Belum Dapat Surat Resmi, LPIS Tak Tanggapi Pengambilalihan IPL
Editor Bolanet | 2 Oktober 2013 10:32
- PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (PT. LPIS) mengaku belum bisa mengambil langkah apapun untuk menanggapi langkah PSSI yang mengambil alih penyelenggaraan kompetisi Indonesian Premier League musim 2013. Mereka mengaku sampai saat ini belum menerima surat resmi dari PSSI terkait pengambilalihan tersebut.
Sampai saat ini, kita belum menerima surat dari PSSI terkait status pengelolaan kompetisi IPL. Padahal, hal ini sudah diungkapkan oleh PSSI sejak Sabtu (28/09) lalu, ujar Managing Director LPIS, Didied Poernawan Affandy, pada .
Karena itu, kita belum bisa memberikan tanggapan apapun terkait hal ini, termasuk mengenai nasib Arema Indonesia dan Persebaya 1927 (yang tidak diakui oleh PSSI dalam format kompetisi anyar mereka, red), sambungnya.
Sebelumnya, PSSI menyatakan mengambilalih pengelolaan sisa kompetisi IPL musim ini dari tangan PT. LPIS. Otoritas sepakbola Indonesia ini menganggap LPIS tidak mampu menjalankan kompetisi.
Langkah PSSI ini menuai banyak reaksi pro dan kontra. Pihak yang sepakat dengan tindakan PSSI ini salah satunya adalah kubu Semen Padang. Menurut CEO PT. Kabau Sirah Semen Padang, Erizal Anwar, dengan diambil alih PSSI, kompetisi bakal berjalan dengan lebih baik.
Sementara, suara kontra disuarakan, salah satunya oleh Haris Fambudy. Menurut Manajer Arema Indonesia ini, LPIS diharuskan menyelesaikan kompetisi IPL sampai akhir musim ini. Kewajiban LPIS ini, sambung Haris, sudah ditetapkan dalam MoU dan Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel Borobudur Jakarta beberapa waktu lalu.
Karena itu, kalau mau mencabut hal ini ya harus dengan melalui kongres. PSSI harus patuh dengan aturan mereka sendiri, tandasnya. [initial]
(den/mac)
Sampai saat ini, kita belum menerima surat dari PSSI terkait status pengelolaan kompetisi IPL. Padahal, hal ini sudah diungkapkan oleh PSSI sejak Sabtu (28/09) lalu, ujar Managing Director LPIS, Didied Poernawan Affandy, pada .
Karena itu, kita belum bisa memberikan tanggapan apapun terkait hal ini, termasuk mengenai nasib Arema Indonesia dan Persebaya 1927 (yang tidak diakui oleh PSSI dalam format kompetisi anyar mereka, red), sambungnya.
Sebelumnya, PSSI menyatakan mengambilalih pengelolaan sisa kompetisi IPL musim ini dari tangan PT. LPIS. Otoritas sepakbola Indonesia ini menganggap LPIS tidak mampu menjalankan kompetisi.
Langkah PSSI ini menuai banyak reaksi pro dan kontra. Pihak yang sepakat dengan tindakan PSSI ini salah satunya adalah kubu Semen Padang. Menurut CEO PT. Kabau Sirah Semen Padang, Erizal Anwar, dengan diambil alih PSSI, kompetisi bakal berjalan dengan lebih baik.
Sementara, suara kontra disuarakan, salah satunya oleh Haris Fambudy. Menurut Manajer Arema Indonesia ini, LPIS diharuskan menyelesaikan kompetisi IPL sampai akhir musim ini. Kewajiban LPIS ini, sambung Haris, sudah ditetapkan dalam MoU dan Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel Borobudur Jakarta beberapa waktu lalu.
Karena itu, kalau mau mencabut hal ini ya harus dengan melalui kongres. PSSI harus patuh dengan aturan mereka sendiri, tandasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














