Sepinya Semifinal Liga Champions Tanpa Klub Inggris
Editor Bolanet | 16 April 2010 19:41
Bola.net -
Oleh: Chandra Wijaya
Dalam beberapa tahun belakangan ini, Liga Champions UEFA selalu dipenuhi oleh dominasi klub-klub asal Inggris. Kedigdayaan klub Liga Premier Inggris itu berlangsung dari babak awal penyisihan grup sampai tahap puncak di final. Tetapi itu paling jelas terlihat dengan selalu adanya wakil mereka di babak semifinal. Dari tahun 2003 selalu ada saja wakil Inggris di babak semifinal Liga Champions. Padahal untuk mencapai babak 4 besar ini pastinya sangat tidak mudah, karena yang berlaga di kompetisi ini adalah klub-klub terbaik yang ada di daratan Eropa. Namun di musim 2009-2010 ini dominasi itu sedikit luntur, wakil Inggris di babak perempat final yaitu dan Manchester United gagal mengatasi dan Bayern Munich untuk meneruskan langkah mereka ke semifinal. kalah dengan agregat 3-6 atas sedangkan Manchester United kalah jumlah gol tandang dalam agregat 4-4 dari 2 pertandingan kandang dan tandang. Dengan hasil itu maka catatan gemilang klub Inggris yang selalu dibuat oleh , , dan Manchester United menjadi agak tersendat. Padahal sejak tahun 2003, mereka selalu bergantian menunjukkan dominasinya dengan paling tidak lolos ke semifinal, dan tidak jarang mereka terus lolos ke semifinal dan bahkan menjadi juara. Pada musim 2003-2004, Inggris meloloskan sebagai wakilnya di semifinal. saat itu berhadapan dengan tim Prancis, Monaco. Dalam laga leg pertama yang dilangsungkan di kandang Monaco, kalah 1-3. Sedangkan pada leg kedua di kandang , Monaco mampu menahan tim tuan rumah dengan skor 2-2. Dengan agregat 5-3 Monaco menyingkirkan wakil Inggris untuk melaju ke babak final bertemu dengan Porto yang akhirnya menjadi juara Liga Champions musim 2003-2004. Kemudian di musim berikutnya, tim Inggris yang lolos ke semifinal malah ada 2 klub. dan masuk ke babak 4 besar Liga Champions musim 2004-2005 setelah menyingkirkan Bayern Munich dan di babak perempat final. Bahkan kedua tim Inggris ini harus saling berhadapan. Di leg pertama yang berlangsung di kandang , kedudukan berakhir imbang 0-0. Akhirnya saat menjadi tuan rumah di leg kedua, mereka berhasil menang 1-0 dan menghentikan langkah dengan keunggulan agregat 1-0. melangkah ke final berhadapan dengan AC Milan dan bahkan menjadi juara setelah meraih kemenangan secara dramatis. Mereka sempat tertinggal dulu 0-3 di babak pertama, sebelum berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua. Dan akhirnya menang lewat adu penalti. pun menjadi juara Liga Champions musim 2004-2005. Begitu juga di musim 2005-2006, menjadi satu-satunya wakil Inggris di semifinal, berhadapan dengan klub spanyol, . Di leg pertama yang berlangsung di kandang yang masih memakai stadion Highbury, tim asal kota London itu berhasil meraih kemenangan kandang 1-0. Kemudian mereka berhasil menahan tanpa gol di leg kedua yang berlangsung di stadion Estadio El Madrigal, Villarreal. Dengan agregat 1-0, berhasil melangkah ke final berhadapan dengan . Sayangnya meski sempat unggul 1-0 terlebih dahulu, akhirnya harus mengakui keunggulan yang mencetak 2 gol di akhir-akhir pertandingan. Bahkan di musim selanjutnya, wakil Inggris terlihat begitu mendominasi dengan lolosnya 3 tim Inggris dari 4 tempat yang ada di semifinal. , dan Manchester United tampak mengepung satu-satunya wakil non Inggris yaitu AC Milan. Di babak ini, berhadapan kembali dengan sedangkan Manchester United yang akan melawan wakil dari Italia itu. Di leg pertama di mana Manchester United dan bermain di kandang, sama-sama memperoleh kemenangan. menang 3-2 sedangkan menang 1-0. Namun akhirnya di leg kedua, semua keunggulan itu jadi terbalik. kalah 0-3 di kandang yang membuat mereka tersisih dengan agregat 3-5. Sedangkan berhasil melangkah ke final setelah menang 4-1 dalam adu penalti. Dalam pertandingan