Pemain Liga Jusuf Kalla Bakal Di-screening Ulang
Editor Bolanet | 4 Oktober 2012 10:00
- Seluruh pertandingan babak penyisihan grup Liga Jusuf Kalla (JK) 2012 U-21 telah selesai. Panitia sudah mengantongi tim yang menjadi juara dan runner up masing-masing grup dan berhak melaju ke babak 12 besar.
Tim yang lolos masing-masing Makassar dan Maros dari Grup A, Parepare dan Pinrang (Grup B), Sidrap dan Toraja Utara (Grup C). Grup C meloloskan Bantaeng dan Bulukumba (Grup D), Sinjai dan Wajo wakil dari Grup E, serta Palopo dan Luwu dari Grup F. Rencananya, babak 12 besar Liga akan digelar mulai 14 Oktober.
Untuk babak 12 besar ini, panitia pusat juga akan melakukan screening ulang pemain. Tujuannya untuk mendapat kepastian bahwa seluruh pemain yang diturunkan benar-benar masih berusia di bawah 21 tahun. Maklum, tujuan PSSI Sulsel menggelar turnamen ini adalah untuk memunculkan bibit-bibit muda dan membina pemain muda.
Sama seperti pada babak penyisihan, babak 12 besar ini juga menggunakan sistem pertandingan kandang dan tandang. Ke-12 tim dibagi dalam empat grup terdiri tiga tim dalam satu grup. Juara masing-masing grup akan melaju ke babak semifinal.
Dalam rapat panitia pusat Liga JK di sekretariat Pengprov PSSI Sulsel, Makassar, Rabu (3/10) malam, telah disusun pembagian grup untuk babak 12 besar. Panitia mempertimbangkan agar tim-tim yang telah bertemu di babak penyisihan tidak bertemu lagi di babak 12 besar. Selain itu, jarak antar kabupaten juga menjadi pertimbangan.
Ketua Panpel Pusat Liga JK, Japri Y Timbo, mengatakan bahwa pembagian grup bisa saja berubah jika masing-masing tim menginginkan pembagian grup dilakukan melalui pengundian.
Dalam manager meeting babak 12 besar, kita akan menawarkan pembagian grup yang telah kami susun ini. Namun, kalau semua tim menginginkan pembagian grup memakai mekanisme pengundian, maka itu akan kita lakukan. Konsekuensinya, setiap tim harus menerima jika lawannya dalam satu grup berjauhan jarak daerahnya, kata Japri.
Karena ingin membina pemain muda, Ketua Pengprov PSSI Sulsel, Abadi Sirajuddin, meminta kepada panpel agar segera membentuk tim pemantau pemain. Abadi berharap pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, mau menjadi tim pemantau.
Tentu kami sangat berharap Pelatih PSM, Petar Segrt, dan para asistennya tetap memantau Liga JK. Bahkan, saya berharap Petar bisa menjadi ketua tim pemantau, jelasnya.
Tim pemantau ini, lanjut Abadi, akan berkeliling daerah menyaksikan langsung laga-laga babak 12 besar. Pemain-pemain bertalenta yang masuk radar tim pemantau, akan dipersiapkan mewakili Sulsel mengikuti PON Remaja cabang olahraga sepakbola dan event-event sepakbola lainnya.
Jika PSM berminat merekrut pemain terbaik di liga ini masuk ke Akademi PSM, tentu akan lebih baik lagi, tambahnya.
Sebelumnya, Petar sudah aktif mengunjungi beberapa daerah untuk memantau pertandingan babak penyisihan Liga JK. Ia rela berkeliling daerah guna mendapatkan pemain muda bertalenta dan rencananya bakal direkrut masuk Akademi PSM. (nda/dzi)
Tim yang lolos masing-masing Makassar dan Maros dari Grup A, Parepare dan Pinrang (Grup B), Sidrap dan Toraja Utara (Grup C). Grup C meloloskan Bantaeng dan Bulukumba (Grup D), Sinjai dan Wajo wakil dari Grup E, serta Palopo dan Luwu dari Grup F. Rencananya, babak 12 besar Liga akan digelar mulai 14 Oktober.
Untuk babak 12 besar ini, panitia pusat juga akan melakukan screening ulang pemain. Tujuannya untuk mendapat kepastian bahwa seluruh pemain yang diturunkan benar-benar masih berusia di bawah 21 tahun. Maklum, tujuan PSSI Sulsel menggelar turnamen ini adalah untuk memunculkan bibit-bibit muda dan membina pemain muda.
Sama seperti pada babak penyisihan, babak 12 besar ini juga menggunakan sistem pertandingan kandang dan tandang. Ke-12 tim dibagi dalam empat grup terdiri tiga tim dalam satu grup. Juara masing-masing grup akan melaju ke babak semifinal.
