Hadiri Raker PSSI Versi KPSI, PSSI Siap Sanksi Anggotanya
Editor Bolanet | 12 April 2012 23:21
- mengaku akan mengambil sikap tegas jika nantinya terdapat bukti anggotanya yang menghadiri rapat kerja (Raker) PSSI versi di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (13/4).
Menurut Wakil Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Catur Agus Saptono, pihaknya akan melihat klub-klub atau Pengurus Provinsi (Pengprov) mana saja yang bakal hadir dalam kesempatan tersebut. Mengingat, sejumlah anggota sah PSSI, telah mendapat undangan.
Yang terbukti melanggar, akan dikenai sanksi. Sedangkan sanksi, ditujukan secara personal. Misalnya, dilarang aktif di dunia sepak bola Indonesia, kata Catur kepada Bola.net.
Catur mengutarakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan anggota Komdis yang lain untuk membicarakan persoalan tersebut. Menurutnya, saat ini Komdis belum berani mengambil sikap pasti, lantaran belum mengetahui apakah anggota PSSI benar-benar datang atau tidak.
Kalau sudah kelihatan datang, baru ada sikap, ujar dia.
Sementara itu, Deputi Sekjen Bidang Organisasi PSSI, , mempertanyakan sikap La Nyalla Mahmud Mattalitti dan kawan-kawan yang sudah berani menggunakan kop PSSI dalam surat-menyurat. Menurut dia, salah satu surat undangan raker yang telah menggunakan kop tersebut dinilai tidak etis.
Klub-klub anggota PSSI telah menanyakan, apakah mengundang rapat kerja? Kami jawab tidak. Setelah kami lihat, ternyata mereka menggunakan kop PSSI. Ini tidak etis, dan cenderung sebuah pelanggaran kata Hadiyandra.
Karena itu, pihaknya meminta kepada seluruh anggota PSSI untuk tidak menghadiri undangan tersebut.
Kami sudah kirim surat edaran, bahwa undangan itu bukan PSSI di bawah kendali Djohar Arifin Husin. Jadi, anggota tidak usah datang meski diiming-imingi uang transport, jelasnya.
Surat yang dipersoalkan tersebut, ditandatangani oleh Shalom Boboy, Plt Sekjen PSSI pimpinan La Nyalla. Dalam suratnya tersebut, disebutkan bahwa agenda yang akan dibahas adalah pemaparan program kerja PSSI. Selain itu, juga ditulis bahwa akomodasi ditanggung PSSI.
Kami juga memberitahukan kepada anggota, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin sudah memaparkan program kerja di Kongres Palangkaraya. Saat ini sedang menjalankan program-program itu. Jadi tidak ada pemaparan lagi, tegasnya. (esa/dzi)
Menurut Wakil Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Catur Agus Saptono, pihaknya akan melihat klub-klub atau Pengurus Provinsi (Pengprov) mana saja yang bakal hadir dalam kesempatan tersebut. Mengingat, sejumlah anggota sah PSSI, telah mendapat undangan.
Yang terbukti melanggar, akan dikenai sanksi. Sedangkan sanksi, ditujukan secara personal. Misalnya, dilarang aktif di dunia sepak bola Indonesia, kata Catur kepada Bola.net.
Catur mengutarakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan anggota Komdis yang lain untuk membicarakan persoalan tersebut. Menurutnya, saat ini Komdis belum berani mengambil sikap pasti, lantaran belum mengetahui apakah anggota PSSI benar-benar datang atau tidak.
Kalau sudah kelihatan datang, baru ada sikap, ujar dia.
Sementara itu, Deputi Sekjen Bidang Organisasi PSSI, , mempertanyakan sikap La Nyalla Mahmud Mattalitti dan kawan-kawan yang sudah berani menggunakan kop PSSI dalam surat-menyurat. Menurut dia, salah satu surat undangan raker yang telah menggunakan kop tersebut dinilai tidak etis.
Klub-klub anggota PSSI telah menanyakan, apakah mengundang rapat kerja? Kami jawab tidak. Setelah kami lihat, ternyata mereka menggunakan kop PSSI. Ini tidak etis, dan cenderung sebuah pelanggaran kata Hadiyandra.
Karena itu, pihaknya meminta kepada seluruh anggota PSSI untuk tidak menghadiri undangan tersebut.
Kami sudah kirim surat edaran, bahwa undangan itu bukan PSSI di bawah kendali Djohar Arifin Husin. Jadi, anggota tidak usah datang meski diiming-imingi uang transport, jelasnya.
Surat yang dipersoalkan tersebut, ditandatangani oleh Shalom Boboy, Plt Sekjen PSSI pimpinan La Nyalla. Dalam suratnya tersebut, disebutkan bahwa agenda yang akan dibahas adalah pemaparan program kerja PSSI. Selain itu, juga ditulis bahwa akomodasi ditanggung PSSI.
Kami juga memberitahukan kepada anggota, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin sudah memaparkan program kerja di Kongres Palangkaraya. Saat ini sedang menjalankan program-program itu. Jadi tidak ada pemaparan lagi, tegasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
Piala Dunia 13 Juli 2026, 00:53
-
Kilas Balik Semifinal Piala Dunia: Kisah-kisah Unik yang Sulit Dilupakan
Piala Dunia 12 Juli 2026, 23:32
-
Ini Adalah DNA Argentina
Piala Dunia 12 Juli 2026, 22:56
-
Ditekuk Inggris, Ayah Erling Haaland Klaim Norwegia Dicurangi Wasit
Piala Dunia 12 Juli 2026, 21:55
-
Argentina di Jalur Juara Dunia: Kekuatan, Celah, dan Peluang Meraih Gelar
Piala Dunia 12 Juli 2026, 20:41
-
Kartu Merah Breel Embolo Saat Lawan Argentina, VAR Dinilai Melewati Batas
Piala Dunia 12 Juli 2026, 20:04
-
Alasan Sebenarnya Declan Rice Diganti Saat Jeda
Piala Dunia 12 Juli 2026, 19:26
-
Erling Haaland dan Piala Dunia yang Mengubah Dirinya
Piala Dunia 12 Juli 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55








