Pidato Jokowi Dinilai Sebagai Peringatan Pada PSSI
Editor Bolanet | 3 September 2015 18:36
- Pidato Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada pembukaan Piala Presiden pekan lalu dinilai sebagai penegasan pemerintah untuk membenahi sepakbola Indonesia. Penilaian ini dilontarkan Direktur Lampung FC, Faisal Yusuf.
Pidato Presiden kemarin di depan para pengurus dan simpatisan PSSI sebenarmya mempertegas sikap pemerintah tentang reformasi total sepak bola Indonesia, ujar Faisal.
Selain itu, pidato ini semacam peringatan dan himbauan Presiden agar kelompok La Nyalla bisa legowo demi perbaikan sepak bola, sambungnya.
Sebelumnya, kala membuka Piala Presiden di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Minggu (30/08) pekan silam, Jokowi menyampaikan pidato bertema reformasi sepakbola perlu langkah besar. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa reformasi persepakbolaan nasional adalah pilihan yang harus diambil untuk membangun prestasi sepakbola nasional di masa depan.
Presiden meminta semua pihak harus mendukung langkah ini dan berani berkorban. Menurutnya, ini adalah pil pahit yang harus ditelan agar sepakbola nasional bisa sehat dan berkembang.
Lebih lanjut, Faisal menampik tengara sebagian pihak bahwa pemerintah bakal 'berdamai' dengan rezim PSSI. Ia yakin bahwa pemerintah bakal serius melanjutkan reformasi tata kelola sepakbola.
Tetap saja, melalui pidatonya, Presiden tegas terhadap reformasi sepak bola, pungkasnya. [initial]
(den/asa)
Pidato Presiden kemarin di depan para pengurus dan simpatisan PSSI sebenarmya mempertegas sikap pemerintah tentang reformasi total sepak bola Indonesia, ujar Faisal.
Selain itu, pidato ini semacam peringatan dan himbauan Presiden agar kelompok La Nyalla bisa legowo demi perbaikan sepak bola, sambungnya.
Sebelumnya, kala membuka Piala Presiden di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Minggu (30/08) pekan silam, Jokowi menyampaikan pidato bertema reformasi sepakbola perlu langkah besar. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa reformasi persepakbolaan nasional adalah pilihan yang harus diambil untuk membangun prestasi sepakbola nasional di masa depan.
Presiden meminta semua pihak harus mendukung langkah ini dan berani berkorban. Menurutnya, ini adalah pil pahit yang harus ditelan agar sepakbola nasional bisa sehat dan berkembang.
Lebih lanjut, Faisal menampik tengara sebagian pihak bahwa pemerintah bakal 'berdamai' dengan rezim PSSI. Ia yakin bahwa pemerintah bakal serius melanjutkan reformasi tata kelola sepakbola.
Tetap saja, melalui pidatonya, Presiden tegas terhadap reformasi sepak bola, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
1 Dekade Piala Presiden 2025: Datang Bersih, Pulang Bersih
Bola Indonesia 15 Juli 2025, 21:33
-
Piala Presiden 2025: Wajah Dunia, Hati Indonesia
Bola Indonesia 15 Juli 2025, 16:36
LATEST UPDATE
-
Musim Penuh Luka West Ham: Sudah Siap Jatuh ke Jurang Degradasi?
Liga Inggris 18 Mei 2026, 11:45
-
Robert Lewandowski: Saya Akan Selalu Membawa Barcelona di Hati
Liga Spanyol 18 Mei 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
-
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di Bawah Xabi Alonso
Editorial 18 Mei 2026, 12:13

















