Bahas Sepakbola Indonesia, Presiden OCA Bakal Temui Jokowi
Editor Bolanet | 5 Agustus 2015 15:51
- Masalah terancamnya sepakbola tidak dipertandingkan di Asian Games 2018, juga mendapat perhatian khusus Presiden Komite Olimpiade Asia (OCA), Sheikh Ahmad Fahad Al-Ahmad Al-Sabah.
Untuk itu, Al Sabah bakal turun langsung mencari jalan keluarnya. Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hifni Hasan mengatakan bahwa Al Sabah yang juga anggota IOC dijadwalkan akan berkunjung ke Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus mendatang.
Al-Sabah itu khusus datang ke Jakarta menemui Presiden Jokowi dengan agenda membicarakan masalah sepakbola, ujar Hifni.
Lebih jauh dikatakan Hifni, dirinya meragukan keseriusan pemerintah dalam menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah belum juga menyetorkan dana garansi senilai 2 juta dolar AS ke rekening Komite Olimpiade Asia (OCA) sebagai penyelenggaraan Asian Games 2018.
Harusnya, dana itu kan disetorkan ke rekening OCA karena batas waktu persyaratannya 6 bulan setelah penandatanganan dengan OCA di Incheon, Korsel, September 2014, tuturnya.
Posisi Indonesia sebagai tuan rumah bisa terancam saja terancam jika masalah sepakbola tidak selesai. Apalagi, sudah ada negara yang siap menggantikan.
Tiongkok sudah siap menggantikan posisi Indonesia jika gagal menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Malah, saya dengar mereka sudah menyiapkan salah satu daerah yang punya fasilitas memadai dan bertaraf internasional, pungkasnya. (esa/pra)
Untuk itu, Al Sabah bakal turun langsung mencari jalan keluarnya. Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hifni Hasan mengatakan bahwa Al Sabah yang juga anggota IOC dijadwalkan akan berkunjung ke Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus mendatang.
Al-Sabah itu khusus datang ke Jakarta menemui Presiden Jokowi dengan agenda membicarakan masalah sepakbola, ujar Hifni.
Lebih jauh dikatakan Hifni, dirinya meragukan keseriusan pemerintah dalam menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah belum juga menyetorkan dana garansi senilai 2 juta dolar AS ke rekening Komite Olimpiade Asia (OCA) sebagai penyelenggaraan Asian Games 2018.
Harusnya, dana itu kan disetorkan ke rekening OCA karena batas waktu persyaratannya 6 bulan setelah penandatanganan dengan OCA di Incheon, Korsel, September 2014, tuturnya.
Posisi Indonesia sebagai tuan rumah bisa terancam saja terancam jika masalah sepakbola tidak selesai. Apalagi, sudah ada negara yang siap menggantikan.
Tiongkok sudah siap menggantikan posisi Indonesia jika gagal menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Malah, saya dengar mereka sudah menyiapkan salah satu daerah yang punya fasilitas memadai dan bertaraf internasional, pungkasnya. (esa/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Petik Poin Dari Arab Saudi, Presiden Jokowi: Sekarang Fokus Hadapi Australia
Tim Nasional 6 September 2024, 20:28
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 20:01
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














