Bola.net -
Oleh: Ronny Wicaksono
Kompetisi panjang Liga Italia Serie A telah ditutup 16 Mei lalu dan
Inter Milan ditahbiskan menjadi jawara untuk kali kelima secara beruntun, atau gelar
scudetto mereka yang ke-18 sepanjang sejarah klub.
Namun musim ini perjuangan
La Beneamata tidaklah mudah, mereka tak lagi dominan laksana musim-musim sebelumnya. Penyebabnya tak lain adalah penampilan gemilang yang ditorehkan
AS Roma.
Padahal di awal musim, bukan
Giallorossi yang diprediksi akan menjadi rival Inter, sebagaimana beberapa tahun sebelumnya, menyusul performa buruk yang membuat para serigala Roma terdampar di dasar klasemen. Namun kedatangan
Claudio Ranieri mampu mengubah semuanya dan memaksa
Nerazzurri berjuang hingga laga pamungkas, hanya unggul dua poin di klasemen akhir.
Skuad Inter 2009-2010 (c)GettyImages
Sementara Inter di musim ini tampil fenomenal. Kekuatan mereka merata di semua lini, memungkinkan taktik
Jose Mourinho diterapkan dengan sempurna. tak seperti musim pertamanya di Italia.
Hadirnya
Wesley Sneijder, pemain yang memang diincar di awal musim, dipercaya telah mengembalikan mata rantai yang hilang dari permainan
Nerazzurri. Hasilnya: selain
scudetto, Inter juga mengamankan Coppa Italia. Selain itu mereka masih berada di jalur yang benar untuk mencatat sejarah sebagai klub Italia pertama yang mampu merebut
treble winners jika mereka mampu membekuk
Bayern Munich di final Liga Champions.
Selain itu mereka juga mencatat sejumlah rekor di Serie A musim ini. Pertandingan
derby kontra AC Milan di San Siro pada 25 Januari 2010, ditonton oleh 80.000 orang, jumlah penonton terbanyak musim ini. Bersama Roma, Inter juga mencatat rekor kemenangan paling banyak dengan 21 kemenangan, namun
Nerazzurri adalah tim yang menderita kekalahan paling sedikit dengan hanya 4 kali kalah. Catatan tersebut membuat Inter menjadi tim dengan perolehan poin tertinggi setiap laga yakni rata-rata 2,16 poin.
Sementara dalam urusan gol, Inter juga menjadi tim paling produktif dengan torehan 75 gol, 21 di antaranya dicetak oleh
Diego Milito. Mereka juga menderita kebobolan paling sedikit, yakni hanya 34 gol sehingga menjadikan Inter tim dengan margin gol paling besar: 41 gol. Di bawah mistar gawang,
Nerazzurri juga meraih rekor
clean sheet paling banyak yakni tidak kebobolan dalam 17 laga.
Berikut ini
Bola.net berusaha merangkum momen-momen penting Inter menuju gelar scudetto musim 2009-2010:
- Giornata 1 - 23 Agustus 2009: Internazionale 1 - 1 Bari
Pepatah bahwa pertandingan pembuka selalu sulit berlaku juga untuk Inter. Bertanding melawan tim yang baru promosi ke Serie A, mereka tampil gugup namun memimpin lebih dulu lewat gol penalti
Samuel Eto'o di menit 56 sebelum
Vitaly Kutusov membuyarkan kemenangan mereka di menit 74.
