Tiga Alasan Jadon Sancho Sebaiknya Pindah ke Liverpool
Aga Deta | 5 Desember 2019 13:28
Bola.net - Masa depan Jadon Sancho di Borussia Dortmund sedang menjadi bahan spekulasi. Pemain asal Inggris itu berpotensi meninggalkan klub dalam waktu dekat.
Bukan rahasia lagi kalau Sancho menjadi incaran banyak klub besar Eropa. Liverpool, Manchester United, Barcelona dan Real Madrid, sudah dikaitkan dengan mantan pemain Manchester City itu.
Sancho mencatatkan 7 gol dan 9 assist dari 19 pertandingan untuk Dortmund pada musim ini. Meski penampilannya tidak buruk, hubungan Sancho dengan klub dikabarkan sedang tidak bagus.
Belakangan ini Sancho kerap dicadangkan oleh pelatih Lucien Favre. Sebelumnya, Sancho juga sempat mendapat denda karena terlambat kembali ke Dortmund, setelah jeda internasional.
Situasi itu memunculkan rumor Sancho sudah tak betah di Signal Iduna Park. Sancho kabarnya ingin pergi dari Dortmund pada Januari mendatang.
Liverpool dan Manchester United disebut-sebut akan mengajukan tawaran untuk merekrut Sancho pada bursa transfer Januari. Namun, Anfield bisa menjadi tempat yang tepat untuk pemain berusia 19 tahun tersebut.
Berikut ini tiga alasan mengapa Jadon Sancho harus pindah ke Liverpool seperti dilansir Sportskeeda.
Jurgen Klopp

Mantan manajer Borussia Dortmund ini merupakan alasan utama dibalik kesuksesan Liverpool belakangan ini. Klopp berhasil membawa The Reds dari tim yang berkutat di papan tengah menjadi juara Liga Champions.
Klopp adalah salah satu manajer terbaik di dunia saat ini. Para pemain percaya dan menghormatinya sementara para penggemar mengaguminya. Dia punya gaya permainan yang menarik.
Sancho bisa berkembang pesat di bawah Klopp. Ia bisa mengikuti jejak pemain-pemain seperti Robert Lewandowski, Marco Reus, Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah. Dia akan punya kebebasan untuk mengekspresikan dirinya di bawah seseorang yang tahu cara memoles pemain muda berbakat.
Meski berbakat, Sancho punya masalah dengan disiplin. Klopp pasti bisa akan membantu mengatasi itu dan menjadikan bintang muda Inggris pemain yang lebih baik. Sancho pasti bisa memaksimalkan potensinya di bawah asuhan Klopp.
Gaya Bermain

Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Liverpool memainkan sepakbola menyerang yang atraktif. Mereka menggunakan transisi menyerang untuk efek yang menghancurkan yang berbeda dari sistem serangan balik.
Gaya bermain ini membuat Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah sangat tajam dan menjadkan mereka salah satu dari trio paling menakutkan di dunia. Salah mampu bangkit dan sekarang menjadi pencetak gol yang produktif. Mane finis ke-4 dalam penghargaan Ballon d'Or baru-baru ini, sementara Firmino lebih dari sekedar false nine biasa.
Bermain untuk tim yang memainkan sepak bola pragmatis dan bertahan bisa merusak pemain yang berkarakter menyerang. Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan di Manchester United adalah contoh nyatanya. Sancho bisa menjadi mesin gol yang menakutkan di bawah Klopp.
Tekanan

Manchester United dan Chelsea sedang dalam masa transisi dan proses pembagunan tim. Setan Merah berada di posisi ke-6 di liga dan tidak ada identitas bermain yang jelas. Chelsea tampil lebih menjanjikan di bawah Frank Lampard meski mendapat embargo transfer. Sancho pasti diharapkan bisa langsung memberikan dampak yang besar dan mendongkrak performa mereka.
Di sisi lain, Liverpool sedang on fire karena baru saja memenangkan Liga Champions dan berada di jalur yang tepat untuk menjuarai Premier League. Sancho tidak diharapkan langsung menjadi starter, apalagi ditugaskan untuk mengubah tim yang sedang sakit. Dia pasti akan diberi waktu untuk beradaptasi dan mendapatkan waktu bermain secara bertahap. Hal itu pernah terjadi pada Fabinho dan dia bisa menembus starting XI saat kondisinya fit.
Sancho bisa belajar dari Mane dan Salah yang saat ini merupakan salah satu penyerang terbaik di Premier League. Selain itu, Salah dan Mane sudah dikaitkan dengan pintu keluar dari Anfield. Jika transfer tersebut pada akhirnya benar-benar terjadi, Sancho bisa langsung menggantikan dan menjadi pemain kunci dalam waktu singkat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
