Asia Timur dan Barat Masih Dominasi Level Grassroot and Youth
Editor Bolanet | 20 Agustus 2013 20:52
- Pelatih skuad cabang olahraga (cabor) sepak bola, Zaenal Zapello Abidin, mengaku banyak mendapatkan pelajaran dari ajang Asian Youth Games (AYG), Nanjing, Tiongkok, 2013.
Diantaranya, menyimak perkembangan kekuatan negara peserta. Diungkapkannya, peta kekuatan grassroot and Youth di AYG cukup bersaing.
Bahkan, Asia Tenggara mempunyai potensi yang besar untuk mengalahkan Asia lainnya.
Dikatakannya, hal tersebut bisa dilihat dengan lolosnya empat negara Asia Tenggara. Namun, memang secara kualitas keseluruhan masih di dominasi Asia Timur dan Asia Barat
Lolosnya Indonesia, Vietnam, Timur Leste, dan Thailand, menggambarkan bahwa Asia Tenggara punya potensi yang bagus. Mungkin, Thailand yang masih lebih siap dalam persaingan ini. Bukan berarti Indonesia, Vietnam, dan Timur Leste atau negara lainnya di Asia Tenggara tidak siap, tapi itulah peta kekuatan yang tergambarkan, kata Zapello.
Saya yakin sekali, apabila kita lebih berkonsentrasi terhadap penanganan grassroot and youth secara lebih detail lagi, maka tim senior tidak akan pernah kesulitan mendapatkan pemain-pemain berkualitas tinggi, sambungnya.
Peranan pelatih berlisensi tinggi, dibeberkannya, dapat mendorong kemajuan sepak bola sebuah negara. Apalagi, bila negara tersebut mempunyai talenta-talenta manusia sepak bola. (esa/dzi)
Diantaranya, menyimak perkembangan kekuatan negara peserta. Diungkapkannya, peta kekuatan grassroot and Youth di AYG cukup bersaing.
Bahkan, Asia Tenggara mempunyai potensi yang besar untuk mengalahkan Asia lainnya.
Dikatakannya, hal tersebut bisa dilihat dengan lolosnya empat negara Asia Tenggara. Namun, memang secara kualitas keseluruhan masih di dominasi Asia Timur dan Asia Barat
Lolosnya Indonesia, Vietnam, Timur Leste, dan Thailand, menggambarkan bahwa Asia Tenggara punya potensi yang bagus. Mungkin, Thailand yang masih lebih siap dalam persaingan ini. Bukan berarti Indonesia, Vietnam, dan Timur Leste atau negara lainnya di Asia Tenggara tidak siap, tapi itulah peta kekuatan yang tergambarkan, kata Zapello.
Saya yakin sekali, apabila kita lebih berkonsentrasi terhadap penanganan grassroot and youth secara lebih detail lagi, maka tim senior tidak akan pernah kesulitan mendapatkan pemain-pemain berkualitas tinggi, sambungnya.
Peranan pelatih berlisensi tinggi, dibeberkannya, dapat mendorong kemajuan sepak bola sebuah negara. Apalagi, bila negara tersebut mempunyai talenta-talenta manusia sepak bola. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AYG 2013, Raihan Akui Siap Tampil Lawan Korea Utara
Bola Indonesia 19 Agustus 2013, 13:38
-
Cabor Sepakbola Andalkan Agility Speed Hadapi Korut di AYG 2013
Bola Indonesia 19 Agustus 2013, 07:25
-
Skuat Cabor Sepakbola Janji Tampil Optimal di 8 Besar AYG 2013
Bola Indonesia 19 Agustus 2013, 07:10
-
Cabor Sepakbola Bersantai Sebelum Hadapi Korut di AYG 2013
Bola Indonesia 19 Agustus 2013, 06:40
-
Cara Skuat Cabor Sepakbola Atasi Kebugaran Tubuh di AYG 2013
Bola Indonesia 19 Agustus 2013, 06:35
LATEST UPDATE
-
Piala AFF 2026 Bisa Jadi Momentum Kebangkitan Marselino Ferdinan
Bola Indonesia 24 Juli 2026, 14:56
-
Kabar Baik MU! Barcelona Siap Lepas Bintang Mudanya ke Old Trafford!
Liga Inggris 24 Juli 2026, 14:40
-
Manchester United Intip Peluang Boyong Bintang PSG Ini
Liga Inggris 24 Juli 2026, 14:20
-
Kata Elliot Anderson: King MU? Adanya King City!
Liga Inggris 24 Juli 2026, 14:00
-
MU Kejar Kembali Tchouameni, Fabrizio Romano: Gak Bakal Dapat!
Liga Inggris 24 Juli 2026, 13:30
-
Kamboja Punya Senjata Berbahaya, 2 Pemain Ini Bisa Merepotkan Indonesia
Tim Nasional 24 Juli 2026, 11:09













