Bagaimana Persib Bandung Bangkit dari Awal Musim yang Goyah hingga Jadi Juara Paruh Musim BRI Super League

Gia Yuda Pradana | 15 Januari 2026 19:05
Bagaimana Persib Bandung Bangkit dari Awal Musim yang Goyah hingga Jadi Juara Paruh Musim BRI Super League
Beckham Putra dan Bojan Hodak di laga Persib vs Persija pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 (c) Abdul Aziz

Bola.net - Persib Bandung menutup paruh musim BRI Super League 2025/2026 sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 38 poin dari 17 laga. Capaian itu mengantar Maung Bandung berada di posisi terdepan saat kompetisi memasuki jeda.

Persib Bandung memastikan status tersebut usai menang tipis 1-0 atas Persija Jakarta pada pekan ke-17 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (11/1/2026). Kemenangan pada laga sarat gengsi itu mempertegas konsistensi tim di papan atas.

Advertisement

Akan tetapi, perjalanan Persib Bandung pada putaran pertama Liga 1 musim ini tidak selalu mulus. Performa tim asuhan Bojan Hodak sempat goyah dan memantik keraguan pada fase awal kompetisi.

1 dari 3 halaman

Awal Musim yang Berliku

Awal Musim yang Berliku

Aksi Bobotoh ketika memberikan dukungan pada Persib Bandung di laga BRI Super League 2025/2026 (c) Dok. Persib Bandung

Persib membuka musim dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Semen Padang di laga pembuka. Hasil itu membuat ekspektasi publik melonjak sejak pekan pertama.

Namun, tren positif tersebut langsung terhenti pada laga berikutnya. Persib harus menerima kekalahan 1-2 dari tim promosi Persijap Jepara yang tampil efektif.

Setelah itu, Persib hanya bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta. Persib sempat bangkit lewat dua kemenangan beruntun atas Persebaya Surabaya 1-0 dan Arema FC 2-1.

Sayangnya, konsistensi kembali terganggu saat bertandang ke markas Persita Tangerang. Persib takluk 1-2 dan tekanan publik pun menguat.

2 dari 3 halaman

Fondasi Pertahanan Jadi Kunci

Fondasi Pertahanan Jadi Kunci

Federico Barba beraksi dalam laga Persib Bandung vs Bhayangkara Presisi Lampung FC di BRI Super League 2025/2026. (c) AP Photo

Kritik deras dari Bobotoh di media sosial menjadi alarm bagi tim. Tekanan tersebut justru mendorong Persib melakukan pembenahan menyeluruh.

Perubahan mulai terlihat dari organisasi permainan yang lebih rapi. Chemistry pemain lokal dan asing terbangun, tapi keseimbangan antarlini menjadi perhatian utama.

Salah satu faktor krusial kebangkitan Persib adalah solidnya lini belakang. Hingga pekan ke-17, Persib hanya kebobolan 11 gol dan menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik.

"Jika melihat hasil dan klasemen, tentu yang paling penting adalah pertahanan berjalan dengan baik," ujar Bojan Hodak, Rabu (14/1/2026). "Jadi, sejauh ini, pertahanan kami yang terbaik di liga."

"Tentu saja ini adalah kunci," lanjut Bojan Hodak. "Serangan bisa memenangkan pertandingan, tapi pertahanan bisa memenangkan gelar juara."

Catatan kandang Persib juga impresif karena hanya kebobolan satu gol sepanjang paruh musim. Peran Julio Cesar, Patricio Matricardi, dan Federico Barba membuat area pertahanan sulit ditembus lawan.

Konsistensi tersebut wajib dipertahankan pada putaran kedua. Persib memiliki modal kuat untuk menjaga peluang mencatatkan sejarah gelar liga tiga kali beruntun.

Disadur dari: Bola.com/Muhammad Faqqih/Benediktus Gerendo Pradigdo, 15 Januari 2026

LATEST UPDATE