Manajemen Persipasi Diminta Lempar Handuk
Editor Bolanet | 26 Maret 2014 05:57
- Manajemen Persipasi Bekasi terus menuai kritikan karena belum sepenuhnya mampu memberikan kebutuhan pendanaan. Tidak jauh mencari sumber pengkritiknya, yakni Warta Kusuma selaku pelatih Persipasi.
Dikatakan Warta, mengurus sepak bola profesional itu tidak mudah. Selain memerlukan ongkos yang besar, diperlukan pula pengorbanan ekstra. Sehingga, manajemen tim dituntut lebih memeras keringat dalam menjaring sponsor yang mampu mengelontorkan dana dalam jumlah besar.
Seharusnya, persoalan pra kontra sekarang ini udah beres. Sebab, kompetisi akan diputar pada 15 April mendatang. Namun, sampai sekarang belum ada tanda-tanda kejelasannya. Paling tidak, manajemen sudah memberikan dana sekitar Rp200-300 juta untuk pra kontrak. Mengurus sepak bola itu memang susah, sebab butuh dan besar. Kalau tidak sanggup, maka lempar handuk saja dan serahkan ke pihak lainnya, kata Warta Kusuma.
Situasi tersebut membuat suasana mess Persipasi Bekasi di Halim Perdanakusuma, Jakarta, tampak kaku. Semua pihak baik itu pemain, ofisial maupun tim pelatih, kerap menanyakan seputar kepastian kontrak.
Hal tersebut, kini semakin diperparah lantaran manajemen tidak mampu merealisasikan program tim pelatih berupa training centre di Lembang, Bandung, pada medio Maret.
TC dianggap sangat penting guna mengatrol kondisi fisik Laskar Patriot untuk bersaing di Grup 3 bersama Persika Karawang, Persikab Kabupaten Bandung, Persipon Pontianak, Persires Kuningan, PSGC Ciamis, PSCS Cilacap dan Persibangga Purbalingga.
Meski begitu, pak Yulianto (M Kartono Yulianto - Ketua Umum Persipasi) saya lihat terus berusaha. Misalnya saja, soal biaya lapangan Halim, mess, katering, itu sudah ditutupi. Namun, kebutuhan kami masih sangat banyak. Dua musim lalu saja, manajemen menghabiskan dana sekitar Rp10-12 miliar. Karena itu, saya harap manajemen baru ini mampu segera menemukan solusinya, ujarnya.
Dan kini, saya dengar-dengar jika pak Yulianto akan melunasi tunggakan gaji tahun lalu pada 10 April. Hal tersebut, hanya jeda lima hari jelang kompetisi bergulir (15 April). Karena itu, kami harap para pemain musim ini juga mendapatkan kejelasannya. Setidaknya, untuk sebatas pra kontrak agar mereka tenang dalam berlatih, tutupnya. (esa/hsw)
Dikatakan Warta, mengurus sepak bola profesional itu tidak mudah. Selain memerlukan ongkos yang besar, diperlukan pula pengorbanan ekstra. Sehingga, manajemen tim dituntut lebih memeras keringat dalam menjaring sponsor yang mampu mengelontorkan dana dalam jumlah besar.
Seharusnya, persoalan pra kontra sekarang ini udah beres. Sebab, kompetisi akan diputar pada 15 April mendatang. Namun, sampai sekarang belum ada tanda-tanda kejelasannya. Paling tidak, manajemen sudah memberikan dana sekitar Rp200-300 juta untuk pra kontrak. Mengurus sepak bola itu memang susah, sebab butuh dan besar. Kalau tidak sanggup, maka lempar handuk saja dan serahkan ke pihak lainnya, kata Warta Kusuma.
Situasi tersebut membuat suasana mess Persipasi Bekasi di Halim Perdanakusuma, Jakarta, tampak kaku. Semua pihak baik itu pemain, ofisial maupun tim pelatih, kerap menanyakan seputar kepastian kontrak.
Hal tersebut, kini semakin diperparah lantaran manajemen tidak mampu merealisasikan program tim pelatih berupa training centre di Lembang, Bandung, pada medio Maret.
TC dianggap sangat penting guna mengatrol kondisi fisik Laskar Patriot untuk bersaing di Grup 3 bersama Persika Karawang, Persikab Kabupaten Bandung, Persipon Pontianak, Persires Kuningan, PSGC Ciamis, PSCS Cilacap dan Persibangga Purbalingga.
Meski begitu, pak Yulianto (M Kartono Yulianto - Ketua Umum Persipasi) saya lihat terus berusaha. Misalnya saja, soal biaya lapangan Halim, mess, katering, itu sudah ditutupi. Namun, kebutuhan kami masih sangat banyak. Dua musim lalu saja, manajemen menghabiskan dana sekitar Rp10-12 miliar. Karena itu, saya harap manajemen baru ini mampu segera menemukan solusinya, ujarnya.
Dan kini, saya dengar-dengar jika pak Yulianto akan melunasi tunggakan gaji tahun lalu pada 10 April. Hal tersebut, hanya jeda lima hari jelang kompetisi bergulir (15 April). Karena itu, kami harap para pemain musim ini juga mendapatkan kejelasannya. Setidaknya, untuk sebatas pra kontrak agar mereka tenang dalam berlatih, tutupnya. (esa/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PT Patriot Indonesia Akhirnya Terdepak dari Persipasi
Bola Indonesia 31 Mei 2014, 18:18
-
Laga Home Persipasi Kontra PSCS Cilacap Penuh Ketidakpastian
Bola Indonesia 29 Mei 2014, 16:50
-
Take Over Persipasi, Tim Penyelamat Dipastikan Temui Kendala
Bola Indonesia 29 Mei 2014, 16:48
-
PT Patriot Indonesia Kehilangan Hak Tangani Persipasi
Bola Indonesia 28 Mei 2014, 18:06
-
Urung Mogok, Persipasi Siap Hadapi Persika Karawang
Bola Indonesia 10 Mei 2014, 13:27
LATEST UPDATE
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









