Separuh Bukti Mourinho Sebagai Ancaman
Editor Bolanet | 21 April 2010 15:34
Bola.net - Oleh: Jeffrie Anggapan yang menempatkan Barcelona sebagai tim terbaik dunia saat ini mungkin tidak terlalu berlebihan. Di bawah asuhan Pep Guardiola yang mengusung pola 4-3-3 ala Johan Cruyff, pasukan Barcelona menjelma menjadi sebuah tim yang memiliki serangan cantik nan mematikan. Tidak main-main, 6 trophy yang diraih sekaligus dalam musim sebelumnya seakan menjadi bukti keperkasaan mereka sebagai yang terbaik. Bagaimana dengan kekuatan Barcelona musim ini? tidak banyak berbeda, bahkan Carlo Ancelotti dan Arsene Wenger menilai pasukan L'equip Blaugrana kini lebih baik dibanding saat mereka menjuarai Liga Champions musim lalu. Tidak hanya di Liga Champions, Barcelona juga masih berjaya di Liga Spanyol dengan bercokol di posisi pertama di atas Real Madrid walau dengan selisih tipis 1 poin. Perbedaan dengan musim lalu mungkin hanya pada ajang Copa del Rey dimana Barcelona telah tersingkir di babak 16 besar oleh Sevilla. Tetapi beda bagi Jose Mourinho, rupanya ia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan komentar-komentar yang melangitkan Barcelona itu. Manajer Inter Milan itu selalu yakin dan percaya diri kalau timnya sedang berada di jalur menuju tercapainya musim yang spektakuler. Inter Milan berpeluang untuk meraih treble winner musim ini, selain masih aktif di Liga Champions mereka juga masih berpeluang memperoleh Scudetto Seri A dan telah mencapai final Coppa Italia. Pelatih asal Portugal itu mengakui kalau timnya berada di ambang pencapaian prestasi yang luar biasa, tapi tetap memperingatkan masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. "Untuk menjadi puas, kami perlu berbuat lebih banyak. Kami bisa mengakhiri musim dengan tiga, dua atau satu gelar. Antara nol dan tiga gelar, ada perbedaan yang besar," ujar pelatih berjuluk The Special One ini. Baca: Musim Spektakuler Bagi Mourinho Semi Final Liga Champions mempertemukan kembali Barcelona dan Inter Milan musim ini. Pertemuan pertama terjadi di babak penyisihan Grup dan kala itu Barcelona berhasil mengatasi Inter Milan di Nou Camp setelah bermain imbang di Giuseppe Meazza. Kekalahan Inter ternyata diakui oleh Mou, ia menilai jika tim Barcelona memang tampil lebih baik dibandingkan Inter Milan kala itu. "Barca layak menang di bulan November lalu, saat itu mereka memang lebih kuat," tutur Mourinho mengakui kekalahannya. Baca: Mourinho Bercerita Tentang Final, Messi, dan Puyol Tetapi bukan namanya Mourinho jika tidak belajar dari sebuah kekalahan. Pelatih yang terkenal sangat detail ini kaya akan pengalaman, kesuksesannya membawa Porto juara Liga Champions 2003/2004 adalah jawaban bahwa ia bukan pelatih yang gampang menyerah oleh keadaan. Pelatih Barcelona pun sadar akan kebesaran seorang Mourinho. Dalam konfrensi persnya Pep Guardiola mengatakan bahwa The Special One adalah pelatih terbaik di dunia. Baca: Guardiola: Mourinho Pelatih Terbaik di Dunia Jose Mourinho memiliki kebiasaan untuk memanaskan suasana menjelang pertandingan, tidak terkecuali saat akan menghadapi Barcelona. Ia memberi peringatan pada Barcelona sebelum mereka bersua dini hari (21/04) tadi, bahwa mereka tidak akan menghadapi lawan yang mudah seperti pada pertemuan sebelumnya. Komentar-komentar yang selalu menjadi ciri khasnya sebagai si mulut besar. Larangan Penerbangan Semi Final Liga Champions musim ini agak sedikit terganggu. Skuad Barcelona