Menyimak Rekam Jejak M. Basri, Pelatih Kharismatik dengan Sederet Prestasi
Yaumil Azis | 22 Juni 2020 16:06
Bola.net - Saat berbicara soal pelatih dengan segelimang prestasi, sosok yang satu ini tidak boleh terlewatkan. Pelatih yang dimaksud adalah M. Basri.
Sebagai pemain, ia tercatat dua kali membawa PSM Makassar, klub tanah kelahirannya juara Kompetisi Perserikatan yakni 1964-1965 dan 1965-1966. Basri pun secara reguler menjadi bagian dari Timnas Indonesia pada sejumlah ajang pada era 1960-an.
Nama Basri justru lebih menjulang ketika menjadi pelatih. Ia mendulang berbagai trofi, di antaranya membawa Persebaya Surabaya, juara Piala Perserikatan 1977 dan menjadi bagian sukses Niac Mitra juara Galatama pada 1981, 1982 dan 1986.
Kiprahnya bersama Niac Mitra ini mengantar Basri menangani tim nasional senior pada dua periode yakni 1983 dan 1989 di ajang Pra Olimpiade dan Sea Games. Pasca jadi pelatih timnas, Basri kembali berkutat di level klub dengan menangani Arema Malang (1991-1993) dan Mitra Surabaya (1994).
Setelah berkarier di luar Makassar, Basri akhirnya kembali ke PSM pada 1995. Ia menerima tawaran manajemen PSM yang dikendalikan oleh Nurdin Halid menghadapi persaingan di Liga Indonesia 1995-1996.
Target yang dibebankan ke Basri saat itu adalah mengembalikan pamor PSM yang sempat memudar pada Liga Indonesia edisi perdana.
Racikan taktik Basri dan dukungan dana besar dari Nurdin membuat PSM kembali menjadi klub disegani. Dimotori trio Brasil, Marcio Novo, Luciano Leandro dan Jacksen Tiago, PSM menembus final dengan mulus.
Sayang di partai puncak, penampilan PSM mengalami antklimaks sehingga takluk 0-2 di tangan Mastrans Bandung Raya di Stadion Gelora Bung Karno.
Meski gagal membawa PSM juara, kiprah Basri saat itu tetap dikenang oleh suporter Juku Eja. Seperti kata Andi Coklat, pentolan suporter PSM.
"Om Basri telah membuat kami bangga. Meski tidak juara, tim PSM tampil aktraktif dengan materi mayoritas pemain asli Makassar," kenang Coklat.
Pada berbagai kesempatan pertemuan dengan Bola.com, Basri mengungkapkan ia memang lebih memprioritaskan putra daerah dimana klub itu bermarkas.
"Secara teknis mungkin mereka sama dengan pemain lain. Tapi, mereka punya motivasi dan semangat tak mau kalah. Sebagai pelatih, tentu hal ini membantu kerja saya," ujar Basri yang saat ini menghabiskan masa tuanya di Surabaya bersama anak cucunya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Motivator Ulung
Meski dikenal tegas dan keras dalam melatih, Basri adalah motivator yang ulung. Ia juga adalah pelatih yang aktif mengajak pemainnya berdiskusi. Baik secara tim atau personal. Basri pun jeli membaca kelemahan lawan.
"Kalau skor imbang atau PSM ketinggalan 0-1 saat jeda, kami sudah yakin menang. Karena tahu Om Basri sudah punya strtegi jitu untuk mengalahkan lawan," kata Coklat.
Mantan pelatih tim nasional Indonesia ini dinilai jeli melihat potensi pemain. Seperti diungkap Iskandar Muzakkir, pentolan suporter PSM lainnya. Iskandar merujuk keputusan Basri mengubah posisi Ortizan Solossa dari striker ke bek sayap pada Liga Indonesia 1997-1998.
"Alasan Basri saat itu, Ortizan lebih pas sebagai bek sayap karena memiliki kecepatan dan naluri serang tinggi," terang Iskandar.
Keputusan Basri terbukti benar. Ortizan kemudian menjadi bek sayap papan atas yang pernah beredar di Liga Indonesia. Bersama PSM, Ortizan meraih trofi juara pada musim 1999-2000.
Disadur dari: Bola.com (Abdi Satria/Wiwig Prayugi)
Diunggah pada: 22 Juni 2020
Baca juga:
- Bima Sakti dan Memori Indah Juara Bersama PSM Makassar
- 18 Klub Liga 1 dan Julukannya: Dari Mitos, Tokoh Kerajaan, Hingga Nama Hewan
- Bayu Gatra Setuju Kompetisi Tanpa Degradasi Asalkan Liga Dilanjutkan
- Kurniawan dan Cerita di Balik Keberhasilan Persebaya Juara Liga Indonesia 2004
- Hendro Kartiko: Dari Kiper Kampus, Masuk ke Jajaran Kiper Terbaik Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Vinicius Jr ke Chelsea? Mantan Pemain The Blues Anggap Itu Sekadar Khayalan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 19:39
-
Prediksi Villarreal vs Ajax 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 19:30
-
Real Sociedad vs Barcelona: Barca Keok, Fermin Lopez Tertawakan Keputusan Wasit
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 19:11
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
LATEST UPDATE
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26





