 4, Messi 5
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 07:06
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:28
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


