Cerita Anang Ma'ruf, Bek Legendaris Persebaya yang Fobia Naik Pesawat
Richard Andreas | 5 Mei 2021 15:33
Bola.net - Rasanya hampir semua fans sepak bola Indonesia mengenal nama Anang Ma'ruf. Dia adalah bek legendaris milik Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia, prestasinya pun mentereng.
Anang Ma'ruf pernah membawa Persebaya menjuarai Liga Indonesia 1996/1997 dan 2004. Dia juga menjadi pilar utama Persija Jakarta ketika meraih trofi juara musim 2000/2001.
Selain Persebaya dan Persija, pria kelahiran 28 Mei 1976 ini juga pernah berkostum Deltras Sidoarjo, Gresik United, Mojokerto Putera dan Persekama Madiun.
Sebagai pemain pilar, Anang Ma'ruf harus fokus mengangkat penampilan tim yang dibelanya pada setiap laga. Baik saat menjamu lawan atau menemani tim melakoni laga tandang. Bermain di markas lawan inilah yang jadi kendala utama buat Anang Ma'ruf. Pasalnya, ia mengaku fobia naik pesawat terbang.
"Mungkin karena semasa junior saya sudah bepergian ke mana-mana naik pesawat setelah itu jadi takut sendiri. Apalagi, setelah membaca berita banyak kejadian kecelakaan pesawat," kenang Anang Ma'ruf dalam channel Youtube Omah Balbalan.
Ketika masih berusia belasan tahun, Anang sudah menjadi bagian penting di Persebaya Junior yang berhasil menembus final Piala Soeratin 1993 sebelum kalah dari PSB Bogor. Anang juga bagian dari PSSI Primavera, proyek pengembangan pemain muda yang berguru dan berkompetisi di Italia.
Nama Anang juga sempat masuk dalam daftar pemain Sampdoria yang melakukan tur Asia pada 1995. Meski fobia naik pesawat, Anang mengaku terpaksa harus berusaha keras untuk menepis ketakutan itu. Apalagi, ia tak kuasa menolak keputusan pelatih yang memasukkan namanya dalam daftar pemain yang berangkat.
"Saya praktis tak bisa tidur setelah diberitahu nama saya masuk dalam daftar (berangkat). Tapi, ada bagusnya juga. Di pesawat, saya terus memejamkan mata. Mulai saat masuk kabin pesawat sampai tiba di tempat tujuan," terang Anang.
Pengalaman yang paling 'menakutkan' Anang terjadi ketika Gresik United bertandang ke markas Persiwa yang harus menggunakan pesawat kecil dari Sentani ke Wamewa dan melintasi deretan gunung dan lembah. "Saya terpaksa ikut karena om Freddy Muli (pelatih Gresik United) memaksa dengan setengah mengancam," kata Anang.
Tapi, kendala psikologis ini tak berdampak pada penampilan Anang di lapangan hijau. Karena sejak serius menggeluti sepak bola, Anang bertekad untuk tampil fokus dan mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya.
"Saat menginjak rumput lapangan, saya tanamkan dalam hati untuk memberikan hasil terbaik buat tim yang saya bela," tegas Anang.
Persahabatan dengan Bejo Sugiantoro
Layaknya seorang pemain, Anang Ma'ruf juga memiliki teman dekat selama berkarier di sepak bola. Ia adalah Bejo Sugiantoro, libero legenda Persebaya.
"Saya dan Bejo sudah berteman sejak kecil ketika memperkuat Indonesia Muda. Kebetulan posisi kami saya yakni sebagai bek sentral. Bejo di libero, saya di stoper," ungkap Anang.
Bagi Anang, Bejo adalah teman yang sudah seperti saudara. Di mata Anang, Bejo adalah pribadi yang terbuka. "Kami kerap berdiskusi dan saling mengingatkan satu sama lain," terang Anang yang bersama sahabatnya itu kemudian menembus Persebaya Junior, PSSI Primavera dan Persebaya Senior.
Keduanya pun menjadi bagian Persebaya meraih trofi juara Liga Indonesia 1996/1997 dan 2004. Namun berbeda dengan sahabatnya itu, Anang kini fokus pada pekerjaannya sebagai pegawai Dispora Surabaya. Sedang Bejo meneruskan kariernya di sepak bola sebagai pelatih.
"Sebenarnya keinginan untuk melatih ada. Tapi, sementara ini saya fokus dulu di Dispora. Tapi, kalau ada tawaran melakukan coaching clinic dan waktunya ada pasti saya terima," pungkas Anang.
Sumber: Omah Balbalan (YouTube)
Disadur dari: Bola.com (Abdi Satria/Hendry Wibowo), 5 Mei 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia, John Herdman, Harapan Fans, dan Luka yang Tersisa
Tim Nasional 14 Januari 2026, 21:00
-
Media Vietnam Mengulas Babak Baru Timnas Indonesia Bersama John Herdman
Tim Nasional 14 Januari 2026, 20:52
-
Era Baru Timnas Indonesia: John Herdman Tekankan Peran Liga Lokal
Tim Nasional 14 Januari 2026, 17:04
LATEST UPDATE
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