Baca Review Lengkapnya
Inter membantai Milan di pekan kedua (c)GettyImages
- Giornata 2 - 29 Agustus 2009: Milan 0 - 4 Internazionale
Bermain buruk di laga perdana, Inter menyongsong laga
derby ini dalam posisi
underdog sementara
Rossoneri jauh diunggulkan karena tampil lebih impresif di laga pembuka. Namun Inter membalikkan semuanya dengan penampilan gemilang dan melumat sang rival berkat gol
Thiago Motta menit 29, penalti
Diego Milito di menit 36, gol menit 45 serta
Dejan Stankovic menit 67.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 6 - 27 September 2009: Sampdoria 1 - 0 Internazionale
Inter mengalami kekalahan pertama musim ini di kandang
Il Samp, Stadio Luigi Ferraris. Gol tunggal
Giampaolo Pazzini di menit 72 sudah cukup untuk menumbangkan keperkasaan Nerazzurri sepanjang awal musim.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 8 - 18 Oktober 2009: Genoa 0 - 5 Internazionale
Inter mendapat dorongan moral berharga di pekan ke-8 ketika mereka menggasak tuan rumah Genoa dengan 5 gol tanpa balas. Gol Nerazzurri pun dicetal lima pemain berbeda yakni
Esteban Cambiasso menit 6,
Mario Balotelli menit 31,
Dejan Stankovic menit 45,
Patrick Vieira menit 66 dan di menit 71.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 12 - 9 November 2009: Internazionale 1 - 1 Roma
Inter mendapat batu sandungan pertama dari para serigala Roma di pekan ke-12. Tertinggal lebih dulu oleh gol
Mirko Vucinic di menit 13, Inter akhirnya diselamatkan oleh gol
Samuel Eto'o di menit 48.
Baca Review Lengkapnya
Claudio Marchisio membuat Inter takluk di Turin (c)GettyImages
- Giornata 15 - 6 Desember 2009: Juventus 2 - 1 Internazionale
Pada laga bertajuk
Derby D'Italia di Olimpico Grande, Turin, Inter harus menyerah di tangan
Bianconeri. Juve unggul lebih dulu lewat gol
Giorgio Chiellini di menit 20 sebelum dibalas oleh
Samuel Eto'o di menit 26. Gol spektakuler
Claudio Marchisio di menit 58 akhirnya menentukan kemenangan prestisius digenggam Juve.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 16 - 14 Desember 2009: Atalanta 1 - 1 internazionale
Sepekan berlalu, Inter belum mampu bangkit dari kekalahan di kandang Juve. Melawat ke Stadion Atleti Azzuri d'Italia, Inter memang unggul cepat saat
Diego Milito merobek gawang Atalanta di menit 15, namun mereka harus bermain dengan 10 orang sejak
Wesley Sneijder diusir wasit di menit 65 sebelum akhirnya
Simone Tiribocchi membuyarkan kemenangan Inter lewat golnya di menit 81.
- Giornata 20 - 17 Januari 2010: Internazionale 2 - 2 Bari
Bari benar-benar menjadi duri dalam daging bagi Inter.
Galletti kembali mampu menahan imbang sang juara paruh musim Serie A di San Siro. Inter bahkan sempat tertinggal dua gol lebih dulu saat
Paulo Barreto mencetak gol untuk tim tamu di menit 60 dan 63. Beruntung mereka bisa menyamakan kedudukan di menit 69 lewat gol
Goran Pandev dan menit 74 oleh
Diego Milito.
Baca Review Lengkapnya
Diego Milito menjaga superioritas Inter atas Milan di pertemuan kedua (c)GettyImages
- Giornata 21 - 25 Januari 2010: Internazionale 2 - 0 Milan
Perebutan tim penguasa kota Milan di pekan 21 kembali dimenangkan oleh Inter, kali ini dengan skor 2-0 lewat gol
Diego Milito menit 10 dan
Goran Pandev menit 65. Laga ini juga diwarnai kontroversi ketika wasit mengusir
Wesley Sneijder di menit 27 dan di menit 90. Milan kehilangan peluang mereka memperkecil ketinggalan ketika gagal mengeksekusi penalti di akhir pertandingan.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 25 - 20 Februari 2010: Internazionale 0 - 0 Sampdoria
Inter kembali gagal menaklukkan
Il Samp untuk kali kedua, kali ini mereka ditahan imbang tanpa gol di kandang sendiri. Hasil ini juga merupakan satu dari serangkaian performa buruk
Nerazzurri di mana mereka hanya mendulang tiga poin dari tiga laga. Kembali kontroversi menyeruak dari laga ini di mana Inter harus bermain dengan 9 pemain hampir sepanjang pertandingan setelah wasit mengganjar kartu merah untuk
Walter Samuel di menit 31 dan
Ivan Cordoba di menit 38.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 28 - 12 Maret 2010: Catania 3 - 1 Internazionale
Puncak dari penampilan buruk Inter di paruh musim yang menyebabkan rival mereka semakin mendekat terjadi di pekan ini. Melawat ke Stadion Angelo Massimino, Inter mencetak gol lebih dulu lewat aksi
Diego Milito di menit 54. Namun mereka harus takluk olah tiga gol tuan rumah yang dibukukan
Maxi Lopez menit 74,
Giuseppe Mascara menit 81 serta
Jorge Martinez menit 90. Laga ini juga diwarnai aksi konyol
Sulley Muntari yang diusir wasit padahal baru dua menit masuk lapangan.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 31 - 27 maret 2010: Roma 2 - 1 internazionale
Roma menjadi tim ketiga yang gagal ditaklukkan Inter dalam dua kali pertemuan setelah mereka menaklukkan Nerazzurri 2-1 dalam laga amat penting dalam persaingan keduanya merebut
ecudetto. Gol
Diego Milito di menit 66 tak mampu menolong Inter dari kekalahan berkat dua gol Roma yang dicetak
Daniele De Rossi menit 17 dan
Luca Toni menit 72.
