Persipura: Pembubaran ISL Lebih Banyak Mudaratnya
Editor Bolanet | 6 Februari 2013 01:57
- Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya, bereaksi keras seputar rencana Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, yang berencana membubarkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013.
Menurutnya, justru lebih banyak mudarat dari pada manfaatnya jika Menpora benar-benar menjalankan niat tersebut.
Ada sekitar 800 pemain di kompetisi ISL, sedangkan yang ditunggak sekitar 100. Pemerintah (Menpora) tinggal pilih saja. Ingin yang mudarat atau manfaat banyak, tuturnya.
Jumlah tersebut belum termasuk insan sepak bola lainnya, seperti pelatih, pengurus, wasit, dan suporter, sambungnya.
Dikatakannya lagi, hal tersebut tidak lepas dari kegagalan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia () yang dipimpin Djohar Arifin dalam mengurus sepak bola. Buktinya, kompetisi ISL yang paling digemari justru ingin dirusak dengan cara dihentikan eksistensinya.
Kalau begitu, kami tidak hanya rela keluar sebagai anggota PSSI, melainkan keluar dari Republik Indonesia. Tujuannya, agar bisa membentuk negara sendiri dan berkompetisi di mana saja, imbuhnya.
Kalau ISL dibubarkan, pengurus Persipura bisa dibunuh masyarakatnya. Yang akan merasakan dampaknya bukanlah pengurus PSSI dan Menpora, melainkan pengurus sepak bola, tegasnya.
Lebih jauh dikatakannya, persoalan penunggakan gaji yang dilakukan sebagai klub ISL tidak bisa dijadikan dasar untuk mengabaikan kompetisi ISL. Klub ISL yang masih menunggak gaji di antaranya adalah PSPS Pekanbaru, Persidafon Dafonsoro, PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, Arema dan Persija Jakarta.
Sementara itu, Roy berkilah dengan memberikan pernyataan yang dapat meluruskan tentang rencananya membubaran ISL.
Saya memang tidak ada takutnya. Menyetop ISL saya pun berani, begitu juga menyetop IPL, katanya.
Saya selalu bilang dan kalimat saya tidak pernah berubah. De facto, yang sudah bagus dan ditonton adalah ISL. De jure, yang masih mendapat surat-surat dari FIFA dan AFC adalah PSSI, yang akan menyelenggarakan IPL, tegas Roy. (esa/gia)
Menurutnya, justru lebih banyak mudarat dari pada manfaatnya jika Menpora benar-benar menjalankan niat tersebut.
Ada sekitar 800 pemain di kompetisi ISL, sedangkan yang ditunggak sekitar 100. Pemerintah (Menpora) tinggal pilih saja. Ingin yang mudarat atau manfaat banyak, tuturnya.
Jumlah tersebut belum termasuk insan sepak bola lainnya, seperti pelatih, pengurus, wasit, dan suporter, sambungnya.
Dikatakannya lagi, hal tersebut tidak lepas dari kegagalan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia () yang dipimpin Djohar Arifin dalam mengurus sepak bola. Buktinya, kompetisi ISL yang paling digemari justru ingin dirusak dengan cara dihentikan eksistensinya.
Kalau begitu, kami tidak hanya rela keluar sebagai anggota PSSI, melainkan keluar dari Republik Indonesia. Tujuannya, agar bisa membentuk negara sendiri dan berkompetisi di mana saja, imbuhnya.
Kalau ISL dibubarkan, pengurus Persipura bisa dibunuh masyarakatnya. Yang akan merasakan dampaknya bukanlah pengurus PSSI dan Menpora, melainkan pengurus sepak bola, tegasnya.
Lebih jauh dikatakannya, persoalan penunggakan gaji yang dilakukan sebagai klub ISL tidak bisa dijadikan dasar untuk mengabaikan kompetisi ISL. Klub ISL yang masih menunggak gaji di antaranya adalah PSPS Pekanbaru, Persidafon Dafonsoro, PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, Arema dan Persija Jakarta.
Sementara itu, Roy berkilah dengan memberikan pernyataan yang dapat meluruskan tentang rencananya membubaran ISL.
Saya memang tidak ada takutnya. Menyetop ISL saya pun berani, begitu juga menyetop IPL, katanya.
Saya selalu bilang dan kalimat saya tidak pernah berubah. De facto, yang sudah bagus dan ditonton adalah ISL. De jure, yang masih mendapat surat-surat dari FIFA dan AFC adalah PSSI, yang akan menyelenggarakan IPL, tegas Roy. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 18:26
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
-
Andoni Iraola Bidik Trofi Carabao Cup Sebagai Pemanis Musim Perdananya di Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:34
-
Link Nonton Streaming Persib vs Melbourne Victory Hari Ini
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 16:33
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




