PSSI Ragukan Kemampuan Kemenpora Jalankan Kompetisi
Editor Bolanet | 4 Mei 2015 16:04
- Keseriusan pihak Kementerian Olahraga dan Pemuda (Kemenpora) untuk mengelola kompetisi melalui Tim Transisi rupanya tak membuat kubu PSSI khawatir.
Bahkan, PSSI menyatakan yakin bahwa para klub peserta akan menolak mengikuti kompetisi tersebut. PSSI merasa bahwa Kemenpora tak akan mampu mengelola kompetisi yang rumit.
Kalau Kemenpora hendak seperti itu (menyelenggarakan kompetisi), tidak mungkin. Siapa yang menugaskan wasit dan perangkat pertandingan? Kemudian bagaimana jika ada pelanggaran disiplin? ujar Ketua Tim Pembela PSSI, Togar Manahan Nero.
Selain penolakan dari klub, pengakuan dari AFC dan FIFA diyakini akan membuat kompetisi tersebut tidak bergulir. Untuk menjalankan kompetisi, pihak Kemenpora bahkan mencari operator lain jika PT Liga Indonesia menolak.
Bagaimana melaporkannya ke AFC dan FIFA untuk mendapat slot? Nanti Tim Transisi justru dipertanyakan, tambahnya.
Sebelumnya, kompetisi QNB League dan Divisi Utama 2015 dipastikan dihentikan setelah Komite Eksekutif PSSI menilai terjadi force majeur akibat tak bisa terselenggaranya laga karena tak ada izin dari pihak kepolisian. [initial]
(esa/pra)
Bahkan, PSSI menyatakan yakin bahwa para klub peserta akan menolak mengikuti kompetisi tersebut. PSSI merasa bahwa Kemenpora tak akan mampu mengelola kompetisi yang rumit.
Kalau Kemenpora hendak seperti itu (menyelenggarakan kompetisi), tidak mungkin. Siapa yang menugaskan wasit dan perangkat pertandingan? Kemudian bagaimana jika ada pelanggaran disiplin? ujar Ketua Tim Pembela PSSI, Togar Manahan Nero.
Selain penolakan dari klub, pengakuan dari AFC dan FIFA diyakini akan membuat kompetisi tersebut tidak bergulir. Untuk menjalankan kompetisi, pihak Kemenpora bahkan mencari operator lain jika PT Liga Indonesia menolak.
Bagaimana melaporkannya ke AFC dan FIFA untuk mendapat slot? Nanti Tim Transisi justru dipertanyakan, tambahnya.
Sebelumnya, kompetisi QNB League dan Divisi Utama 2015 dipastikan dihentikan setelah Komite Eksekutif PSSI menilai terjadi force majeur akibat tak bisa terselenggaranya laga karena tak ada izin dari pihak kepolisian. [initial]
Jangan Lewatkan!
Gatot S Dewa Broto: Saya Ingin Tahu Isi Force Majeur Milik PSSI
Jokowi Enggan Urusi PSSI
Menpora Imam: Mudah-Mudahan FIFA Memahami Niat dan Tekad Kami
Menpora Imam Janjikan PSSI Baru Yang Sesuai Organisasi dan Statuta FIFA
Sholat Istikhoroh, Menpora Imam Sebut Tim Transisi Penuh Kejutan
QNB League Buyar, Persebaya Bakal Temui Menpora
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
















