Persijap Jepara Kesulitan Berkompetisi Satu Wilayah
Editor Bolanet | 18 Desember 2013 15:14
- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah memutuskan sementara peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014, sebanyak 22 klub.
Jika tidak ada perubahan kontestan, maka format kompetisi yang digunakan pun dua wilayah. Jika nantinya hanya 18 klub, maka format yang digunakan menjadi satu wilayah. Hal tersebut, sangat membuat Persijap Jepara lebih mendukung penggunaan format kompetisi dua wilayah.
CEO Persijap, Mohammad Said Basalamah, menuturkan jika format kompetisi dua wilayah bakal lebih menguntungkan. Karena, bersifat yang efisien dan juga praktis.
Kalau satu wilayah, kami sangat keberatan. Selain itu, bisa menyebabkan kami tidak akan lolos verifikasi. Gambaran modal kami, sejauh ini kira-kira sebesar Rp13 miliar. Rp8 miliar didapatkan dari sponsor dan tiket. Lalu Rp3 miliar, dana dari kontribusi komersial PSSI. Sedangkan sisanya, mudah-mudahan berasal dari investor asal Malaysia, ungkap Mohammad Said Basalamah.
Karena itu, dua wilayah lebih baik bagi kami. Kalau satu wilayah, tentu tidak cukup dengan dana Rp13 miliar, sambungnya.
Said melanjutkan, pemerintah Jawa Tengah (Jateng) diharapkan bisa ikut memberikan solusi nyata supaya pihaknya mendapatkan tambahan dana. Paling tidak, dikatakannya lagi, Gubernur Jateng mengeluarkan dana pribadi untuk membantu Persijap.
Hingga kini, PSSI belum memastikan format kompetisi yang akan digunakan. Sebab, 22 klub tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi lima aspek verifikasi. [initial]
(esa/pra)
Jika tidak ada perubahan kontestan, maka format kompetisi yang digunakan pun dua wilayah. Jika nantinya hanya 18 klub, maka format yang digunakan menjadi satu wilayah. Hal tersebut, sangat membuat Persijap Jepara lebih mendukung penggunaan format kompetisi dua wilayah.
CEO Persijap, Mohammad Said Basalamah, menuturkan jika format kompetisi dua wilayah bakal lebih menguntungkan. Karena, bersifat yang efisien dan juga praktis.
Kalau satu wilayah, kami sangat keberatan. Selain itu, bisa menyebabkan kami tidak akan lolos verifikasi. Gambaran modal kami, sejauh ini kira-kira sebesar Rp13 miliar. Rp8 miliar didapatkan dari sponsor dan tiket. Lalu Rp3 miliar, dana dari kontribusi komersial PSSI. Sedangkan sisanya, mudah-mudahan berasal dari investor asal Malaysia, ungkap Mohammad Said Basalamah.
Karena itu, dua wilayah lebih baik bagi kami. Kalau satu wilayah, tentu tidak cukup dengan dana Rp13 miliar, sambungnya.
Said melanjutkan, pemerintah Jawa Tengah (Jateng) diharapkan bisa ikut memberikan solusi nyata supaya pihaknya mendapatkan tambahan dana. Paling tidak, dikatakannya lagi, Gubernur Jateng mengeluarkan dana pribadi untuk membantu Persijap.
Hingga kini, PSSI belum memastikan format kompetisi yang akan digunakan. Sebab, 22 klub tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi lima aspek verifikasi. [initial]
Baca juga:
Ferry Paulus Ragukan Ketajaman Pacho di Persebaya
Persebaya Tak Gentar Hadapi Persib
Hari Ini Monchare Gabung Persebaya
Persija Jakarta Kembali Klaim Dapatkan Pemain Timnas U-23
Sriwijaya FC Bakal Ikuti Turnamen di Singapura
Syamsir Alam dan Maman Teken Kontrak di Sriwijaya FC
Inilah Alasan Greg Nwokolo Pilih Persebaya
Sriwijaya FC Janji Gaji Pemain Tidak Terlambat Lagi
Greg Nwokolo Resmi Gabung Persebaya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persijap 23 Mei 2026
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 15:09
LATEST UPDATE
-
Tidak Bertepuk Sebelah Tangan! MU Juga Mau Angkut Rafael Leao!
Liga Inggris 1 Juni 2026, 08:53
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04


















