Asprov PSSI Sulut Prihatin Menpora Imam Tak Paham Arti Sanksi FIFA
Editor Bolanet | 1 Juli 2015 09:27
- Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI)asal Sulawesi Utara (Sulut), Jackson Kumaat, mengaku sangat prihatin dengan kondisi sepak bola nasional saat ini. Dampak dari sanksi yang dijatuhkan FIFA, membuat sepak bola Indonesia menjadi mati suri.
Hal tersebut, akibat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, melakukan intervensi. Ironisnya, desakan yang terus bermunculan tidak juga membuat Menpora Imam mencabut pembekuannya terhadap organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut.
Yang saya khawatirkan, apa Menpora dan beberapa masyarakat yang mendukung dia ini tidak paham dengan arti sanksi. Bahwa Indonesia tidak bisa bermain di Asian games, klub dari Indonesia tidak diizinkan bermain di luar negeri dan sebagainya. Ini justru sangat mengerikan, negara yang punya penggemar banyak sepak bola ini malah dibuat menjadi negara yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap sepak bola, kata Jackson.
Dalam penilaiannya, Menpora Imam benar-benar telah merusak tatanan sepak bola Indonesia. Sehingga, bertentangan dengan tujuan yang diagung-agungkan, yakni untuk memperbaiki kondisi sepak bola di Tanah Air.
Jackson juga mempertanyakan keputusan Menpora Imam bertahan melihat situasi yang sudah berada di level buruk. Karena itu, berharap Menpora Imam tergugah dan berubah bijaksana. Sehingga, tidak menganggap enteng sanksi dari FIFA.
Bukannya memperbaiki sepak bola Indonesia, ini malah Menpora melakukan hal yang di luar nalar. Apalagi, mengundang Djohar Arifin sebagai Ketua Umum. Jelas-jelas dia Ketua Umum yang sudah selesai masa tugasnya. Sungguh ini keputusan di luar nalar sepak bola. Sangat tidak sportif, tegasnya.
PSSI Provinsi sebagai perpanjangan tangan PSSI pusat akan patuh dan tunduk kepada organisasi PSSI. Apalagi, amanat kepemimpinan PSSI telah diberikan kepada bapak kita semua, bapak La Nyalla Mahmud Mattalitti. Hal tersebut, tidak perlu diragukan lagi dan sudah menjadi harga mati, pungkasnya.[initial]
(esa/ada)
Hal tersebut, akibat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, melakukan intervensi. Ironisnya, desakan yang terus bermunculan tidak juga membuat Menpora Imam mencabut pembekuannya terhadap organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut.
Yang saya khawatirkan, apa Menpora dan beberapa masyarakat yang mendukung dia ini tidak paham dengan arti sanksi. Bahwa Indonesia tidak bisa bermain di Asian games, klub dari Indonesia tidak diizinkan bermain di luar negeri dan sebagainya. Ini justru sangat mengerikan, negara yang punya penggemar banyak sepak bola ini malah dibuat menjadi negara yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap sepak bola, kata Jackson.
Dalam penilaiannya, Menpora Imam benar-benar telah merusak tatanan sepak bola Indonesia. Sehingga, bertentangan dengan tujuan yang diagung-agungkan, yakni untuk memperbaiki kondisi sepak bola di Tanah Air.
Jackson juga mempertanyakan keputusan Menpora Imam bertahan melihat situasi yang sudah berada di level buruk. Karena itu, berharap Menpora Imam tergugah dan berubah bijaksana. Sehingga, tidak menganggap enteng sanksi dari FIFA.
Bukannya memperbaiki sepak bola Indonesia, ini malah Menpora melakukan hal yang di luar nalar. Apalagi, mengundang Djohar Arifin sebagai Ketua Umum. Jelas-jelas dia Ketua Umum yang sudah selesai masa tugasnya. Sungguh ini keputusan di luar nalar sepak bola. Sangat tidak sportif, tegasnya.
PSSI Provinsi sebagai perpanjangan tangan PSSI pusat akan patuh dan tunduk kepada organisasi PSSI. Apalagi, amanat kepemimpinan PSSI telah diberikan kepada bapak kita semua, bapak La Nyalla Mahmud Mattalitti. Hal tersebut, tidak perlu diragukan lagi dan sudah menjadi harga mati, pungkasnya.[initial]
Baca Juga:
Tim Transisi Luncurkan Situs Pengaduan Penyimpangan
Sudah 22 Klub Kembalikan Formulir Piala Kemerdekaan
Tunggu Pengembalian Formulir Piala Kemerdekaan, Tim Transisi Gelar Workshop
'Jika Mau Terbuka, PSSI Cukup Patuhi Keputusan KIP'
FDSI Pastikan Tak Hadiri 'Suporter Bertanya PSSI Menjawab'
'Menpora Sebabkan Sepakbola Indonesia Mundur 30 Tahun'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