terpaksa menggunakan jalur darat yang panjang dan lama untuk bertandang ke kandang Inter Milan di Giuseppe Meazza. Hal itu terjadi karena larangan terbang yang berlaku di kawasan Eropa akibat debu dari letusan gunung di kawasan gletser yang namanya susah sekali dieja, Eyjafjallajokull di Islandia. Tetapi kenyataan itu tak lantas membuat pelatih Inter Milan, Jose Mourinho merasa senang. Pelatih asal Portugal itu mengatakan timnya takkan mendapatkan keuntungan dari "derita" yang dialami skuad Barca tersebut. "Saya rasa hal itu tidak akan menjadi masalah bagi mereka (skuad Barcelona). Hanya fisik mereka yang lelah, tidak dengan pikiran mereka," ujar Mourinho. Baca: Perjalanan Darat Barca Tidak Menguntungkan Inter Media-media di Spanyol sebelumnya juga memfokuskan pemberitaan yang sama. Perjalanan sejauh 600 mil menggunakan bus ke Italia sebaiknya tidak dijadikan sebagai alasan Pep jika Barcelona gagal mengatasi Inter Milan, begitulah kebanyakan pesan yang dimuat oleh media-media tersebut. Harapan tinggipun disematkan kepada pasukan Barcelona untuk mengatasai keterbatasan fisik terhadap resiko kelelahan. Koran Pablo Egea menulis: Ketika Barcelona memulai untuk mempertahankan gelar Eropa mereka, tidak ada yang memberitahu skuad Pep Guardiola bahwa hal itu akan mudah. Setelah mengatasi banyak tantangan yang mereka lalui, sekarang pasukan L'equip Blaugrana harus menghadapi ujian yang paling sulit sebelum menuju ke Bernabeu, yaitu hadangan dari Mourinho dan Inter. Barcelona akan bermain untuk kesempatan memenangkan piala kejuaraan Eropa di stadion saingan mereka, untuk membuat sejarah sepak bola, untuk menghidupkan mimpi fans menjadi kenyataan dan untuk menunjukkan bahwa kualitas sepakbola tidak akan berkurang walau melewati perjalanan melalui jalan darat, laut atau udara. Pep Guardiola lebih berpikir positif untuk mengangkat spirit anak buahnya karena tantangan perjalanan darat tersebut. Seperti yang dilansir oleh El Mundo Deportivo , pelatih asal Spanyol itu mengatakan, "Syukurlah Inter berhasil menyingkirkan CSKA Moskow, karena jika melakukan perjalanan ke Moskow berarti kami harus pergi dari hari Sabtu lalu!". Mourinho Sebagai Ancaman Rencana Mourinho = ancaman Barcelona, begitulah judul tulisan koran El Mundo. Bahaya besar bagi Barcelona bisa datang dari performa terbaik Wesley Sneijder dan kekuatan dari kerja sama apik Samuel Eto'o dan Diego Milito. Selain itu Guardiola harus menemukan jalan keluar dari jaring-jaring taktik Mourinho yang pasti tidak akan ragu berpikir untuk menghentikan permainan cantik dari Xavi. Ramon Besa dari El Pesa dalam catatannya menambahkan, Pep Guardiola harus memberi perhatian khusus untuk pemain berbahaya Inter Milan, khususnya Sneijder yang ia digambarkan sebagai seorang pemain bola yang sangat cerdas dengan skill lengkap. Tulisan El Mundo sepertinya tidak sembarangan, Inter Milan memang tampil beda dari biasanya pada pertandingan menghadapi Barcelona dini hari tadi. Inter Milan bisa bermain lebih lepas, taktis dan cepat untuk meladeni permainan kolektif ala Barcelona, bahkan bisa dikatakan tim biru hitam semalam seperti bukan Inter Milan yang biasanya. Turun dengan formasi terbaiknya di tengah, Wesley Sneijder dan Cambiasso tampak begitu garang memotong setiap serangan yang dibangun Xavi dan Messi. Sebagai yang lebih diunggulkan dari tuan rumah, Los Blaugranas tampil menggebrak pertahanan Nerrazurri lebih dulu saat pertandingan dimulai. Serangan bertubi-tubi mereka gencarkan, Zlatan Ibrahimovic dan Seydou Keita pun secara bergantian mengancam gawang Inter. Menit ke-18 bencana bagi Inter Milan pun terjadi. Maxwell, yang merupakan mantan pemain Inter, melakukan solo run ke pertahanan tuan rumah, setelah melewati Esteban Cambiasso dan Lucio, Maxwell melepaskan umpan ke tengah yang langsung di sambut Pedro dengan tendangan kerasnya. 