Ditinggal Miroslav Janu, Jacksen Kehilangan Saingan Berat
Editor Bolanet | 24 Januari 2013 20:08
- Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Thiago, berharap sepak bola dapat mengambil hikmah di balik meninggalnya Miroslav Janu. Baginya, ini dapat menjadi titik balik kebangkitan dunia sepakbola Indonesia.
Menanggapi kematian Miro siang tadi (24/1), Jacksen mengakui kalau ia kehilangan koleganya sebagai sesama pelatih asing. Di mata pelatih asal Brasil ini, Miro adalah orang pelatih yang berprinsip dan bijak, meskipun kadang emosional. "Saya kehilangan salah satu saingan terberat dalam dunia kepelatihanku selama di Indonesia," tulisnya dalam akun Twitternya.
Dikonfirmasi lebih lanjut oleh , Jacksen meminta semua insan sepakbola Indonesia menyikapi segala musibah yang tidak pernah berhenti sejak dualisme sepakbola Indonesia terjadi. Terutama kematian beberapa insan sepakbola tanah air belakangan ini.
"Ada pengurus klub Persija IPL, pengurus BLI, presenter olahraga, pemain dan terakhir Coach Janu (Miroslav Janu) yang tinggalkan kami selamanya," urai Jacksen.
Menurutnya, meskipun musibah tersebut terjadi di luar lapangan sepakbola. Tapi secara psikologis hal itu berpengaruh besar dalam diri pemain dan pelatih. "Kami semua yang bekerja dalam sepakbola Indonesia saat ini tidak bisa menikmati karya kami. Justru kami menanggung beban dan rasa permusuhan yang luar biasa tiap saat," ungkapnya.
Jacksen menyerukan agar insan bola kembali menjunjung tinggi asas Fair Play dan kembali pada agama masing-masing untuk menuntaskan dualisme yang terjadi sekarang ini. "Itu adalah senjata utama kami dalam memulihkan sepakbola Indonesia. Mari kembali memulai mengejar sebuah prestasi sepakbola yang sudah menjadi cita-cita kita semua. Termasuk kami sebagai pendatang dalam sepakbola Indonesia ini," pungkas pria yang pernah menggenggam juara Liga Indonesia baik sebagai pemain dan pelatih ini. (fjr/mac)
Menanggapi kematian Miro siang tadi (24/1), Jacksen mengakui kalau ia kehilangan koleganya sebagai sesama pelatih asing. Di mata pelatih asal Brasil ini, Miro adalah orang pelatih yang berprinsip dan bijak, meskipun kadang emosional. "Saya kehilangan salah satu saingan terberat dalam dunia kepelatihanku selama di Indonesia," tulisnya dalam akun Twitternya.
Dikonfirmasi lebih lanjut oleh , Jacksen meminta semua insan sepakbola Indonesia menyikapi segala musibah yang tidak pernah berhenti sejak dualisme sepakbola Indonesia terjadi. Terutama kematian beberapa insan sepakbola tanah air belakangan ini.
"Ada pengurus klub Persija IPL, pengurus BLI, presenter olahraga, pemain dan terakhir Coach Janu (Miroslav Janu) yang tinggalkan kami selamanya," urai Jacksen.
Menurutnya, meskipun musibah tersebut terjadi di luar lapangan sepakbola. Tapi secara psikologis hal itu berpengaruh besar dalam diri pemain dan pelatih. "Kami semua yang bekerja dalam sepakbola Indonesia saat ini tidak bisa menikmati karya kami. Justru kami menanggung beban dan rasa permusuhan yang luar biasa tiap saat," ungkapnya.
Jacksen menyerukan agar insan bola kembali menjunjung tinggi asas Fair Play dan kembali pada agama masing-masing untuk menuntaskan dualisme yang terjadi sekarang ini. "Itu adalah senjata utama kami dalam memulihkan sepakbola Indonesia. Mari kembali memulai mengejar sebuah prestasi sepakbola yang sudah menjadi cita-cita kita semua. Termasuk kami sebagai pendatang dalam sepakbola Indonesia ini," pungkas pria yang pernah menggenggam juara Liga Indonesia baik sebagai pemain dan pelatih ini. (fjr/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persebaya Belum Pikirkan Pengganti Miroslav Janu
Bola Indonesia 24 Januari 2013, 21:28
-
Ditinggal Miroslav Janu, Jacksen Kehilangan Saingan Berat
Bola Indonesia 24 Januari 2013, 20:08
-
Uston Sempat Lihat Jantung Miro Dipompa
Bola Indonesia 24 Januari 2013, 17:16
-
Berkat Miro, Timo Bisa Bertemu Tomas Rosicky
Bola Indonesia 24 Januari 2013, 16:43
-
PSM Makassar Turut Berduka Atas Kematian Miroslav Janu
Bola Indonesia 24 Januari 2013, 16:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
-
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:37
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

