Berhadapan Dengan Statuta FIFA, Agum Minta Menpora Imam Bijaksana
Editor Bolanet | 26 Juni 2015 01:06
- Mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar meminta Menpora Imam Nahrawi segera mencabut surat keputusan (SK) pembekuan terhadap organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut.
Dikatakan Agum, Menpora Imam kini berhadapan dengan Statuta FIFA. Jika Menpora bertindak bijaksana, diungkapkan Agum Gumelar, maka persoalan di sepak bola Indonesia bisa terselesaikan.
Berbeda dengan anggota lain yang tetap mematuhi Statuta FIFA, tapi Indonesia tidak. Karena itu, keluar sanksi, kata Agum Gumelar yang juga mejabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PSSI.
Kalau PSSI, selama ini tidak bisa berbuat apa-apa atau pasif. Sengketa yang ada bukan Menpora dengan PSSI, tapi Menpora dengan statuta FIFA. Kepada PSSI, saya selalu mengingatkan jangan bersikap emosional, tapi low profile dan tetap menginstropeksi kekurangan, tuturnya.
Karena itu, dilanjutkan Agum, tetap meminta pengurus PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mahmud Matalitti, kembali mencoba menghadap Menpora Imam. Menurut Agum, meminta maaf kalau ada kata-kata yang salah bukan perbuatan yang merugi.
Tapi, tiga kali menghadap, apa yang terjadi, tidak diterima. Jadi saya bertanya, siapa sebenarnya yang ngotot? PSSI selalu mengikuti saran Dewan Kehormatan dan bertekad memperbaiki. Alasan Menteri sibuk, harus terjadwal. Saya ini bekas Menteri Perhubungan dan rasa-rasanya tidak sibuk seperti itu, tukasnya.
Bahkan, Agum juga mengingatkan supaya Menpora Imam untuk tidak berpikiran salah.
Saya sebagai senior ingin menyampaikan ke adik saya, Menpora. Kalau ada keinginan memperbaiki Statuta FIFA, itu urusan Kongres dan anggota, bukan Menteri, pungkasnya. (esa/gia)
Dikatakan Agum, Menpora Imam kini berhadapan dengan Statuta FIFA. Jika Menpora bertindak bijaksana, diungkapkan Agum Gumelar, maka persoalan di sepak bola Indonesia bisa terselesaikan.
Berbeda dengan anggota lain yang tetap mematuhi Statuta FIFA, tapi Indonesia tidak. Karena itu, keluar sanksi, kata Agum Gumelar yang juga mejabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PSSI.
Kalau PSSI, selama ini tidak bisa berbuat apa-apa atau pasif. Sengketa yang ada bukan Menpora dengan PSSI, tapi Menpora dengan statuta FIFA. Kepada PSSI, saya selalu mengingatkan jangan bersikap emosional, tapi low profile dan tetap menginstropeksi kekurangan, tuturnya.
Karena itu, dilanjutkan Agum, tetap meminta pengurus PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mahmud Matalitti, kembali mencoba menghadap Menpora Imam. Menurut Agum, meminta maaf kalau ada kata-kata yang salah bukan perbuatan yang merugi.
Tapi, tiga kali menghadap, apa yang terjadi, tidak diterima. Jadi saya bertanya, siapa sebenarnya yang ngotot? PSSI selalu mengikuti saran Dewan Kehormatan dan bertekad memperbaiki. Alasan Menteri sibuk, harus terjadwal. Saya ini bekas Menteri Perhubungan dan rasa-rasanya tidak sibuk seperti itu, tukasnya.
Bahkan, Agum juga mengingatkan supaya Menpora Imam untuk tidak berpikiran salah.
Saya sebagai senior ingin menyampaikan ke adik saya, Menpora. Kalau ada keinginan memperbaiki Statuta FIFA, itu urusan Kongres dan anggota, bukan Menteri, pungkasnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















