Perbaiki Tata Kelola Sepakbola Indonesia, Ini Saran Eks Pelaku Match Fixing
Editor Bolanet | 21 Oktober 2015 21:52
Harus ada yang lebih paham mengenai tata kelola sepakbola, ujar Bambang. Masih banyak tokoh-tokoh sepakbola yang bisa diajak urun rembug mengenai hal ini, sambungnya.
Bambang sendiri mengaku kecewa dengan upaya pemerintah, termasuk Tim Transisi dalam memberantas pengaturan pertandingan. Menurut whistleblower kasus match fixing di Indonesia ini tak ada kelanjutan dari testimoninya beberapa waktu lalu.
Saya sudah memberi testimoni beberapa waktu lalu. Namun, sampai sekarang tak ada kelanjutannya, sambungnya.
Menurut Bambang, berlarutnya pemberantasan match fixing di Indonesia tak lepas dari peran Tim Transisi. Bambang menyebut Tim Transisi lamban dalam mengambil keputusan.
Orang-orang di sana, harus diakui, ada yang kurang kompeten, ia menandaskan. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Topi, Botol, Sampai Ponsel Jadi Kode Skenario Match Fixing Dimulai
Bola Indonesia 5 Desember 2018, 20:09
-
Begini Cara Bandar Match Fixing Garap Pertandingan
Bola Indonesia 4 Desember 2018, 17:52
-
Praktik Match Fixing Disebut Juga Sudah Masuk ke Timnas
Tim Nasional 3 Desember 2018, 19:03
-
Gemerincing Rupiah di Balik Praktik Match Fixing
Bola Indonesia 30 November 2018, 17:33
-
Menguak 'Pemain Asing' Dalam Jejaring Match Fixing di Indonesia
Bola Indonesia 29 November 2018, 17:36
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34











