132 Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan, Mereka Bukan Hanya Angka
Asad Arifin | 18 Oktober 2022 11:47
Bola.net - Peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu 1 Oktober 2022, adalah tragedi kemanusiaan. Pertandingan sepak bola yang semestinya menawarkan kegembiraan, berubah menjadi petaka dan air mata.
Setelah peluit panjang menandai laga Liga 1 yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya berakhir, Stadion Kanjuruhan bergolak. Insiden yang tak pernah terbayangkan mengoyak sendi-sendi kemanusiaan.
Kerusuhan pecah, dan tembakan gas air mata memicu petaka. Penonton, yang terdiri dari orangtua, remaja, hingga anak-anak kalang kabut berlarian. Semburan gas air mata memicu kepanikan, kesulitan bernapas, dan penonton berebutan ingin keluar dari stadion.
Korban pun berjatuhan. Banyak penonton yang meninggal karena kesulitan bernapas hingga terinjak-injak saat panik hendak meninggalkan stadion.
Ada 132 orang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan itu. Sebanyak 96 orang lainnya luka berat, dan 484 orang luka sedang atau ringan. Korban meninggal termuda pada peristiwa tersebut berusia 3 tahun. Sungguh fakta yang sangat menyedihkan.
Ratusan orang tersebut bukan sekadar angka. Mereka adalah ayah, ibu, suami, istri, anak, maupun cucu, yang sangat berharga dan dicintai keluarganya.
Tak ada sepak bola yang seharga nyawa. Jangankan 132 orang, satu pun nyawa tidak sebanding dengan sepak bola. Kehilangan orang terdekat sudah pasti menyisakan trauma berkepanjangan.
Nama 132 korban tragedi Kanjuruhan ini menandai periode terkelam bagi bangsa Indonesia, bukan hanya dunia sepak bola. Tak sepantasnya mereka meregang nyawa dari olahraga yang seharusnya menawarkan keceriaan.
Kerusuhan pecah, dan tembakan gas air mata memicu petaka. Penonton, yang terdiri dari orangtua, remaja, hingga anak-anak kalang kabut berlarian. Semburan gas air mata memicu kepanikan, kesulitan bernapas, dan penonton berebutan ingin keluar dari stadion.
Korban pun berjatuhan. Banyak penonton yang meninggal karena kesulitan bernapas hingga terinjak-injak saat panik hendak meninggalkan stadion.
Ada 132 orang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan itu. Sebanyak 96 orang lainnya luka berat, dan 484 orang luka sedang atau ringan. Korban meninggal termuda pada peristiwa tersebut berusia 3 tahun. Sungguh fakta yang sangat menyedihkan.
Ratusan orang tersebut bukan sekadar angka. Mereka adalah ayah, ibu, suami, istri, anak, maupun cucu, yang sangat berharga dan dicintai keluarganya.
Tak ada sepak bola yang seharga nyawa. Jangankan 132 orang, satu pun nyawa tidak sebanding dengan sepak bola. Kehilangan orang terdekat sudah pasti menyisakan trauma berkepanjangan.
Nama 132 korban tragedi Kanjuruhan ini menandai periode terkelam bagi bangsa Indonesia, bukan hanya dunia sepak bola. Tak sepantasnya mereka meregang nyawa dari olahraga yang seharusnya menawarkan keceriaan.
Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

1. Muchamad Arifin (45 tahun)
2. Moch Hashfi Al Wafi (16 tahun)
3. Roni Setyawan Rizki Ramadan (23 tahun)
4. Anggraeni Dwi Kurniasari (20 tahun)
5. Viky Rohibala (27 tahun)
6. Iwan Junaedi (43 tahun)
7. Faiqotul Hikmah (22 yahun)
8. Fillah Aziz Firmansyah (21 tahun)
9. Elisabeth Agustin (16 tahun)
10. Moh Rizki Darmawan (16 tahun)
11. Gilang Surya Ramadani (17 tahun)
12. Anik Hariani (40 tahun)
13. Setyohadi Kurniawan (22 tahun)
14. Hutriadi Hermanto (37 tahun)
15. Ahmad Wahyudi (40 tahun)
16. Jefri Ichlasul Amal (27 tahun)
17. Ahmad Dani Safarudin (15 tahun)
18. Moch. Tegar Ardian (17 tahun)
19. Arnol (18 tahun)
20. Moch. Adib Husni (18 tahun)
21. Muhammad Noval (21 tahun)
22. Eko Viki Sulistyo (26 tahun)
23. Hadiyatus Tsaniyah (24 tahun)
24. Muhammad Ubaidillah (17 tahun)
25. Alfinia Maharani Putri (20 tahun)
26. Muhammad Teguh Wahyudi (21 tahun)
27. Moh Bintang Pratama (18 tahun)
28. Gebi Asta Putri Purwoko (37 tahun)
29. Natasya Debi Ramadhani (16 tahun)
30. Evi Nur Rosidah (22 tahun)
31. Naila Debi Anggraini (14 tahun)
32. Hendrik Gunawan (21 tahun)
33. Radina Astrida Lutfitasar (21 tahun)
34. Muhammad Hafizh Aprilianto (19 tahun)
35. Audi Nesia Alfiari (19 tahun)
36. Shifwa Dinar Artamevia (19 tahun)
37. Bregi Andri Kusuma Anggi (20 tahun)
38. Agus Riansyahpratama Putra (20 tahun)
39. Gabriel Fernanda Yuda (15 tahun)
40. Ratna Indriyani (26 tahun)
Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

41. Firman Nur Abidin (32 tahun)
42. Muhamad Rizal Ilhamin (18 tahun)
43. Gebby Setyawardana (16 tahun)
44. Moh. Irsyad Al Juned (20 tahun)
45. Citra Ayu Amelia (15 tahun)
46. Salsa Yonas Octavia (20 tahun)
47. Yohanes Revano Prasetyo (15 tahun)
48. Munifa Latiful Iksan (20 tahun)
49. Wildan Ramadani (16 tahun)
50. Abian Hasyi Rifki (18 tahun)
51. Andika Bayu Pradana (20 tahun)
52. Afrilila Tri Putra (18 tahun)
53. Revanya Salwa Syahrani (18 tahun)
54. Fajar Yoyok (27 tahun)
55. Andik Purwanto (36 tahun)
56. Syahrulloh (18 tahun)
57. Indhi Rahma Putri (19 tahun)
58. Muh. Virdy Prayoga (3 tahun)
59. Klarista Disca Saputri (10 tahun)
60. Herlangga Aditama (18 tahun)
61. Lutvia Damayanti (20 tahun)
62. Mochamad Ali Muhtar (17 tahun)
63. Nafisatul Mukhoyaroh (24 tahun)
64. El Vidually (23 tahun)
65. Sandi Sanjaya (22 tahun)
66. Muhammad Mustofa (15 tahun)
67. M. Rian Fauzi (15 tahun)
68. Kaka Widad Samdya Adabi (17 tahun)
69. Hadinata (21 tahun)
70. Angger Aditya Permana (19 tahun)
71. Linda Setya Restu Ningrat (17 tahun)
72. Lamhadi Irawan (20 tahun)
73. Wahyu Nur Utomo (18 tahun)
74. Ach Nur Cahyo (15 tahun)
75. Achmad Husen Rahmadani (16 tahun)
76. Riyo Edit Setyawan (21 tahun)
77. M. Ari Maulani (18 tahun)
78. Rudi Hariyanto (34 tahun)
79. Pratiwi (25 tahun)
80. Septian Ragil Syahputra (21 tahun)
Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan
81. Muhammad Khoirul Huda (28 tahun)
83. Yunia (19 tahun)
83. Dafa Yunanto (18 tahun)
84. Putri Lestari (21 tahun)
85. Hindun Diana (19 tahun)
86. Muhammad Nizamudin (15 tahun)
87. Yanuar Dwi Bramantyo (13 tahun)
88. Muhamad Hendra Wahyu Zaenal Arifin (16 tahun)
89. Faiz Al Fikri (18 tahun)
90. Muh. Akbar Raihan Firdaus (14 tahun)
91. Mochammad Rifky Aditya A (13 tahun)
92. Handika Rizky Triono (15 tahun)
93. Ria Amalia Putri (19 tahun)
94. Abdan Ageng Fauzan (18 tahun)
95. M. Farel Aljanadi (14 tahun)
96. Moh Kindi Arrumi (16 tahun)
97. Devi Ratnasari (30 tahun)
98. Much Yulianton (32 tahun)
99. Najwa Zalfa Abdillah (15 tahun)
100. Angga Frasdiansyah (34 tahun)
101. Muh. Febriansyah (17 tahun)
102. Noval Setyo Budi (14 tahun)
103. Aditya Dimas Pratama (20 tahun)
104. Daffa Fakhrudin Wijaya (15 tahun)
