'Seven Magnificent Moments' Lega Calcio Seri A 2009-2010
Editor Bolanet | 1 Juni 2010 14:00
Bola.net - Oleh: Alexander Wibowo
Liga Premier Inggris sudah, La Liga Spanyol juga sudah, sekarang giliran Liga Seri A Italia pastinya, saya kembali merangkum momen-momen yang saya anggap bakal tak terlupakan sepanjang musim 2009-2010 bergulir ke dalam Seven Magnificent Moments Lega Calcio Seri A Italia.
Yang paling sering menghiasi headline-headline berbagai media dunia dalam musim ini pastinya Jose Mourinho, dan juga Inter. Tidak hanya mendominasi Italia, La Beneamata musim ini telah menaklukan Eropa dengan raihan Treble Winners mereka bersama The Special One.
So this is it! (meminjam quotes dari Chef Fara Quin) mari langsung saja kita simak artikel ringan yang saya harapkan bisa sedikit menghibur bagi semua pembaca setia bola.net:
1. Gesture Mourinho
Gesture yang menghebohkan Italia dari Mourinho (c) Getty Images
Saat berlaga melawan Sampdoria Jose Mourinho kesal sekali dengan keputusan wasit yang ia nilai, berulang-ulang sering merugikan timnya, termasuk 2 kartu merah yang diberikan kepada anak asuhnya, lalu Mourinho mempertontonkan gesture seolah tangannya diborgol dan menunjukannya kepada wasit.
Wasit tersindir dan merasa terhina dengan perlakukan The Special One tersebut, lalu selang beberapa hari kemudian pihak Lega Calcio memberikan hukuman padanya dan sejumlah denda, Sejak saat itu Mourinho memutuskan Silenzio Stampa kepada media Italia menjadikan dirinya public enemy bagi rakyat Italia.
2. Juventus Flop
Juventus hancur lebur di musim ini (c) AP
Bianconeri memulai musim seperti biasanya, selalu menjadi unggulan dan difavoritkan, dalam pekan-pekan awal nampaknya hal tersebut masih
terbukti, AS Roma digasak 3-1 dan sempat menjadi capolista namun semua berantakan di tengah musim kemenangan 2-1 dari Inter menjadi hasil impresif terakhir mereka, sejak saat itu mereka hancur-hancuran, tersingkir dari Liga Champions, Ciro Ferrara dipecat, lalu tak bertahan lama di Liga Europa hingga akhirnya di akhir musim mereka terdampar di posisi 7 persis dengan nasib Liverpool yang flop di Liga Premier.
3. Kejutan Sesaat AS Roma
AS Roma sempat mengkudeta Inter dari Capolista meski hanya sesaat (c) AP
AS Roma menjadi kebalikan nasib Juventus di Seri A musim ini, sempat terjun bebas di awal musim namun di akhir musim mereka malah menjadi penantang serius Scudetto untuk Inter Milan, sejak berganti nahkoda dari Spaletti ke Ranieri Il Lupi terus menanjak perlahan namun pasti, mereka bahkan sempat mengalahkan Inter, dan melakukan kudeta Capolista, sayangnya terjegal oleh kesalahan mereka sendiri jelang musim berakhir (takluk dari Sampdoria di kandang sendiri), namun setidaknya kejutan sesaat Roma sempat menghidupkan lagi nyawa kompetisi yang hampir hilang, walau pada akhirnya Ranieri tetap belum mampu mengangkat kutukannya yang selalu membuatnya disebut sebagai Mr. Runner Up.
4. Treble Inter
Inter merajai Italia dan juga Eropa dengan tiga gelarnya (c) AP
Musim 2009-2010 resmi berakhir dan di dominasi , Scudetto dan Coppa Italia menjadikan mereka penguasa di kancah domestik, namun tak mau berhenti sampai di situ mereka melanjutkannya ke kancah tertinggi kompetisi antar klub Eropa, usai membantai wakil Jerman, Bayern munich dengan skor 2-0 di Bernabeu membuat mereka sah menjadi Treble Winners, tiga gelar mereka sabet alam satu musim, mencatatkan Inter sebagai klub kedelapan yang bisa mencapainya dalam sepanjang sejarah sepak bola Eropa hingga saat ini.
