PT LI Ternyata Pernah Berutang ke La Nyalla dan Nirwan Bakrie
Editor Bolanet | 7 Mei 2015 11:55
- Sebuah fakta menarik diungkapkan oleg aktivis Save Our Soccer (SOS), Apung Widadi dalam diskusi bertema 'Sepak Bola Milik Siapa' di talk show Mata Najwa Metro TV, Rabu (6/5) semalam.
Apung membuka dokumen audit keuangan PT Liga Indonesia. Dalam dokumen tersebut ternyata ditemukan fakta bahwa badan pimpinan Joko Driyono tersebut pernah berutang kepada beberapa pihak, baik berbentuk badan usaha maupun perorangan.
Dua pihak di antara catatan tersebut adalah La Nyalla Mahmud Mattalitti yang kini menjadi Ketua Umum PSSI, serta Nirwan Dermawan Bakrie, pengusaha yang sempat menjadi Wakil Ketua Umum PSSI dan Ketua Badan Liga Indonesia (BLI).
Disebutkan bahwa PT Liga Indonesia pernah meminjam dana senilai 10 miliar rupiah kepada Nirwan Bakrie serta 3 miliar rupiah kepada La Nyalla.
Sebenarnya sah saja berutang secara pribadi, tapi masalahnya di sini tak didukung dengan perjanjian formal secara tertulis serta tidak dikenakan bunga atau pajak, ujar Apung.
Karena itulah transparansinya dipertanyakan. PT Liga kan milik klub? Nah klub mengetahui atau tidak tentang utang-utang ini? lanjutnya.
Dalam talk show itu sendiri hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, dan perwakilan klub Pusamania Borneo FC, Aidil Fitri, Direktur Utama Semen Padang, Daconi. Namun baik perwakilan PSSI maupun PT Liga Indonesia tak satupun hadir di acara ini. [initial]
(bola/pra)
Apung membuka dokumen audit keuangan PT Liga Indonesia. Dalam dokumen tersebut ternyata ditemukan fakta bahwa badan pimpinan Joko Driyono tersebut pernah berutang kepada beberapa pihak, baik berbentuk badan usaha maupun perorangan.
Dua pihak di antara catatan tersebut adalah La Nyalla Mahmud Mattalitti yang kini menjadi Ketua Umum PSSI, serta Nirwan Dermawan Bakrie, pengusaha yang sempat menjadi Wakil Ketua Umum PSSI dan Ketua Badan Liga Indonesia (BLI).
Disebutkan bahwa PT Liga Indonesia pernah meminjam dana senilai 10 miliar rupiah kepada Nirwan Bakrie serta 3 miliar rupiah kepada La Nyalla.
Sebenarnya sah saja berutang secara pribadi, tapi masalahnya di sini tak didukung dengan perjanjian formal secara tertulis serta tidak dikenakan bunga atau pajak, ujar Apung.
Karena itulah transparansinya dipertanyakan. PT Liga kan milik klub? Nah klub mengetahui atau tidak tentang utang-utang ini? lanjutnya.
Dalam talk show itu sendiri hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, dan perwakilan klub Pusamania Borneo FC, Aidil Fitri, Direktur Utama Semen Padang, Daconi. Namun baik perwakilan PSSI maupun PT Liga Indonesia tak satupun hadir di acara ini. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hak Komersial Dibagi, Arema Terima Rp509 Juta
Bola Indonesia 19 Mei 2020, 19:34
-
Caketum PSSI Ketuk Hati Voters pada Kongres Pemilihan
Bola Indonesia 29 Oktober 2019, 23:10
LATEST UPDATE
-
Kolom Bola.net: Spanyol Menciptakan Sistem, Bukan Bintang
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:46
-
Lewis Hall ke Manchester United? Kayaknya Bakal Susah Deh!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 11:30
-
Tepati Janji! Marc Cucurella Segera Buat Tatto Luis De La Fuente
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:00
-
Manchester United Mundur dari Perburuan Cysencio Summerville?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 10:30
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
-
Usai Rogers, Chelsea Kebut Transfer Bek Timnas Prancis Ini
Liga Inggris 21 Juli 2026, 08:30
-
Spanyol Juara Dunia, Luis De La Fuente: Mana Tatto-mu, Cucurella?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 06:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












