Covid-19 Menggila, SOS Minta BRI Liga 1 2021/2022 Disetop Sementara
Yaumil Azis | 1 Februari 2022 23:03
Bola.net - Sebuah asa diungkapkan Save Our Soccer (SOS) terhadap keberlanjutan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 di tengah kembali menggilanya Covid-19. Lembaga yang concern dengan perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini berharap agar kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut disetop sementara.
"Sebaiknya, kompetisi dihentikan dulu selama sepekan untuk dilakukan 3 T (Testing, Tracing, Treatment) kepada semua pemain di sistem bubble," ungkap Koordinator SOS, Akmal Marhali, Selasa (01/02).
"Bila situasi Covid 19 sudah terkendali, kompetisi bisa dilanjutkan lagi. Bila perlu Seri 4 dipindahkan ke tempat yang lebih memungkinkan. Jawa Tengah misalnya," sambungnya.
Saat ini, persebaran dan penularan Covid-19 kembali menunjukkan tren naik. Bahkan, ada sejumlah pemain dari klub-klub peserta kompetisi yang terpapar.
Terakhir, sejumlah penggawa Madura United harus menjalani karantina usai terpapar atau terinfeksi virus tersebut. Walhasil, laga antara tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab tersebut dan Persipura Jayapura, yang semestinya dihelat pada Selasa (01/02) sore, harus ditunda.
Menurut PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) sejauh ini ada 58 pemain yang terpapar atau terinfeksi Covid-19.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Penerapan Protokol Kendor
Menurut Akmal, ada sejumlah hal yang menjadi penyebab tingginya paparan virus tersebut di kalangan pemain Liga 1. Salah satunya, adalah kendornya penerapan protokol kesehatan dalam seri ini.
Selain itu, menurut Akmal, sistem yang diterapkan kali ini tak seketat yang diterapkan pada seri-seri sebelumnya. Kali ini, sambung eks jurnalis olahraga tersebut, para pemain bebas berwisata dan bertemu banyak orang.
"Padahal, sejatinya, sistem bubble atau gelembung hanya membolehkan para pemain berinteraksi dengan ekosistemnya di hotel, tempat latihan, dan tempat pertandingan," papar Akmal.
Jadwal Padat
Selain itu, menurut Akmal, ada hal lain yang juga berpengaruh terhadap tingginya angka paparan di kalangan pemain dan tim peserta Liga 1. hal tersebut adalah padatnya jadwal pertandingan dan larutnya jadwal sejumlah laga.
"Hal ini juga ikut mempengaruhi penurunan imunitas pemain yang pada akhirnya mudah terpapar," kata Akmal.
"Ingat, saat gelombang pertama Covid terjadi, salah satu saran yang diberikan para tenaga kesehatan adalah jam tidur yang tidak boleh lewat dari jam 22.00 WIB. Nah, bagaimana mau beristirahat bila jam 00.00 WITA para pemain masih di lapangan. Ini harus dikoreksi PSSI dan LIB untuk disesuaikan. Jadwal pertandingan yang larut malam juga harus dihilangkan. Ingat kesehatan adalah prioritas yang harus diutamakan," sambungnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca juga:
Hasil BRI Liga 1: Bhayangkara FC Kalahkan Barito Putera dengan Skenario Dramatis
Badai Covid-19, Laga Persipura Jayapura vs Madura United Ditunda
BRI Liga 1: PSIS Semarang Berbenah Sebelum Hadapi Persebaya
BRI Liga 1: Hadapi Persipura, Madura United Bertekad Lanjutkan Kemenangan
BRI Liga 1: Persija Umumkan Maman Abdurrahman Positif COVID-19
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Arteta Puji VAR Saat Arsenal Diuntungkan, Bagaimana Saat Dirugikan?
Liga Inggris 11 Mei 2026, 23:32
-
Chelsea Kehilangan Pesonanya untuk Pelatih Top
Liga Inggris 11 Mei 2026, 20:45
-
Pahlawan El Clasico, Akankah Marcus Rashford Bertahan?
Liga Spanyol 11 Mei 2026, 19:59



















