Sekarang Eranya Messi-Suarez vs Bale-Benzema
Afdholud Dzikry | 4 September 2018 11:30
Bola.net - Sebelum tirai kompetisi La Liga 2018/19 dibuka, Barcelona diperkirakan tidak bakal kesulitan mempertahankan gelar mereka. Pasalnya, rival utama dan seteru abadi Barcelona baru saja ditinggal pelatih serta bintang nomor satu mereka. Real Madrid kini tak lagi dilatih Zinedine Zidane, pria yang sukses membawa mereka meraih hat-trick juara Liga Champions Eropa. Real Madrid pun tak lagi diperkuat Cristiano Ronaldo, mesin gol Portugal yang hijrah ke Juventus di musim panas.
Daya tarik liga tertinggi Spanyol, terutama jika bicara El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid, telah berkurang. Salah satu alasannya adalah karena tak ada lagi rivalitas Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo di La Liga.
Namun semua asumsi itu sepertinya perlu direvisi.
Jika beberapa musim terakhir rivalitas Barcelona vs Madrid di La Liga terpusat pada Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo, kali ini situasinya sudah berubah. Sekarang adalah eranya Lionel Messi - Luis Suarez vs Gareth Bale - Karim Benzema.
Real Madrid membuktikan bahwa, bersama pelatih baru Julen Lopetegui, mereka masih bisa menjadi penantang serius Barcelona. Los Blancos kini memiliki wajah dan karakteristik yang berbeda. Bintang-bintang yang sebelumnya berada di bawah bayang-bayang Ronaldo, kini mulai bisa menunjukkan kualitas asli mereka.
Dua pemain yang peningkatan performanya terlihat paling signifikan adalah Bale dan Benzema.
Selama beberapa musim terakhir, La Liga tak pernah lepas dari rivalitas Messi vs Ronaldo, terutama dalam persaingan mencetak gol terbanyak. Sekarang, kompetisi ini bakal dipanaskan persaingan antara pasangan Messi-Suarez melawan Bale-Benzema.
Hingga jornada 3, Messi (4 gol) dan Suarez (2 gol) telah menyumbangkan enam gol untuk Barcelona. Bale (3 gol) dan Benzema (4 gol) untuk sementara unggul satu gol atas pasangan penyerang dari Barcelona.
No Ronaldo, No Problemo

Hingga jornada 3, hanya ada dua tim yang masih sempurna dengan sembilan poin. Tak susah menebaknya, dua tim itu adalah Barcelona dan Real Madrid.
Sama-sama sudah mencetak sepuluh gol atau lebih dan baru kebobolan dua, Barcelona dan Madrid telah melesat mendahului tim-tim lainnya. Itu termasuk Atletico Madrid, yang baru mengumpulkan empat poin, baru mencetak dua gol, dan sudah kebobolan tiga.
Tanpa Ronaldo, Madrid sejauh ini ternyata tak menemui masalah berarti.
Pada jornada perdana musim ini, Barcelona memukul Alaves 3-0 lewat dua gol Messi dan satu gol Philippe Coutinho. Sementara itu, Madrid menekuk Getafe 2-0 melalui gol-gol Dani Carvajal dan Bale.
Pada jornada 2, Barcelona menang tipis 1-0 di kandang Real Valladolid berkat gol tunggal Ousmane Dembele. Di markas Girona, Madrid menang 4-1 lewat penalti Sergio Ramos, dua gol Benzema (satu penalti) dan satu gol Bale.
Pada jornada 3, Barcelona menghabisi tim debutan Huesca 8-2 di Camp Nou. Suarez mencetak dua gol pertamanya musim ini, sedangkan Messi bersinar dengan dua gol dan satu assist-nya. Messi bahkan menjadi pemain pertama yang mampu mengukir 150 assist di La Liga di abad 21.
Sebelum itu, Madrid kembali menang 4-1, dan kali ini melawan Leganes di Santiago Bernabeu. Bale kembali mencetak satu gol, Benzema lagi-lagi menyarangkan dua, dan satu gol lainnya disumbangkan Ramos dari titik 12 pas.
Bale dan Benzema terbukti sanggup mengemban tanggung jawab mencetak gol pasca-Ronaldo. Bale sudah mengemas tiga gol, sedangkan Benzema telah mengukir empat.
Wajar jika Madrid musim ini berharap banyak pada mereka berdua.
Efek Lopetegui

Hingga jornada 3, Bale selalu mencetak gol di ketiga pertandingan yang dia mainkan. Sementara itu, dengan mencetak gol kontra Leganes, berarti Benzema sudah membobol gawang ke-33 tim yang telah dia hadapi selama berkarier di La Liga (total 131 gol).
Bale dan Benzema adalah dua pemain paling on fire di skuat Madrid saat ini. Namun itu tak terjadi begitu saja.Itu merupakan salah satu dampak positif dari gaya main baru yang diterapkan oleh Lopetegui di Madrid.
Madrid yang sekarang adalah Madrid yang permainannya berporos pada penguasaan bola. Madrid sekarang memainkan possession football.
Ketika melawan Getafe, Madrid mendominasi laga dengan penguasaan bola mencapai 78%. Sebelum itu, terakhir kali Madrid mencatatkan possession sangat telak dalam sebuah pertandingan La Liga adalah pada Februari 2012, ketika mereka mendominasi Levante dengan penguasaan bola sebesar 80%.
Saat mengalahkan Leganes di Bernabeu, Madrid begitu dominan dengan ball possession 77,2%. Sepanjang laga, Madrid juga membukukan total 870 operan. Itu merupakan jumlah operan terbanyak oleh Madrid dalam satu pertandingan La Liga setidaknya sejak musim 2005/06.
Salah satu poros utama dalam passing game Madrid di laga tersebut adalah Toni Kroos. Gelandang Jerman tersebut mencatatkan 107 operan dengan akurasi mencapai 95,3%.Bermain dominan, Madrid leluasa membangun serangan. Sepanjang laga melawan Leganes, Madrid melepaskan total 17 tembakan dan delapan tembakan tepat sasaran. Jika bukan karena Ivan Cuellar dengan empat penyelamatannya, Madrid pasti sudah menang dengan margin gol yang jauh lebih besar.
Style of play yang baru ini terbukti pas buat Bale dan Benzema di lini serang. Performa dan ketajaman mereka meningkat signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Madrid pun tak membiarkan Barcelona duduk nyaman sendirian di puncak klasemen sementara.
Jika beberapa musim terakhir rivalitas Barcelona vs Madrid di La Liga terpusat pada Messi vs Ronaldo, kali ini situasinya sudah berubah. Sekarang adalah eranya Messi-Suarez vs Bale-Benzema.
Persaingan Barcelona vs Madrid tetap panas. Menarik ditunggu bagaimana jalannya El Clasico pertama di La Liga 2018/19 yang akan digelar di Camp Nou pada 28 Oktober mendatang. (bola/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!
Liga Champions 20 Januari 2026, 09:50
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
LATEST UPDATE
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
LATEST EDITORIAL
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19









