PT LPIS Terancam Ditutup
Editor Bolanet | 12 September 2013 17:45
- Tidak satu pun perwakilan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang menghadiri sidang Komisi Disiplin (Komdis), di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9).
Padahal, Komdis sangat berharap PT LPIS bisa memberikan keterangan selengkap-lengkap terkait kericuhan yang terjadi dalam pertandingan Persis Solo kontra PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Rabu (4/9) lalu.
PT LPIS tidak profesional menjalankan kompetisi. Apalagi, tetap menggelar pertandingkan yang seharusnya tidak digelar. Meski kami sudah mengundang, namun mereka tidak hadir. Alhasil, sidang akan dilanjutkan minggu depan, ujar Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan.
Kami berharap, supaya PT LPIS bisa serius menyikapi hal ini. Kini, kami memberikan batas akhir kepada mereka untuk menghadiri sidang hingga Jumat (13/9). Jika mereka tetap tidak datang, Komdis akan langsung menjatuhkan putusan, tuturnya.
Pertandingan tersebut, diwarnai keributan antar suporter yang mengakibatkan PSS Selaman enggan melanjutkan pertandingan. Berakhirnya pertandingan, ternyata tidak membuat suasana buruk mereda. Justru, merembet hingga ke luar stadion.
Alhasil, warga yang berniat untuk melerai juga menjadi sasaran amuk kedua belah kubu yang berseteru.
Kejadian tersebut, tergolong luar biasa karena menyebabkan kerugian yang besar. PT LPIS sudah membangkang atas putusan Komdis. Karena itu, semakin membuktikan jika PT LPIS tidak profesional dalam menjalankan kompetisi, pungkasnya.
Lebih jauh dikatakan Hinca, peristiwa tersebut bisa dihindari jika PT LPIS tidak menggelar pertandingan tersebut. Pasalnya, Persis sudah dinyatakan didiskualifikasi Komdis akibat dua Walk Out (WO).
Dalam peraturan PSSI, tim yang sudah dua kali WO dinyatakan gugur. Namun, teman-teman di PSS menceritakan jika mereka dipaksa bertanding PT LPIS. Akibatnya kini, pertandingan berjalan ricuh dan PT LPIS bisa ditutup lantaran kebijakannya tersebut, pungkas Hinca. (esa/dzi)
Padahal, Komdis sangat berharap PT LPIS bisa memberikan keterangan selengkap-lengkap terkait kericuhan yang terjadi dalam pertandingan Persis Solo kontra PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Rabu (4/9) lalu.
PT LPIS tidak profesional menjalankan kompetisi. Apalagi, tetap menggelar pertandingkan yang seharusnya tidak digelar. Meski kami sudah mengundang, namun mereka tidak hadir. Alhasil, sidang akan dilanjutkan minggu depan, ujar Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan.
Kami berharap, supaya PT LPIS bisa serius menyikapi hal ini. Kini, kami memberikan batas akhir kepada mereka untuk menghadiri sidang hingga Jumat (13/9). Jika mereka tetap tidak datang, Komdis akan langsung menjatuhkan putusan, tuturnya.
Pertandingan tersebut, diwarnai keributan antar suporter yang mengakibatkan PSS Selaman enggan melanjutkan pertandingan. Berakhirnya pertandingan, ternyata tidak membuat suasana buruk mereda. Justru, merembet hingga ke luar stadion.
Alhasil, warga yang berniat untuk melerai juga menjadi sasaran amuk kedua belah kubu yang berseteru.
Kejadian tersebut, tergolong luar biasa karena menyebabkan kerugian yang besar. PT LPIS sudah membangkang atas putusan Komdis. Karena itu, semakin membuktikan jika PT LPIS tidak profesional dalam menjalankan kompetisi, pungkasnya.
Lebih jauh dikatakan Hinca, peristiwa tersebut bisa dihindari jika PT LPIS tidak menggelar pertandingan tersebut. Pasalnya, Persis sudah dinyatakan didiskualifikasi Komdis akibat dua Walk Out (WO).
Dalam peraturan PSSI, tim yang sudah dua kali WO dinyatakan gugur. Namun, teman-teman di PSS menceritakan jika mereka dipaksa bertanding PT LPIS. Akibatnya kini, pertandingan berjalan ricuh dan PT LPIS bisa ditutup lantaran kebijakannya tersebut, pungkas Hinca. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