1-0 untuk Pep, pendukung Inter pun terdiam. Beruntung Inter memiliki mental baja, tertinggal 1-0 lebih dulu tidak membuat mereka patah arang. Inter yang dimotori oleh gelandang enerjik, Wesley Sneijder berusaha memberikan pressing kepada setiap pemain Brcelona. Menit ke-27, sebuah kerja sama Diego Milito dan Wesley Sneijder nyaris membobol gawang Barca. Sayangnya, tendangan Milito masih melebar. Hasil kerja keras Inter baru memetik hasil di menit ke-30, gawang Barcelona bobol. Sneijder yang mendapat umpan matang dari Samuel Eto'o tanpa kesulitan melepaskan tendangan keras yang membobol gawang Vitor Valdes. Usai turun minum, Inter memulai pertandingan dengan agresif. Pressing yang mereka lakukan begitu ketat sehingga banyak umpan Barcelona berhasil dipotong lalu disusul dengan serangan balik yang cepat. Maicon yang bergerak di sebelah kanan rupanya tidak ingin kalah dari rekan senegaranya yang bermain cemerlang di Barcelona, Dani Alves. Permainannya yang sering maju ke depan untuk membantu serangan akhirnya berbuah hasil di menit ke-48. Menerima umpan dari Milito, pemain asal Brazil ini sukses menaklukkan gawang Valdes. Keunggulan yang diperoleh Inter tidak membuat mereka mengendurkan serangan, serangan ke gawang Barcelona terus dilakukan. Begitupun Barca, walau berstatus sebagai tamu mereka tidak ingin dipermalukan begitu saja, seakan mereka telah lupa akan perjalanan 600 mil yang telah dilalui sebelumnya. Menit ke-61, Inter kian menancapkan dominasinya. Sebuah gol hasil sundulan Diego Milito sukses memastikan kemenangan Inter di kandang sendiri. Baca: Review Pertandingan Inter vs Barca Dengan hasil ini sosok Mourinho sebagai ancaman bagi Barcelona terbukti separuhnya, Inter telah menancapkan satu kakinya di Bernabeu. Keunggulan 3-1 mungkin saja belum sepenuhnya aman karena di laga kedua mendatang, Barcelona bisa saja membobol gawang Inter dua gol tanpa balas. Barcelona selama ini memiliki kemampuan untuk menghadirkan kejutan-kejutan, walaupun hal tersebut bukan hal yang mudah melihat efektivitas permainan Inter. Kita tunggu saja pertemuan ke dua tim ini pada pertandingan leg ke 2 minggu depan, siapakah yang akan berhasil lolos?. Baca: Kumpulan Berita Inter Milan vs Barcelona (bola/jef)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Senegal Klarifikasi Video Pemeriksaan Keamanan Bandara di AS yang Viral
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:38
-
Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
Liga Italia 10 Juni 2026, 12:37
-
Merasa Sedang Prime, Harry Kane Bidik Trofi Piala Dunia Bersama Inggris
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:08
-
Benfica Resmi Lepas Jose Mourinho ke Real Madrid
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 11:55
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan 12 Juni 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 11:11
-
Belum Saatnya Perpisahan, Cristiano Ronaldo Masih Fokus Bersama Portugal
Piala Dunia 10 Juni 2026, 10:43
LATEST EDITORIAL
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59