5. Diego Milito, The Treble Maker
Diego Milito salah satu protagonista penghadir trebel winners Inter (c) Getty Images
Dari tiga gelar bersejarah yang diraih Inter pada musim ini, Diego Milito, menjadi figur kunci di partai-partai penting. ia mencetak gol tunggal di Final Coppa Italia melawan Roma (gelar pertama), mencetak gol tunggal kemenangan atas Siena di giornata terakhir Seri A untuk memastikan Scudetto (gelar kedua), dan yang paling terakhir dua gol di Santiago Bernabeu membawa Inter menaklukan Bayern Munich 2-0 membawa Inter juara Liga Champions (gelar ketiga).
6. Petaka Zlatan, Keuntungan Eto'o
Nasib yang begitu mujur, Samuel Eto'o banjir prestasi bersama Inter (c) AP
Samuel Eto'o baru satu musim bermain di Inter, namun semenjak pindah dari Barcelona ia langsung banjir prestasi di musim debutnya itu, Samuel Eto'o berhasil memberikan gelar treble musim ini bagi Inter, uniknya di dalam prestasi ini ia mencatatkan prestasi tersendiri, ia menjadi pemain yang mampu meraih trofi Liga Champions dalam dua tahun berturut-turut bersama dua tim yang berbeda.
Jika mau menghitung dalam dua musim terakhirnya Eto'o telah meraih 9 gelar (6 bersama Barcelona musim lalu, dan 3 bersama Inter) sungguh rekor yang luar biasa.
Hal ini tentu berbeda 180 derajat dengan nasib Zlatan Ibrahimovic, yang ditukar dengannya berharap bisa meraih Liga Champions bersama Barcelona, justru disingkirkan oleh mantan klubnya tersebut di babak Semi Final, ia pun hanya berhasil meraih gelar La Liga, dan dua piala Super (Eropa dan Spanyol) serta satu piala dunia antar klub.
7. Ciao Lo Speciale!
The Special One resmi menjadi milik Real Madrid saat ini(c) Getty Images
"From public enemy number one to be the real Special One" itulah kalimat yang layak diberikan untuk Jose Mourinho, sempat dimusuhi namun di akhir musim ia menunjukan ia telah menaklukan Italia dan juga Eropa, treble winners ia persembahkan untuk Inter, tak sampai di situ ia memastikan La Beneamata sebagai asa tunggal Italia berhasil kembali membuat koefisien UEFA nilai kompetisi Seri A unggul dari, Bundesliga, Jerman di peringkat UEFA tahun kompetisi ini.
Dengan itu Italia dipastikan tetap bakal mengirimkan 4 wakilnya di Liga Champions musim 2010-2011, seolah ini juga tamparan Mourinho atas hujatan yang publik Italia alamatkan pada dirinya, Italia ditolong oleh seorang Mourinho bersama Inter, benar-benar 'from Zero to Hero' seorang Messias bagi Calcio (sepak bola Italia).
Setiap publik Italia pasti akan mengucap terima kasih kepadanya atas jasa tingginya itu, namun sayang hatinya terlanjur tersakiti oleh Italia, hal ini pula yang menjadi alasannya harus pergi, bahkan Materazzi yang membujuknya untuk bertahan tak membuatnya bergeming.
Materazzi saat Final Liga Champions sempat berkata pada Mourinho, "Aku berbicara sebelum masuk ke lapangan, aku berucap 'Aku mohon bertahanlah, kau tidak akan dicintai sebanyak di sini', dan kemudian Jose menangis, dia bilang 'aku harus pergi' kemudian aku masuk lapangan, setelah itu aku pun menitikkan air mataku juga,"
Apa pun yang terjadi Lo Speciale telah mengambil keputusannya, ia sekarang akan berkelana ke Spanyol untuk menaklukan tanah Matador bersama Real Madrid. Serta berambisi meraih gelar Liga Champions bersama klub ketiga yang ia pegang sebelum akhirnya akan kembali ke Liga Premier kompetisi yang telah mencuri hatinya. (kpl/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Thomas Tuchel Jauhkan Inggris dari Label Favorit Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:12
-
Top Skor Sepanjang Masa Timnas Inggris: Harry Kane Ungguli Wayne Rooney
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:03
-
Piala Dunia 2026: Korea Selatan Bidik Awal Sempurna Saat Hadapi Ceko
Piala Dunia 10 Juni 2026, 13:46
-
Senegal Klarifikasi Video Pemeriksaan Keamanan Bandara di AS yang Viral
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:38
-
Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
Liga Italia 10 Juni 2026, 12:37
-
Merasa Sedang Prime, Harry Kane Bidik Trofi Piala Dunia Bersama Inggris
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:08
-
Benfica Resmi Lepas Jose Mourinho ke Real Madrid
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59