Dalam rapat panitia pusat Liga JK di sekretariat Pengprov PSSI Sulsel, Makassar, Rabu (3/10) malam, telah disusun pembagian grup untuk babak 12 besar. Panitia mempertimbangkan agar tim-tim yang telah bertemu di babak penyisihan tidak bertemu lagi di babak 12 besar. Selain itu, jarak antar kabupaten juga menjadi pertimbangan.
Ketua Panpel Pusat Liga JK, Japri Y Timbo, mengatakan bahwa pembagian grup bisa saja berubah jika masing-masing tim menginginkan pembagian grup dilakukan melalui pengundian.
Dalam manager meeting babak 12 besar, kita akan menawarkan pembagian grup yang telah kami susun ini. Namun, kalau semua tim menginginkan pembagian grup memakai mekanisme pengundian, maka itu akan kita lakukan. Konsekuensinya, setiap tim harus menerima jika lawannya dalam satu grup berjauhan jarak daerahnya, kata Japri.
Karena ingin membina pemain muda, Ketua Pengprov PSSI Sulsel, Abadi Sirajuddin, meminta kepada panpel agar segera membentuk tim pemantau pemain. Abadi berharap pelatih PSM Makassar, Petar Segrt, mau menjadi tim pemantau.
Tentu kami sangat berharap Pelatih PSM, Petar Segrt, dan para asistennya tetap memantau Liga JK. Bahkan, saya berharap Petar bisa menjadi ketua tim pemantau, jelasnya.
Tim pemantau ini, lanjut Abadi, akan berkeliling daerah menyaksikan langsung laga-laga babak 12 besar. Pemain-pemain bertalenta yang masuk radar tim pemantau, akan dipersiapkan mewakili Sulsel mengikuti PON Remaja cabang olahraga sepakbola dan event-event sepakbola lainnya.
Jika PSM berminat merekrut pemain terbaik di liga ini masuk ke Akademi PSM, tentu akan lebih baik lagi, tambahnya.
Sebelumnya, Petar sudah aktif mengunjungi beberapa daerah untuk memantau pertandingan babak penyisihan Liga JK. Ia rela berkeliling daerah guna mendapatkan pemain muda bertalenta dan rencananya bakal direkrut masuk Akademi PSM. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Petar Segrt Gelar Perpisahan di Warung Coto
Bolatainment 23 Juni 2013, 18:55
-
Say Good Bye, Petar Ingin Traktir Pemain Coto Makassar
Bolatainment 17 Juni 2013, 18:30
-
Carlos de Mello Gantikan Petar Tangani PSM?
Bola Indonesia 15 Juni 2013, 14:20
-
Petar Nonton Laga Persebaya vs PSM di Kafe
Bola Indonesia 13 Juni 2013, 18:56
-
Petar Bisa Jadi Tak Mundur Jika Pemain Tak Mogok
Bola Indonesia 13 Juni 2013, 09:40
LATEST UPDATE
-
Elliot Anderson Puji Bintang MU Ini: Dia Pemain Top!
Liga Inggris 15 September 2026, 00:13
-
Juventus Ngidam Super-sub Arsenal Ini?
Liga Italia 14 September 2026, 23:42
-
Kalah di Derby Manchester, MU Janji Bakal Lekas Bangkit!
Liga Inggris 14 September 2026, 23:30
-
Baru Menang Sekali di EPL 2026/2027, Nasib Michael Carrick di MU Masih Aman?
Liga Inggris 14 September 2026, 23:08
-
Bukan Haaland, Dua Pemain Ini Dinilai Berjasa Besar Hantarkan Man City Kalahkan MU!
Liga Inggris 14 September 2026, 20:40
-
Shin Tae-yong Kirim Pesan Penting usai Persija Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League
Bola Indonesia 14 September 2026, 20:19
-
Menuju MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Bawa Atmosfer Balap Lebih Dekat ke Masyarakat Indonesia
Otomotif 14 September 2026, 19:51
-
Nama: Erling Haaland, Hobi: Membobol Gawang Manchester United!
Liga Inggris 14 September 2026, 19:41
-
Ketika Jose Mourinho Jatuh Hati Pada Arda Guler
Liga Spanyol 14 September 2026, 19:32
-
Sesumbar Lamine Yamal: Saya Lebih Layak Menangkan Ballon d'Or Ketimbang Mbappe!
Liga Spanyol 14 September 2026, 19:22
-
Kalah dari Sassuolo, Juventus Masih Percaya Luciano Spalletti
Liga Italia 14 September 2026, 19:03
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33




