Kisah Coach Justin Diajak Bersekongkol Lakukan Match Fixing
Gia Yuda Pradana | 14 Desember 2023 15:53
Bola.net - Persoalan match fixing kembali menjadi buah bibir pencinta sepak bola Indonesia belakangan ini. Hal tersebut tak lepas dari diumumkannya delapan tersangka pelaku match fixing, yang satu di antaranya adalah tokoh sepak bola nasional, Vigit Waluyo, oleh Kapolri, Listyo Sigit, Rabu (13/12).
Match fixing sendiri merupakan salah satu penyakit kronis di sepak bola Indonesia. Tindakan lancung ini bahkan disebut sudah terjadi sejak era 80-an.
Sejumlah tokoh disebut tersangkut dalam skandal ini. Ada juga yang terang-terangan mengaku pernah diajak ke dalam permufakatan lancung tersebut.
Salah satu tokoh yang mengaku sempat diajak untuk melakukan match fixing tersebut adalah Justinus Lhaksana. Pengamat sepak bola Indonesia ini pernah diajak bersekongkol melakukan match fixing ketika ia masih menangani Timnas Futsal Indonesia, beberapa waktu lalu.
Bagaimana selengkapnya kisah Coach Justin saat dibujuk dalam persekongkolan tersebut? Simak artikel di bawah ini.
Ditawari Suap Ofisial Uzbekistan
Justin, dalam siniar Grind Boys di kanal Gofar Hilman, mengaku sempat hampir disuap ketika menangani Timnas Futsal Indonesia. Waktu itu, ia berstatus sebagai Direktur Teknik Timnas Futsal Indonesia pada sebuah ajang di Dubai, 2009 lalu.
Justin menuturkan, waktu itu, ia dihampiri oleh salah seorang ofisial Uzbekistan. Kepadanya, ofisial itu meminta agar Indonesia mengalah dengan skor 0-13.
"Karena kalau kita kalah 0-13, Uzbekistan nggak ketemu Iran. Mereka ingin menghindari Iran," ucap Justin, dalam siniar tersebut.
Menurut Justin, ia tak secara langsung menolak upaya suap tersebut. Pria keturunan Belanda tersebut mengaku akan berdiskusi dulu dengan timnya.
"Dan, saya tahu bahwa tim saya tidak mau. Akhirnya, Uzbekistan bertemu Iran. Mereka akhirnya dibantai dan nggak lolos," katanya.
Keuntungan Berlipat Ganda
Lebih lanjut, Justin pun mengatakan bahwa match fixing ini bisa berhubungan erat dengan judi. Dengan melakukan match fixing, seseorang bisa mendapat keuntungan yang berlipat ganda dibanding uang yang harus dikeluarkan untuk menyuap.
"Nggak mungkin menyuap Rp100 juta, lalu cuma menang Rp200 juta," tukas Coach Justin.
"Pasti menangnya Rp10 miliar," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Tersangka Kasus Match Fixing: Vigit Waluyo, Sosok Sakti dari Football Family Indonesia
Kapolri Update Kasus Match Fixing di Sepak Bola Indonesia: VW Salah Satu Aktor Intelektual, Namanya
Jadi Tersangka, Vigit Waluyo Diharap Bantu Bongkar Gurita Match Fixing di Indonesia
Satgas Independen Antimafia Sepak Bola Siap Dukung Polisi Kembangkan Pengusutan Kasus Match Fixing d
Ketua PSSI Erick Thohir Siap Ganyang Wasit yang Terlibat Match Fixing
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Maarten Paes Sah, Skuad Indonesia Dinilai Tetap Belum Komplet
Tim Nasional 19 Agustus 2024, 11:31
-
Soal Peluang Indonesia Curi Poin di Kandang Arab Saudi, Ini Analisis Coach Justin
Tim Nasional 15 Agustus 2024, 22:50
-
Coach Justin: Elkan Baggott Seharusnya Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
Tim Nasional 15 Agustus 2024, 19:07
LATEST UPDATE
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





