Jan Olde Riekerink Soroti Gaya Bermain Persib: Hanya Bermain Bola Panjang Lalu Dapat Penalti
Asad Arifin | 21 April 2026 17:23
Bola.net - Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya gagal mengamankan kemenangan saat menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.
Padahal, Dewa United sempat berada dalam posisi sangat menguntungkan sepanjang pertandingan.
Bermain di kandang sendiri di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026) malam WIB, Dewa United harus puas dengan hasil imbang 2-2. Hasil ini terasa pahit mengingat mereka sempat unggul dua gol lebih dulu.
Keunggulan Dewa United dibuka oleh Alex Martins pada menit ke-18. Gol tersebut lahir dari kerja sama apik setelah menerima umpan dari Alexis Messidoro.
Momentum positif terus berlanjut hingga babak kedua. Ricky Kambuaya menggandakan keunggulan pada menit ke-64 usai memaksimalkan assist Noah Sadaoui.
Dewa United Bisa Belajar dari Cara Bermain Persib

Namun, pertandingan berubah drastis dalam waktu singkat. Alex Martins menerima kartu kuning kedua pada menit ke-64, membuat Dewa United harus bermain dengan sepuluh pemain.
Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Persib. Tim tamu mampu bangkit dan mencetak dua gol balasan melalui penalti Thom Haye pada menit ke-76 serta sundulan Andrew Jung pada menit ke-85 setelah menerima umpan Eliano Reijnders.
"Saya pikir para pemain bisa belajar, jika saya mencoba mengajarkan sesuatu kepada mereka, mereka harus melakukannya," ujar Jan Olde.
"Karena hal-hal yang salah terjadi hanya berkaitan dengan kekuatan Persib. Mereka hanya punya bola-bola panjang ke depan gawang," jelasnya.
Tentang Penalti dan Kartu Merah

Jan Olde juga menyoroti detail permainan yang menurutnya menjadi penyebab timnya kehilangan kontrol. Ia menilai Dewa United gagal mengantisipasi pola permainan sederhana dari Persib.
"Dan saya pikir jika Anda ingat bahwa mereka selalu datang, jika posisi Anda seperti ini, mereka akan selalu masuk ke dalam dan berada di depan gawang. Dan itulah alasan kami mendapat penalti. Dan kami harus saling berkomunikasi satu sama lain," ucap Jan Olde.
"Dan jika Anda lihat betapa mudahnya kami punya tiga bek tengah. Lalu kami bermain dengan penjagaan satu lawan satu. Namun, kami kehilangan dua poin karena kesalahan kami sendiri. Dan kami juga mendapatkan satu poin karena mereka adalah tim yang fantastis."
Selain aspek taktik, kartu merah yang diterima Alex Martins menjadi sorotan utama. Jan Olde menilai insiden tersebut sebagai kesalahan fatal yang berdampak besar terhadap hasil akhir.
"Kami mendapat kartu merah yang sangat bodoh. Itu hampir tidak bisa diterima. Dan cara kami mempersiapkan laga ini, sikap mereka dalam latihan, keterbukaan mereka dalam seluruh grup, saya pikir kami punya kelompok pemain yang fantastis," terangnya.
Disadur dari: Bola.com/Muhammad Adi Yaksa
Klasemen BRI Super League 2025/2026
Baca Ini Juga:
Persib Bandung Hanya Raih Hasil Seri Lawan Dewa United di BRI Super League, 2 Hal Ini Bikin Bojan Hodak Kecewa
Bojan Hodak Ngamuk! Sebut Gol Dewa United ke Gawang Persib Seperti Kesalahan Anak Kecil
Semen Padang Kian Terpuruk di Zona Degradasi, Imran Nahumarury: Hujan Bukan Alasan, Saya Kecewa!
Comeback Dramatis Persib Bandung di Markas Dewa United, Bojan Hodak Malah Kecewa Karena Hal Ini
Klasemen Pekan ke-28 BRI Super League: Persib Bandung Tertahan, Napas Borneo FC Kian Memburu
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















