PT LI Analisa Persiapan Budgeting Cap di ISL
Editor Bolanet | 3 September 2015 22:25
- Wacana menerapkan budgeting cap dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini, terus bergulir. Bahkan, PT Liga Indonesia (PT LI) juga tengah mencari formula terbaik.
Sekretaris PT LI, Tigor Shalomboboy, menerangkan jika hal tersebut tidak mudah untuk diwujudkan. Karena itu, dikatakannya lagi, pihaknya masih harus mempersiapkan banyak hal sebelum dijalankan.
Menurutnya, bahwa budgeting cap yakni membuat adanya pembatasan anggaran, terutama untuk belanja pemain. Untuk itu, PT LI mengajak klub peserta untuk memutuskan terlebih dulu batasan anggaran belanja.
Sebelumnya, ada rencana 5, 7,5, atau Rp10 miliar. Untuk menentukannya, kami harus melihat posisi finansial klub, tuturnya.
Kalau bicara apakah sudah diputuskan atau belum, kami harus bicara lebih dulu termasuk dengan pemain karena ada opsi merasionalisasi gaji pemain mengingat ada pengaruh dalam penerapan budgeting cap, imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, soal regulasi kompetisi secara keseluruhan, PT LI sudah menyampaikan ke PSSI agar disetujui Komite Eksekutif (Exco).
Tapi, itu hal umum. Yang ditunggu banyak orang, terutama klub adalah regulasi soal rasionalisasi pembiayaan. Dari tiga opsi yang ada, klub terlihat lebih condong ke budgeting cap. Kami juga sudah menyiapkan analisanya, termasuk apa yang harus dipersiapkan, pungkasnya. [initial]
(esa/asa)
Sekretaris PT LI, Tigor Shalomboboy, menerangkan jika hal tersebut tidak mudah untuk diwujudkan. Karena itu, dikatakannya lagi, pihaknya masih harus mempersiapkan banyak hal sebelum dijalankan.
Menurutnya, bahwa budgeting cap yakni membuat adanya pembatasan anggaran, terutama untuk belanja pemain. Untuk itu, PT LI mengajak klub peserta untuk memutuskan terlebih dulu batasan anggaran belanja.
Sebelumnya, ada rencana 5, 7,5, atau Rp10 miliar. Untuk menentukannya, kami harus melihat posisi finansial klub, tuturnya.
Kalau bicara apakah sudah diputuskan atau belum, kami harus bicara lebih dulu termasuk dengan pemain karena ada opsi merasionalisasi gaji pemain mengingat ada pengaruh dalam penerapan budgeting cap, imbuhnya.
Lebih jauh dikatakannya, soal regulasi kompetisi secara keseluruhan, PT LI sudah menyampaikan ke PSSI agar disetujui Komite Eksekutif (Exco).
Tapi, itu hal umum. Yang ditunggu banyak orang, terutama klub adalah regulasi soal rasionalisasi pembiayaan. Dari tiga opsi yang ada, klub terlihat lebih condong ke budgeting cap. Kami juga sudah menyiapkan analisanya, termasuk apa yang harus dipersiapkan, pungkasnya. [initial]
Baca Juga
Selidiki Match Fixing, Komdis PSSI Panggil PT Liga dan Djamal Aziz
Soal Salary Cap di ISL, Ini Kata Joko Driyono
PT LI Ingatkan Klub Untuk Jalankan Proses Administrasi Pemain
PT LI Bandingkan Klub Indonesia Dengan Thailand, Ini Hasilnya
Joko Driyono Beri Update Persiapan ISL Musim Anyar
Persib Tuntut Detail Info Piala Proklamasi dari PT Liga Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Nico Paz Janji Bawa Argentina Juara Dunia Lagi usai Gagal di Final 2026
Piala Dunia 20 Juli 2026, 17:00
-
Rodri Sebut Gelar Piala Dunia dan Golden Ball sebagai Skenario Sempurna
Piala Dunia 20 Juli 2026, 15:35
-
Apakah Lionel Messi Akan Tampil di Piala Dunia 2030?
Piala Dunia 20 Juli 2026, 14:52
-
6 Negara Sudah Lolos ke Piala Dunia 2030, Berikut Daftarnya
Piala Dunia 20 Juli 2026, 14:43
-
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan Italia
Piala Dunia 20 Juli 2026, 12:18
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















