Pellegrini, Kebiasaan Lama Yang Sulit Dihilangkan
Editor Bolanet | 16 April 2010 17:13
Bola.net - Oleh: M.Rac
Pernahkan Anda merasa kesulitan menghentikan kebiasaan anda? Atau juga pernahkah anda mendengar seorang perokok kerap kali kesulitan menghentikan kebiasaan merokoknya?
Memang, segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan tentunya akan sulit untuk dihilangkan.
Sehingga tak salah jika ada pepatah dalam bahasa asing yang berbunyi "Old Habits Never Die" atau jika diterjemahkan menjadi bahasa yang dipakai ibu saya, bunyinya akan menjadi "Kebiasaan Lama Sulit Hilang".
Hal ini juga, mungkin yang sedang melanda klub sepak bola terbaik abad 20, Real Madrid. Kegemaran mengganti pelatih sepertinya masih belum hilang dari klub kebanggaan kota Madrid ini.
Kali ini pelatih El Real, Manuel Pellegrini dikabarkan akan diganti di akhir musim karena dianggap gagal di Madrid. Pellegrini akan menyusul pelatih-pelatih Real sebelumnya yang diberhentikan sebelum kontraknya habis.
Media di Madrid juga ikut mendukung adanya penggantian di kursi kepelatihan Los Galacticos. Bahkan harian Marca menyebutkan tujuh dosa yang dilakukan Pellegrini sehingga menyebabkan pelatih asal Chili itu tidak lagi layak melatih Les Merengues. Berikut daftar tujuh dosa yang dilakukan oleh Pellegrini:
1. Kekalahan yang memalukan dari Alcorcon di ajang Copa Del Rey.
Semua orang di Madrid tahu bahwa Barcelona adalah rival utama Madrid. Sampai-sampai ada anggapan Madrid boleh kalah dari tim lain, asal bukan Barcelona. Namun jika melihat kenyataan Madrid kalah dari Alcorcon, tim yang bermain di divisi dua tingkat di bawah Madrid, nampaknya lebih terhormat bagi Madrid jika kalah dari Barcelona
2. Ketidakmampuan memotivasi pemain di ruang ganti.
Setiap orang pernah mengalami masa sulit, sama halnya dengan para pemain bola. Mereka bisa saja tidak sanggup menahan tekanan dan merasa frustasi ketika bermain di lapangan. Tugas seorang pelatih memastikan hal itu tidak terjadi. Pelatih haruslah seorang motivator ulung, yang mampu menjaga mental bertanding anak asuhnya. Hal ini yang tidak nampak dari seorang Pellegrini
3. Mengabaikan tim Real Madrid Castilla.
Yang muda yang tak dipercaya, slogan ini sepertinya cocok untuk menggambarkan sikap Pellegrini yang mengabaikan tim kedua Madrid, Castilla. Padahal di tim ini banyak terdapat talenta-talenta muda yang layak masuk di skuad inti. Untuk hal yang satu ini Madrid seharusnya banyak belajar dari Barcelona yang banyak mencetak bintang dari akademinya sendiri, La Masia. Messi, Pedro, Busquet, Iniesta, Bojan, Xavi, Puyol, Pique, adalah alumni akademi sepak bola di kota Catalan itu.
4. Tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari pemain bintang.
Sia-sia anda membeli mobil Mercy keluaran terbaru, jika anda sendiri tidak bisa mengendarainya. Ini juga yang terjadi di Madrid, Pellegrini dianggap tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari pemain bintangnya seperti Kaka dan Benzema yang bintangnya meredup di tangan kepelatihannya.
5. Tidak mempunyai pola permainan yang jelas.
Setiap tim harusnya mempunyai pakem gaya permainan yang menjadi ciri khas tim itu sendiri. Hal ini yang dirasa kurang dari Madrid. Los Galacticos seringkali menang karena kemampuan individual pemainnya, bukan secara permainan kolektif.
6. Kekalahan melawan Lyon.
Ini mungkin dosa yang berat. Gelontoran dana yang dikeluarkan manajemen El Real untuk memboyong pemain-pemain kelas dunia ke Santiago Bernabeu salah satu tujuan utamanya adalah untuk menghapus kutukan tidak pernah lolos dari babak 16 besar Liga Champions dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
7. Kekalahan di laga El Clasico.
Dari sekian dosa yang dilakukan Pellegrini jelas ini yang terberat. Kalah dari seteru abadi di hadapan pendukungnya sendiri, tentunya menjadi tamparan bagi los Galacticos. Bahkan pendukung Madrid pun sudah banyak yang meninggalkan Stadion Santiago Bernabeu sekalipun laga El Clasico belum usai.