leg kedua itu menang 1-0 sehingga membuat agregat menjadi imbang 1-1 dan pertandingan harus diselesaikan dengan adu penalti. kembali berhadapan dengan di final setelah bertemu juga di partai puncak musim 2004-2005. Kali ini dapat membalaskan dendamnya setelah menang 2-1 dan merengkuh trofi juara Liga Champions 2006-2007. Di musim 2007-2008, kembali ada 3 wakil Inggris di semifinal. Dan kembali , dan Manchester United yang mengepung 1 wakil non Inggris, yang kali ini adalah . Manchester United menghadapi , sedangkan kembali berhadapan dengan seperti di musim 2006-2007. Di leg pertama dan yang bertindak sebagai tuan rumah sama-sama menahan imbang tamu-tamunya dengan skor 0-0 dan 1-1. Berikutnya di leg kedua, berhasil menghentikan langkah dengan kemenangan 1-0 (agregat 1-0) di kandang. Sedangkan sukses menyisihkan setelah menang 3-2 (agregat 4-3) di babak perpanjangan waktu. dan Chelsea menjadikan final musim 2007-2008 menjadi All English Final. Setelah kedudukan berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal, akhirnya berhasil menjadi juara setelah menang 6-5 dalam babak adu penalti. Adanya 3 tim Inggris di semifinal terjadi juga di musim 2008-2009, kali ini yang menjadi wakil di semifinal adalah , dan Manchester United. berhadapan dengan sesama wakil Inggris, , sedangkan harus meladeni . Di leg pertama tim tuan rumah, menahan imbang 0-0 sedangkan unggul 1-0 atas . Akhirnya mereka berdua lolos setelah di leg kedua menang 3-1 (agregat 4-1) dan menahan imbang 1-1 tim tuan rumah (agregat 1-1 dan unggul gol tandang). Meski akhirnya di babak final, harus mengakui keunggulan 2-0. Melihat semua catatan dari tahun 2003 sampai 2009, terlihat begitu dominannya tim Inggris di semifinal Liga Champions. Bahkan dalam 3 musim beruntun (2006-2007, 2007-2008, 2008-2009) selalu ada 3 wakil Inggris di semifinal. Jadi bagaimanapun akan terasa janggal jika di semifinal kali ini sama sekali tidak ada wakil Inggris. Wakil dari liga yang mempunyai nilai koefisien UEFA tertinggi di Eropa ini selalu memberikan warna tersendiri di Liga Champions. Budaya Inggris yang selalu menjunjung gaya bermain Kick n' Rush dan kerasnya iklim Liga Inggris, pastinya akan menyajikan kombinasi yang menarik jika berhadapan dengan tim dari negara lain yang tentunya juga punya budaya dan gaya bermain tersendiri. Yang pasti semua penggemar Liga Champions tidak akan bisa melihat bagaimana aksi dari Cesc Fabregas (), Andrei Arshavin (), Wayne Rooney (Manchester United) dan Rio Ferdinand (Manchester United) yang dengan segala kemampuan istimewanya berjuang keras untuk memenangkan timnya di babak semifinal. Meski memang, kualitas , Inter Milan, Bayern Munich dan Lyon juga tidak perlu diragukan lagi. Tetapi bagaimanapun juga tidak adanya wakil dari liga yang dianggap terbaik di dunia ini, dipastikan akan menimbulkan rasa adanya sesuatu yang hilang. Dan semoga saja rasa kehilangan ini tidak mempengaruhi keseruan dari babak semifinal yang sudah dimulai minggu depan. (bola/cax)TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Thomas Tuchel Jauhkan Inggris dari Label Favorit Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:12
-
Top Skor Sepanjang Masa Timnas Inggris: Harry Kane Ungguli Wayne Rooney
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:03
-
Piala Dunia 2026: Korea Selatan Bidik Awal Sempurna Saat Hadapi Ceko
Piala Dunia 10 Juni 2026, 13:46
-
Senegal Klarifikasi Video Pemeriksaan Keamanan Bandara di AS yang Viral
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:38
-
Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
Liga Italia 10 Juni 2026, 12:37
-
Merasa Sedang Prime, Harry Kane Bidik Trofi Piala Dunia Bersama Inggris
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:08
-
Benfica Resmi Lepas Jose Mourinho ke Real Madrid
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59









