Batal Coaching Clinic, Maradona-BASRI Lempar Tanggung Jawab
Editor Bolanet | 30 Juni 2013 20:00
- Coaching clinic bersama legenda sepak bola dunia asal Argentina, Diego Armando Maradona, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (29/6) petang, batal digelar.
Padahal, hal tersebut begitu menggebu-gebu dijanjikan Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (BASRI) Eddy Sofyan serta Isran Noor, selaku promotor kedatangan Maradona.
Tidak ingin sebagai pihak yang disalahkan, Maradona kemudian menjelaskan perihal kondisi tersebut. Dikatakannya, kegiatan coaching clinic dan tango football tidak ada dalam perjanjian kontrak kerjanya dengan Eddy Sofyan dan Isran Noor.
Bahkan, saya tidak tahu kalau ada kegiatan tersebut. Sejauh ini, saya sudah melakukan apa yang panitia minta dan berdasarkan perjanjian kerja semula, kata sosok kelahiran Buenos Aires, Argentina, 30 Oktober 1960, tersebut.
Meski begitu, Diego Armando Maradona langsung memberikan angin segar sebagai pelipur lara. Yakni, mengungkapkan ketertarikannya untuk menangani tim nasional Indonesia yang kini menempati rangking FIFA ke-170.
Mungkin nanti, saya bisa melatih Indonesia. Tpi sekarang, tidak mungkin sebab Indonesia sudah memiliki pelatih. Dalam sepak bola, apapun bisa terjadi. Sehingga, tidak tertutup peluang untuk saya melatih Timnas Indonesia, tuturnya.
Sementara itu, Eddy Sofyan berkilah jika pembatalan coaching clinic terjadi akibat kondisi peserta yang kurang mendukung. Selain itu, Eddy justru mengkambing hitamkan longgarnya keamanan dan gemuruhnya media massa dalam melakukan peliputan bagi mantan pemain klub Boca Juniors, Barcelona, Napoli, Sevilla dan Newell's Old Boys tersebut.
Situasi kemarin sangat tidak tertib. Akibatnya, Maradona menolak untuk turun lapangan melakukan coaching clinic karena merasa tidak nyaman dengan hal tersebut. Kemudian, maradona memilih untuk kembali menuju hotel, pungkasnya. (esa/dzi)
Padahal, hal tersebut begitu menggebu-gebu dijanjikan Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (BASRI) Eddy Sofyan serta Isran Noor, selaku promotor kedatangan Maradona.
Tidak ingin sebagai pihak yang disalahkan, Maradona kemudian menjelaskan perihal kondisi tersebut. Dikatakannya, kegiatan coaching clinic dan tango football tidak ada dalam perjanjian kontrak kerjanya dengan Eddy Sofyan dan Isran Noor.
Bahkan, saya tidak tahu kalau ada kegiatan tersebut. Sejauh ini, saya sudah melakukan apa yang panitia minta dan berdasarkan perjanjian kerja semula, kata sosok kelahiran Buenos Aires, Argentina, 30 Oktober 1960, tersebut.
Meski begitu, Diego Armando Maradona langsung memberikan angin segar sebagai pelipur lara. Yakni, mengungkapkan ketertarikannya untuk menangani tim nasional Indonesia yang kini menempati rangking FIFA ke-170.
Mungkin nanti, saya bisa melatih Indonesia. Tpi sekarang, tidak mungkin sebab Indonesia sudah memiliki pelatih. Dalam sepak bola, apapun bisa terjadi. Sehingga, tidak tertutup peluang untuk saya melatih Timnas Indonesia, tuturnya.
Sementara itu, Eddy Sofyan berkilah jika pembatalan coaching clinic terjadi akibat kondisi peserta yang kurang mendukung. Selain itu, Eddy justru mengkambing hitamkan longgarnya keamanan dan gemuruhnya media massa dalam melakukan peliputan bagi mantan pemain klub Boca Juniors, Barcelona, Napoli, Sevilla dan Newell's Old Boys tersebut.
Situasi kemarin sangat tidak tertib. Akibatnya, Maradona menolak untuk turun lapangan melakukan coaching clinic karena merasa tidak nyaman dengan hal tersebut. Kemudian, maradona memilih untuk kembali menuju hotel, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
No Debat! Cristiano Ronaldo Sebut Dirinya Pemain Terbaik Dunia Sepanjang Sejarah
Liga Champions 4 Februari 2025, 16:48
-
Cetak Gol ke Gawang Peru, Lautaro Martinez Kini Setara Diego Maradona
Amerika Latin 20 November 2024, 10:20
-
5 Anak Pemain Ternama yang Gagal Ikuti Kesuksesan Sang Ayah
Editorial 27 September 2024, 11:04
-
Dulu Maradona, Sekarang Di Lorenzo!
Liga Italia 5 Mei 2023, 08:20
LATEST UPDATE
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


