Jadwal Liga 1 Disebut Tak Ideal, Ini Jawaban PT LIB
Ari Prayoga | 9 Agustus 2019 05:31
Bola.net - PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), operator kompetisi Shopee Liga 1 musim 2019, membeber alasan di balik mepetnya jadwal pertandingan antara tim-tim peserta kompetisi tersebut. Mereka menyebut ada sejumlah alasan di balik mepetnya dan kerap berubahnya jadwal kompetisi ini.
"Kami sudah berulang kali menyampaikan bahwa ada situasi tak ideal soal durasi kompetisi musim ini. Kami harus memulai kompetisi pada Mei dan usai pada Desember," ucap Manajer Kompetisi PT LIB, Asep Saputra.
"Ini belum dikurangi dengan adanya FIFA Matchday pada tengah kompetisi tersebut. Komitmen kami, dalam FIFA Matchday tak ada pertandingan," sambungnya.
Menurut Asep, sejatinya, PT LIB sudah mengantisipasi hal-hal seperti ini. Karenanya, sejak awal, mereka sudah memberikan kalender kompetisi pada peserta.
"Namun, ada variabel lain yang menyulitkan, seperti Piala Indonesia. Pasalnya, kami belum bisa menetapkan siapa saja yang lolos," tuturnya.
"Selain itu, kami juga harus bergantung pada perjalanan dua tim Indonesia pada ajang Piala AFC," Asep menambahkan.
Sebelumnya, sejumlah klub mengeluhkan jadwal kompetisi Shopee Liga 1 musim 2019. Salah satu klub yang mengeluhkan hal ini adalah Madura United.
Bukan hanya jeda antar pertandingan -yang kerap tak ideal- yang menjadi biang permasalahan klub-klub peserta pada jadwal kompetisi musim ini. Mereka juga kerap mengeluhkan perubahan jadwal, yang hampir tiap pekan terjadi.
Bagaimana PT LIB melihat jadwal kompetisi ke depannya? Simak di bawah ini.
Sesuaikan dengan Kondisi
Asep menegaskan bahwa PT LIB sudah berusaha seideal mungkin dalam menyusun jadwal. Namun, ia menambahkan, upaya mereka terbentur sejumlah hal yang terjadi.
"Kami akhirnya harus mempertimbangkan agar jadwal bisa mengakomodir semua kepentingan, termasuk tim nasional dan televisi pemegang hak siar," papar Asep.
"Posisi kami adalah penyesuaian. Dengan kondisi yang kami hadapi, tak mungkin ada jadwal ideal," ia menambahkan.
Tak Mau Tergesa Menilai Kualitas Kompetisi Turun
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa PT LIB tak mau terburu menilai bahwa jadwal kompetisi yang tak ideal berpengaruh pada kualitas kompetisi, seperti tengara sejumlah pihak. Kendati, menurutnya, jika dibandingkan dengan musim lalu, kompetisi saat ini memang agak berbeda.
"Namun, struktur kompetisi saat ini berbeda. Durasi kompetisi musim lalu lebih panjang. Jadwal pun lebih mendekati ideal," kata Asep.
"Namun, untuk menilai kompetisi musim ini lebih buruk, kami belum bisa lakukan pada saat ini," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League: Dilepas Arema FC, Yann Motta Percaya Rencana Tuhan
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:59
-
BRI Super League: Pemain Asing Baru Arema FC Adalah Teman Lama Vinicius Junior
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:54
-
Madura United Catat Progres Positif di Paruh Musim BRI Super League
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 17:08
-
BRI Super League: Persebaya dan Peran Sentral Bernardo Tavares di Bursa Transfer
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 17:01
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:52
-
Man City Main di Lapangan Sintetis dan Beku, Pep Guardiola: Dilarang Cengeng!
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:49
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 20 Januari 2026, 08:45
-
Marc Guehi Tiba, Pep Guardiola Gembira
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:25
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26