105. Riyan (20 tahun)
106. Muh. Mungizul Hidayatullah (24 tahun)
107. Aura Maulida Fitria Aisya (20 tahun)
108. Mayang Agustin (20 tahun)
109. Eka Putri Mei Wulandari (18 tahun)
110. Rizky Dwi (19 tahun)
111. Rizky Wahyudi (20 tahun)
112. Ahmad Fajar Khoiron (14 tahun)
113. Ibnu Muhammad Rafi (15 tahun)
114. Yulio Dini Prastiawan (14 tahun)
115. Hildan Agit Agista (15 tahun)
116. Bahrul Ulum (22 tahun)
117. Muhammad Heikal (14 tahun)
118. M. Nailul Author (15 tahun)
119. Kusaini (29 tahun)
120. Jovan Farellino Yuseifa Pratama Putra (15 tahun)
121. Riyang Ambarwati (20 tahun)
122. Hafiska Dwi Aninditya (13 tahun)
123. Muhammad Ilham Sabilillah (18 tahun)
124. Vera Puspita Ayu (22 tahun)
125. Nova Setyarahayu (24 tahun)
126. Muhammad Haikal Maulana (17 tahun)
127. M. Andre Ramadhan (25 tahun)
128. Mita Maulidya (27 tahun)
129. Anggara Putra Pratama (13 tahun)
130. Astrid Nafisa Putri Subagio (16 tahun)
131. Hermawan Effendi
132. Helen Prisella (20 tahun)
Tim Peliput: Yus Mei Sawitri, Dendy Gandakusuma
Konten-konten liputan khusus Cover Story Kanjuruhan lainnya bisa didapat pada tautan berikut ini.
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
Suara Klub Setelah Duka Cita Kanjuruhan: Pemerintah dan FIFA Turun Tangan, Secercah Harapan untuk Se
Testimoni Jurnalis Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan: Korban Terus Datang bak Air Bah, Hati Saya Rasanya
Perdamaian Suporter Indonesia: Fenomena Gerakan Akar Rumput Setelah Kasus Kanjuruhan
Di Balik Dinding Ruang Ganti Pemain Arema: 3,5 Jam yang Mencekam, Tinggalkan Trauma Mendalam
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Eks Anggota TGIPF Kanjuruhan Dukung Gerakan Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Bola Indonesia 3 Oktober 2023, 23:48
-
Setahun Tragedi Kanjuruhan, Banyak Rekomendasi TGIPF yang Tak Dijalankan
Bola Indonesia 3 Oktober 2023, 23:40
-
Nyaris Setahun Berlalu, Ini 5 Musisi Indonesia yang Sempat Menyuarakan Tragedi Kanjuruhan
Bola Indonesia 23 September 2023, 18:29
LATEST UPDATE
-
Tiktoker Bali Pembajak BYON di Vidio Jadi Tersangka, Vidio Tegaskan Zero Tolerance
Lain Lain 14 Agustus 2026, 15:04
-
Prediksi Lens vs PSG 17 Agustus 2026
Liga Eropa Lain 14 Agustus 2026, 14:54
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 14:15
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 14 Agustus 2026, 13:45
-
Prediksi Arsenal vs Man City 16 Agustus 2026
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 13:44
-
Alexis Mac Allister Tak Akan Tinggalkan Liverpool, Manchester City Gigit Jari?
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 13:15
-
Paul Pogba dan Perjalanan Karier yang Berubah dari Gemilang Jadi Penuh Masalah
Liga Eropa Lain 14 Agustus 2026, 12:59
-
Barcelona Punya Alasan Kuat Bayar Mahal untuk Rodri
Liga Spanyol 14 Agustus 2026, 12:54
-
Barcelona Kehilangan Ferran Torres, Apa Langkah Berikutnya di Bursa Transfer?
Liga Spanyol 14 Agustus 2026, 12:50
-
Leandro Paredes Tolak AC Milan, Pilih Bertahan di Boca Juniors
Liga Italia 14 Agustus 2026, 12:45
-
Dusan Vlahovic Resmi Gabung Besiktas, Begini Pesan Perpisahannya untuk Juventus
Liga Eropa Lain 14 Agustus 2026, 12:15
-
Tottenham Tertarik Cody Gakpo, Liverpool Hadapi Masalah Kedalaman Skuad
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 11:45
-
Djed Spence Tiba di Italia, Segera Rampungkan Transfer ke Inter Milan
Liga Italia 14 Agustus 2026, 11:23
-
Pengaruh Miralem Pjanic di Balik Kepindahan Kerim Alajbegovic ke Juventus
Liga Italia 14 Agustus 2026, 11:17
-
Michael Carrick Ungkap Dampak Positif Piala Dunia bagi Kobbie Mainoo
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 11:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