Pellegrini dicoret, nama-nama pelatih top diapungkan. Harian Marca melakukan poling kepada pendukung Madrid untuk mengetahui nama pelatih terfavorit yang akan menggantikan Pellegrini musim depan nanti. Berikut daftar nama pelatih yang diurutkan dari yang paling favorit:
Rafael Benitez, saat ini melatih Liverpool
1. Rafael Benitez
Nama pelatih Liverpool ini menjadi favorit pendukung Madrid untuk menduduki kursi kepelatihan Real musim depan. Benitez sendiri pernah melatih Real Madrid Castilla di awal karir kepelatihannya.
Sekalipun menjadi yang terfavorit pilihan pendukung Madrid, tapi nampaknya sulit untuk melihat Benitez di kursi pelatih Madrid. Menurut saya suatu ironi jika Madrid mendepak Pellegrini yang gagal di babak 16 besar Liga Champions dan digantikan Benitez yang gagal membawa timnya lolos fase penyisihan grup dan saat ini sedang kesulitan menembus empat besar klasemen Liga Primer Inggris.
Jose Mourinho, The Special One di Inter Milan
2. Jose Mourinho
Pelatih kontroversial ini sudah lama menyatakan minatnya untuk melatih di La Liga Spanyol. Namun gaya permainannya saya rasa tidak cocok dengan Real Madrid yang tidak hanya butuh kemenangan tetapi juga menekankan perlunya bermain indah. Selain itu permintaan gajinya yang kelewat besar juga bisa menghambatnya menduduki kursi kepelatihan Real Madrid.
Fabio Capello, terbukti sukses di Real Madrid
3. Fabio Capello
Pelatih Timnas Inggris ini sudah terbukti sukses kala melatih Madrid. Hanya saja Capello pernah menyebutkan bahwa Timnas Inggris adalah tim terakhir yang dilatihnya. Selain itu rasa sakit hati setelah dicampakkan Madrid sekalipun berhasil mempersembahkan trofi La Liga, nampaknya menjadi rintangan untuk bisa menerima pinangan Madrid.
Luiz Felipe Scolari, tak pernah sukses melatih klub Eropa
4. Luiz Felipe Scolari
Mengejutkan melihat nama Scolari masuk dalam bursa unggulan pelatih Madrid, karena pelatih Brazil ini sebenarnya tidak mempunyai rekor yang bagus saat melatih klub.
Bahkan dirinya dipecat di tengah musim ketika melatih Chelsea dan digantikan oleh Guus Hiddink. Selain itu juga terbukti Real tidak sukses ketika mencoba memakai pelatih asal Brazil lainnya, Vanderlei Luxemburgo.
Don Carletto, merajai Eropa bersama AC Milan
5. Carlo Ancelotti
Chelsea adalah klub pertama Ancelotti di luar Italia, minim pengalaman melatih di luar Italia menjadi handicap bagi Don Carletto. Selain itu juga Chelsea tentunya akan mati-matian mempertahankan pelatih asal Italia itu.
Arsene Wenger, karena kejeniusannya pelatih asal Perancis ini dijuluki The Professor
6. Arsene Wenger
Namanya disebut terakhir, namun saya rasa inilah kandidat pelatih yang paling pas menggantikan Pellegrini untuk musim depan. Bukan tanpa sebab Wenger dijuluki The Professor, keahliannya meracik strategi memang luar biasa, pendekatan yang dilakukannya kepada tim terbukti bisa membangkitkan kepercayaan diri dalam tim.
Belum lagi keahliannya memoles para pemain muda serta mengeluarkan kemampuan terbaik dari seorang pemain tak perlu diragukan lagi. Walcott adalah salah satu pemain yang sukses dibinanya, masih banyak sederet bintang sepak bola lainnya yang sukses ketika menjadi anak asuhnya. (*/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Thomas Tuchel Jauhkan Inggris dari Label Favorit Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:12
-
Top Skor Sepanjang Masa Timnas Inggris: Harry Kane Ungguli Wayne Rooney
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:03
-
Piala Dunia 2026: Korea Selatan Bidik Awal Sempurna Saat Hadapi Ceko
Piala Dunia 10 Juni 2026, 13:46
-
Senegal Klarifikasi Video Pemeriksaan Keamanan Bandara di AS yang Viral
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:38
-
Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
Liga Italia 10 Juni 2026, 12:37
-
Merasa Sedang Prime, Harry Kane Bidik Trofi Piala Dunia Bersama Inggris
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:08
-
Benfica Resmi Lepas Jose Mourinho ke Real Madrid
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59