Baca Review Lengkapnya
Gagal menaklukkan Fiorentina di pekan ke-31 membuat Inter sempat melorot ke posisi kedua (c)GettyImages
- Giornata 33 - 10 April 2010: Fiorentina 2 - 2 Internazionale
Pekan ini menghadirkan kudeta di puncak klasemen setelah Inter gagal menaklukkan
La Viola sementara rival mereka, Roma menumbangkan Atalanta 2-1. Pemain muda tuan rumah, mencetak gol pembuka di menit 11 sebelum Inter berbalik unggul lewat gol
Diego Milito menit 74 dan
Samuel Eto'o menit 81, namun gol
Per Kroldrup menit 82 menggagalkan ambisi Inter mempertahankan posisi puncak.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 34 - 16 April 2010: Internazionale 2 - 0 Juventus
Inter terus menempel ketat Roma di puncak klasemen. Setelah sang rival memenangkan
derby kontra Lazio 2-1, Inter membalas kekalahan atas Juve di pertemuan pertama dengan skor telak 2-0. Namun mereka harus menunggu hingga menit akhir untuk menaklukkan Juve yang bermain dengan 10 orang sejak diusirnya
Momo Sissoko menit 37. Gol indah di menit 74 dan
Samuel Eto'o menit 90 memastikan kemenangan krusial diganggam Inter.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 35 - 24 April 2010: Internazionale 3 - 1 Atalanta
Inilah titik balik perjalanan Inter musim ini. Mereka berhasil meraih kemenangan penting atas Atalanta sementara Roma di luar dugaan takluk di kandang sendiri oleh Sampdoria. Tertinggal oleh gol
Simone Tiribocchi menit kelima, Inter mengamuk dengan gol
Diego Milito menit 24,
Cristian Chivu menit 78 dan
Sulley Muntari menit 35, sekaligus membawa mereka kembali ke puncak klasemen.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 36 - 2 Mei 2010: Lazio 2 - 0 Internazionale
Perjalanan Inter merebut scudetto menyisakan satu laga paling berat yakni bertamu ke Olimpico. Namun di luar dugaan, mereka tak mendapat kesulitan berarti untuk menaklukkan tuan rumah dalam laga yang disebut banyak pihak sebagai 'hadiah' dari Lazio demi mencegah Roma meraih gelar juara. Inter unggul lewat gol
Walter Samuel menit 45 dan
Thiago Motta menit 70.
Baca Review Lengkapnya
- Giornata 38 - 16 Mei 2010: Siena 0 - 1 Internazionale
Laga terakhir, Inter bertamu ke kandang Siena dalam kejaran Roma dan mereka menunjukkan mental juara saat berhasil mengatasi tekanan dan meraih kemenangan maha penting lewat gol tunggal
Diego Milito di menit 57, sekaligus mengunci gelar juara Serie A untuk kali kelima secara beruntun.
Baca Review Lengkapnya
Jose Mourinho dan skuad Inter merayakan keberhasilan merengkuh scudetto di kandang Siena (c)GettyImages
Dan dengan keberhasilan Inter tersebut, akhirnya gelaran kompetisi Serie A 2009-2010 pun harus ditutup. Para kontestan pun mulai menatap takdir mereka musim depan.
Namun musim ini, harus diakui Italia adalah milik Inter.
Selamat Inter Milan!
(bola/row)