Anggaran Tim Sembilan Kemenpora Bertentangan dengan Efisiensi
Editor Bolanet | 3 Januari 2015 14:51
- Pembantukan Tim Sembilan menghabiskan dana dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Rp 2 miliar. Mantan pengurus KONI Pusat, Arsyad Achmadin, menilai Menpora Imam Nahrawi hanya menghambur-hamburkan uang.
Menurut Arsyad Achmadin, dana sebanyak itu lebih baik dimanfaatkan untuk infrastruktur. Selain itu, dapat digunakan untuk pembinaan. Terlebih, banyak cabang olahraga yang teriak-teriak minta bantuan dana pembinaan, namun sangat sulit diberikan Kemenpora.
Kalau hanya sekadar mengevaluasi PSSI, mengapa Kemenpora menghabiskan dana anggaran sampai Rp 2 M? Tim sembilan yang berisi para pengamat, yang hasilnya cuma mengamat-amati, kata sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat periode 2007-2011 tersebut.
Selain menghamburkan uang rakyat, sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip efisiensi anggaran, imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, jika pihak Kemenpora hanya ingin mendapatkan masukan tentang apa dan bagaimana PSSI, dapat mengambil dari sumber yang sudah ada. Sumber itu antara lain blue print PSSI, renstra PSSI, analisis kekuatan, peluang dan tantangan PSSI 10 tahun yang akan datang, mengganti dan merombak pola manajemen PSSI serta SDM-nya.
Jadi tidak perlu Menpora berkoar-koar ada penemuan baru untuk memperbaiki olahraga sepak bola. PSSI punya regulasi sendiri yang tidak perlu dicampuri. Seolah-olah, Menpora sudah bekerja mengurus olahraga, tutur Arsyad.
Ditambahkan Arsyad, masih banyak cabang olahraga yang perlu penanganan dan bantuan. Karena itu, diminta selalu bijaksana dalam mengambil keputusan. [initial]
(esa/pra)
Menurut Arsyad Achmadin, dana sebanyak itu lebih baik dimanfaatkan untuk infrastruktur. Selain itu, dapat digunakan untuk pembinaan. Terlebih, banyak cabang olahraga yang teriak-teriak minta bantuan dana pembinaan, namun sangat sulit diberikan Kemenpora.
Kalau hanya sekadar mengevaluasi PSSI, mengapa Kemenpora menghabiskan dana anggaran sampai Rp 2 M? Tim sembilan yang berisi para pengamat, yang hasilnya cuma mengamat-amati, kata sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat periode 2007-2011 tersebut.
Selain menghamburkan uang rakyat, sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip efisiensi anggaran, imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, jika pihak Kemenpora hanya ingin mendapatkan masukan tentang apa dan bagaimana PSSI, dapat mengambil dari sumber yang sudah ada. Sumber itu antara lain blue print PSSI, renstra PSSI, analisis kekuatan, peluang dan tantangan PSSI 10 tahun yang akan datang, mengganti dan merombak pola manajemen PSSI serta SDM-nya.
Jadi tidak perlu Menpora berkoar-koar ada penemuan baru untuk memperbaiki olahraga sepak bola. PSSI punya regulasi sendiri yang tidak perlu dicampuri. Seolah-olah, Menpora sudah bekerja mengurus olahraga, tutur Arsyad.
Ditambahkan Arsyad, masih banyak cabang olahraga yang perlu penanganan dan bantuan. Karena itu, diminta selalu bijaksana dalam mengambil keputusan. [initial]
Jangan Lewatkan!
Renovasi Kantor, PSSI Habiskan Rp 13 Miliar
Bambang Nurdiansyah: Tim Sembilan Jangan Urusi Dapur PSSI
Djohar: PSSI Sangat Transparan Sesuai Statuta
Tim Sembilan Terbentuk, Djohar Akui Belum Dihubungi Kemenpora
Menpora Imam Pastikan Tak Hadiri Kongres Tahunan PSSI
Menpora Imam: Tim Sembilan Dilindungi Undang-Undang
Menpora Imam Tantang PSSI Buka-Bukaan
Menpora Imam: Anggaran Tim Sembilan Rp 2 Miliar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















