Cerita Jonathan Cantillana Main di Indonesia, Berbekal Informasi Rekan Senegara
Gia Yuda Pradana | 6 Juni 2020 20:00
Bola.net - PSIS Semarang sempat kesulitan menemukan pemain asing untuk mengisi slot Asia. Dalam kurun waktu dua musim, ada lima pemain yang didatangkan, namun tidak ada yang benar-benar nyetel dengan tim Kota Lumpia.
Namun, semenjak kehadiran Jonathan Cantillana, masalah itu bisa teratasi. Peran pemain kelahiran Chile berpaspor Argentina tersebut tak tergantikan, sehingga langsung mendapat perpanjangan kontrak.
Namun, sebelum bergabung dengan PSIS Semarang, rupanya Jonathan belum banyak tahu tentang Liga Indonesia. Dia memutuskan untuk berkarir di tanah air dengan berbekal informasi dari rekannya.
"Mereka mengatakan kepada saya bahwa sepak bola hidup di sini dengan cara yang luar biasa," kata Jonathan Cantillana kepada Bola.net.
"Itu membuat saya mengambil keputusan untuk datang dan untungnya itu adalah keputusan yang baik. Saya sangat senang bermain di negara ini," jelasnya.
Rekan yang dimaksud adalah Octavio Pozo yang pernah bermain untuk Persiku Kudus. Pemain yang sama-sama berasal dari Chile itu merekomendasikan dan meyakinkannya untuk merumput di Indonesia.
"Tetapi, agen saya Aggy (Ressy) yang banyak berbicara kepada saya tentang Liga Indonesia, dia memberitahu saya lebih baik tentang Liga," jelasnya.
Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.
Terkesan dengan Liga Indonesia

Setelah tiba di Indonesia untuk pertama kalinya, Jonathan mengaku langsung terkesan. Dia menyebut Liga Indonesia bisa berkembang dengan segala potensi yang dimiliki.
"Kompetisi bagus di sini, Liga Indonesia bisa terus tumbuh dan jauh lebih profesional. Anda bisa terus mengembangkannya dengan potensi yang dimiliki," sambungnya.
Namun, Jonathan enggan berbicara banyak terkait kelanjutan karirnya di Indonesia. Terpenting, dia bisa memberikan yang terbaik bagi PSIS Semarang dan menempatkan klub tersebut di papan atas.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Jakarta Terapkan PSBB Transisi, Kapan Persija Mulai Berlatih?
- Leonard Tupamahu yang Ingin Bermain Sepak Bola Hingga 40 Tahun
- Aryn Williams Nilai Kompetisi Tanpa Degradasi Tetap Bergengsi
- PSSI Hapus Degradasi, Kapten Bhayangkara FC: Kurang Seru dan Kehilangan Motivasi
- Perjalanan Karier Abu Rizal Maulana dan Tekadnya Tidur di Mess Persebaya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: PSM Makassar vs Borneo FC 18 April 2026
Bola Indonesia 18 April 2026, 07:54
LATEST UPDATE
-
Prediksi Burnley vs Man City 23 April 2026
Liga Inggris 21 April 2026, 21:29
-
Prediksi Atalanta vs Lazio 23 April 2026
Liga Italia 21 April 2026, 20:57
-
Bonucci Ingin Guardiola Tangani Timnas Italia
Piala Dunia 21 April 2026, 20:26
-
Prediksi Leverkusen vs Bayern 23 April 2026
Bundesliga 21 April 2026, 20:25
-
AC Milan Kehilangan Ritme, Juventus Lebih Stabil Jelang Duel Krusial Serie A
Liga Italia 21 April 2026, 20:15
-
Arsenal Krisis di Momen Penentuan: Kena Mental dan Habis Napas
Liga Inggris 21 April 2026, 20:15
-
AC Milan dan Filosofi Corto Muso: Menang Tipis, tetapi Konsisten
Liga Italia 21 April 2026, 20:06
-
Prediksi PSG vs Nantes 23 April 2026
Liga Eropa Lain 21 April 2026, 19:59
-
Krisis Lini Depan AC Milan Kian Nyata, Tak Peduli Kombinasi Penyerang
Liga Italia 21 April 2026, 19:58
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Persija 22 April 2026
Bola Indonesia 21 April 2026, 19:52
-
Prediksi BRI Super League: Persis vs Bhayangkara FC 22 April 2026
Bola Indonesia 21 April 2026, 19:47
-
Analisis: Pep Guardiola Pakai Cara 'Kuno' untuk Buat Arsenal Tak Berkutik
Liga Inggris 21 April 2026, 19:14
-
Liga Inggris 21 April 2026, 18:48

LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59







