PSSI Sebut Kondisi Luar Biasa, Kompetisi Dihentikan
Editor Bolanet | 2 Mei 2015 17:46
- Keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berakibat buruk. Kompetisi QNB League musim 2015 tidak dapat dilanjutkan.
Langkah tersebut diambil Komite Eksekutif (Exco) PSSI usai menggelar rapat di Senayan, Jakarta, Sabtu (02/5).
Ini karena kondisi sepak bola terkini. Kompetisi terpaksa kami hentikan tanpa ada paripurna, terang CEO PT Liga Indonesia (PT LI), Joko Driyono.
PT Liga bukan sebagai pihak yang bisa mengambil keputusan. Atas keputusan EXCO PSSI ini, maka PT Liga Indonesia memutuskan Kompetisi ISl 2015 stop berhenti. Selesai tidak tuntas dengan kondisi Force Majeure yang telah ditetapkan ini, sambungnya.
Dilanjutkan Joko Driyono, pihaknya sudah bertemu dan sepakat dengan PSSI jika Kompetisi QNB Leaque musim 2015 dinyatakan Force Majeure. Penyebab utamanya yakni karena pembekuan PSSI yang dilakukan Menteri pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Selain itu, Menpora Imam juga meminta supaya pihak kepolisian tidak memberikan izin untuk pertandingan kasta tertinggi tersebut.
Alhasil, seluruh aktivitas sepak bola di semua kompetisi, termasuk seputar pembinaan hingga piala Suratin, dinyatakan selesai tanpa bisa dituntaskan.
Kompetisi dinyatakan Force Majeure sehubungan dengan kondisi luar biasa di luar PSSI, imbuh Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca IP Panjaitan. (esa/gia)
Langkah tersebut diambil Komite Eksekutif (Exco) PSSI usai menggelar rapat di Senayan, Jakarta, Sabtu (02/5).
Ini karena kondisi sepak bola terkini. Kompetisi terpaksa kami hentikan tanpa ada paripurna, terang CEO PT Liga Indonesia (PT LI), Joko Driyono.
PT Liga bukan sebagai pihak yang bisa mengambil keputusan. Atas keputusan EXCO PSSI ini, maka PT Liga Indonesia memutuskan Kompetisi ISl 2015 stop berhenti. Selesai tidak tuntas dengan kondisi Force Majeure yang telah ditetapkan ini, sambungnya.
Dilanjutkan Joko Driyono, pihaknya sudah bertemu dan sepakat dengan PSSI jika Kompetisi QNB Leaque musim 2015 dinyatakan Force Majeure. Penyebab utamanya yakni karena pembekuan PSSI yang dilakukan Menteri pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Selain itu, Menpora Imam juga meminta supaya pihak kepolisian tidak memberikan izin untuk pertandingan kasta tertinggi tersebut.
Alhasil, seluruh aktivitas sepak bola di semua kompetisi, termasuk seputar pembinaan hingga piala Suratin, dinyatakan selesai tanpa bisa dituntaskan.
Kompetisi dinyatakan Force Majeure sehubungan dengan kondisi luar biasa di luar PSSI, imbuh Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca IP Panjaitan. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
















